ticker

pregnancy week by week

Thursday, May 12, 2005

Seolah Engkau Melihat Muhammad



Senyuman menghiasi raut wajahmu. Kecerahan di atas mukamu. Cahaya di atas keningmu. Cinta di dalam hatimu. Kemurahan di dalam tanganmu. Keberkahan dalam dirimu. Kemenangan selalu menyertaimu.

Orang yang menziarahi pintumu, seluruh anggota badannya tidak henti-hentinya menceritakan kisah-kisah tentang kemurahan dan anugerah yang telah engkau berikan dan hadiahkan kepada mereka.

Mata akan selalu merasa sejuk dan tenang, sementara telapak tangan akan bersalaman. hati akan dapat mengobati luka yang perih dan pendengaran akan selalu mendengarkan kebajikan yang telah engkau lakukan.

Namanya adalah Muhammad saw., namanya juga Al 'Aqib, Al Hasyir dan Al Mahi. Beliau adalah penutup segala rasul. Beliau adalah pilihan para nabi. Beliau menjadi pemberi syafaat jika mereka datang di padang mahsyar. Beliau juga menjadi imam mereka jika mereka mendatangi surga.

Saturday, May 07, 2005

lagu ari ni

dari dari abu abdul malik...

download di sini

Tuesday, May 03, 2005

at taubah 9: 91-92

9:91 There is no blame on those who are infirm, or ill, or who find no resources to spend (on the cause), if they are sincere (in duty) to Allah and His Messenger. no ground (of complaint) can there be against such as do right: and Allah is Oft-forgiving, Most Merciful.

9:92 Nor (is there blame) on those who came to thee to be provided with mounts, and when thou saidst, "I can find no mounts for you," they turned back, their eyes streaming with tears of grief that they had no resources wherewith to provide the expenses.


[9:91]Orang-orang yang lemah dan orang-orang yang sakit, dan juga orang-orang yang tidak mempunyai sesuatu yang akan dibelanjakan, tidaklah menanggung dosa (kerana tidak turut berperang) apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikitpun bagi menyalahkan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya; dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

[9:92]Dan tidak juga berdosa orang-orang yang ketika mereka datang kepadamu (memohon) supaya engkau memberi kenderaan kepada mereka, engkau berkata: "Tidak ada padaku kenderaan yang hendak kuberikan untuk membawa kamu", mereka kembali sedang mata mereka mengalirkan airmata yang bercucuran, kerana sedih bahawa mereka tidak mempunyai sesuatupun yang hendak mereka belanjakan (untuk pergi berjihad pada jalan Allah).

Thursday, April 28, 2005

perang internet

assalamu'alaikum...

hari ni cuba untuk search perkataan ISLAM di google..

hasil yang dapat ialah
- Results 1 - 10 of about 17,600,000 for islam [definition]. (0.17 seconds)

kemudian perkataan CHRISTIAN
hasil
- Results 1 - 10 of about 80,600,000 for CHRISTIAN [definition]. (0.15 seconds)

lepas tu perkataan JEWS
Results 1 - 10 of about 12,100,000 for jews [definition]. (0.12 seconds)

ini menunjukkan masih kurang website yang menerangkan mengenai Islam di internet, bilangan 17,600,000 web ISLAM tersebut termasuklah web-web yang musuh islam buat untuk menjatuhkan islam

so.. APA PERANAN KITA?

fikir-fikir... dan lakukan tindakan yang sepatutnya...

Wednesday, April 27, 2005

jalan-jalan beli buku @ PWTC

Bismilillahir rahman ar raheem

Semalam dapat jugak berjalan2 membeli buku di pwtc. Meriah juga pameran buku kali ni, walaupun semalam tak berapa ramai orang yg datang ke pameran tersebut. Tapi kelam kabut juga, sebab sampai lambat di pwtc,so tak banyak masa yg tinggal dan nk beli buku ni bukan mcm beli pakaian, kena baca dulu skit, tgk isi kandungan... kena tgk jugak harga die.. buku skrg ni mana ade yg murah2

Ini lah buku2 yg sempat di beli semalam, ehe.. tak tahu la sbb apa minat pulak psl tajuk2 ini kali ni





BELAJAR EQ dan SQ DARI SUNAH NABI


Sinopsis
Kecerdasan adalah sebuah misteri. Sebagai proses berpikir, cerdas berarti mampu memberikan definisi, makna dan keputusan secara cepat, tepat dan akurat. Keputusannya sedemikian kokoh, sebab ia didasarkan pada kelengkapan pengetahuan, dalamnya pengalaman dan runcingnya keyakinan.

Muhammad Saw selain disifati dengan sifat shiddiq (benar), amanah (dapat dipercaya) dan tabligh (transparan), juga disifati sebagai seorang fathanah (cerdas). Baik dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa, maupun sebagai seorang rasul. Semua ucapan, pikiran, tindakan dan perasaannya dikemukakan dengan dasar argumen yang meyakinkan. Tidak hanya diakui oleh para sahabat dan kaum mukmin pada umumnya, namun kecerdasan Muhammad Saw juga diakui oleh para pemuka Yahudi dan Nashrani.
''Semangat yang ingin dibangun oleh buku ini bukan pada penjelasan diferensiatif antara rasio, emosi, dan spiritualitas. Justru buku ini beruaha menjembatani semuanya melalui penjelasan sunah Nabi. Islam tidak mengenal dikotomi antara jasmani dan ruhani, antara ruh dan jasad. Keduanya memiliki ikatan fungsional dalam membangun tatanan kehidupan sosial yang dipandu oleh nilai-nilai spiritual (ilahiah).''Ary Ginanjar Agustian, Penulis buku ''Best Seller'' ESQ

_______________________________________________________

99 Q, Kecerdasan 99 : Cara Meraih Kemenangan dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Buku Pertama)

Dalam dunia ilmu pengetahuan berkembang temuan tentang tingkat kecerdasan umat manusia. Mulai dari Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan terakhir Spiritual Quotient (SQ). Temuan-temuan tersebut menandakan adanya potensi-potensi tersembunyi di dalam diri manusia yang harus terus digali, sehingga mampu mengaktualisasikan dirinya secara maksimal. Begitupun dengan 99 Quotient (Kecerdasan 99) yang dijelaskan oleh buku ini.

99 Quotient (99Q) merupakan sebuah istilah yang diilhami oleh 99 nama Allah. Di dalam diri manusia terdapat 99 potensi kecerdasan dan kemampuan yang merupakan manifestasi dari 99 nama Allah tersebut. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw, disebutkan, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam sesuai dengan citra-Nya," (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam penjelasan sufistik Ibnu Arabi, hadis ini mengandung makna bahwa sejak awal penciptaan manusia, Allah menyimpan pengetahuan tentang segala sesuatu di dalam diri manusia. Pengetahuan tersembunyi tersebut -menurut Carl Gustav Jung- terekam dalam bawah sadar (sub-conscious). Di alam bawah sadar ada muatan yang akan membuat pengetahuan meningkat tak terkira apabila dapat dihidupkan.

Di sinilah buku ini hadir dengan mencoba menjelaskan baik secara teoretis maupun praktis langkah-langkah untuk mengejawantahkan 99 kecerdasan yang tersembunyi di dalam diri manusia. Buku ini tidak sekadar membahas kecerdasan tersebut dari berbagai sudut pandang, tetapi memberikan cara mudah untuk mengaktualisasikan potensi-potensi tersebut dengan melatihnya melalui 99 nama Allah.

"Nama-nama Allah itu mengungkapkan hakikat-Nya pada manusia yang sekaligus pula membimbingnya kembali kepada Allah yang merupakan satu-satunya sumber keseluruhan realitas."
--Seyyed Hossein Nasr
Profesor Islamic Studies, di George Washington University, Amerika Serikat




Tuesday, April 26, 2005

Buku hari ini

Quranic Quotient : Kecerdasan-kecerdasan Bentukan Al-Quran




Al-Quran adalah mukjizat terbesar bagi umat manusia. Ia adalah Kitab Suci yang sangat komprehensif pembahasannya dan indah gaya bahasa (balaghah)-nya. Ada beberapa sebutan bagi Al-Quran karena keluarbiasaannya itu, yaitu Al-Kitab (Buku/Tulisan), Al-Bayan (Penjelas), Al-Furqan (Pembeda, Pemisah), Al-Huda (Petunjuk), Al-Dzikra (Peringatan), dan Al-Syifa (Obat). Penyebutan itu muncul karena begitu banyaknya fungsi Al-Quran bagi kehidupan umat manusia. Fungsi-fungsi tersebut menjadi modal dasar bagi pembentukan kecerdasan manusia.

Kecerdasan bentukan Al-Quran itulah yang menjadi inti pembahasan buku ini. Salah satu yang dijanjikan Al Quran agar orang dapat hidup bahaya (hasanah) di dunia dan di akhirat, adalah memperoleh pencerdasan sebagai bukti pemanfaatan informasi, pesan, muatan, dan nilai yang dikandung Al-Quran. Namun, untuk mencapai ke arah itu, seseorang harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah ditentukan oleh Al-Quran sendiri. Tahapan dan mekanisme tersebut adalah hal-hal yang sangat elementer dalam kehidupan, meliputi proses menyadari, hal yang sangat elementer dalam kehidupan, meliputi proses menyadari, menyerahkan diri, mendengarkan, membaca, memperhatikan, mempelajari, memikirkan dan seterusnya. Selanjutnya, setelah kecerdasan tersebut diperoleh, seseorang tidak boleh berhenti sampai di situ. Kecerdasan tersebut harus terus diberdayakan agar ia bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan orang lain.

Kehadiran buku ini semakin membuktikan bahwa tidak ada yang sia-sia di dalam Al-Quran. Seluruh aspek yang ada dalam Al-Quran memang diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Hanya saja harus ada upaya untuk selalu menggalinya. Lagi-lagi, buku ini telah menjadi bukti untuk itu.

Monday, April 25, 2005

Bainat Ta'shil Wat Tathwir

Materi Kaderisasi
Bainat Ta'shil Wat Tathwir

Konsistensi kita dalam menjaga ta'shil wattathwir ini adalah sangat penting bagi keselamatan kita baik kita sebagai pribadi atau kita sebagai jama'ah atau kita sebagai harokah sebagai gerakan sebab tanpa perimbangan antara ta'shil wat tathwir sudah tentu akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan penyimpangan-penyimpangan da'wah ini baik diakibatkan oleh mengabaikan ta'shil atau mengabaikan tathwir "Yushlih lakum a'maalakum walakum dzunuubakum waman yuthi'illaahu warasuulahu faqad faaza fauzan 'azhiima"

Ikhwah fillaah sekalian .

Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Alloh SWT di pagi ini dalam rangka taqarrub kita ta'abbud kita kepada Alloh SWT melalui segala aspek kehidupan kita di segala bidang hidup. Kita berharap segala langkah perjuangan yang kita ayunkan mudah mudahan (dengan pertemuan ini) terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas taqarrub kita dan ta'abbud kita kepada Alloh SWT dan Insya Alloh kita memetik hasilnya di yauma yaquumul hisab

Ikhwan dan akhawat fillaah .

Kalau tadi Akhuunal. Al-Faadhil DR Hidayat menyebutkan tentang ...Da'wah Ikhwaniyyah sudah tentu materi ini materi ringkasan bagi acara kita, yang tidak mungkin dibicarakan sejam dua jam, sehari dua hari. Masalahnya apa ?Masalahnya Ashalah da'wah Ikhwaniyyah atau Ashalah Ikhwaniyyah pada hakikatnya ia tidak punya spesifikasi lain kecuali Ashalah Islamiyyah, jadi Ashalah Ikhwaniyyah adalah Ashalah Islamiyyah. Apakah itu sendiri meminjam bahasanya salah seorang ikhwah bahwa Ashalah Da'wah Islamiyyah itulah yang dipakai Ashalah Da'wah Ikhwaniyyah tidak punya perbedaan apa-apa.Membicarakan Ashalah Da'wah Ikhwaniyyah sebesar membicarakan Ashalah Da'wah islamiyyah

Membicarakan ashalah islamiyyah sebesar membahas membicarakan ashalah ikhwaniyyah dia tidak mempunyai mabadi baik aqidiyyah fikriyyah manhajiyyah kecuali mabadi aqidiyyah fikriyyah dan manhajiyyah islamiyyah yang bersumber pada Qur- an dan sunnah tapi betapapun . demikian luasnya pembahasan tentang ashalah yang kita harus merupakan bagian upaya kita untuk meningkatkan diri salah satu keistimewaan da'wah ikhwan yang berdasar da'wah islamiyyah itu selain mengulangi ke pemahaman yang dicakup kalimat syumuliyyah dan takamuliyyah integralitas ajaran islam integralitasperjuangan islam juga keterpaduan dari perjuangan itu dan dari tatanan darisystem yang kita anut sesuai dengan integralitas dan keterpaduan syumuliyyahdari ajaran islam itu sendiri ada hal lain masalah syumuliyyah takamuliyyah itu lebih kepada pendekatan prinsipil tapi ada keistimewwan yang lain yairupendekatan dari segi pendekatan operasional kemampuan da'wah ikhwan mewarisinilai-nilai islam mewarisi nilai-nilai da'wah islam dari para rasul dan para anbiya para ashhabu Rasulillah saw radhiallohu anhum ajma'in juga para salafshalihin yaitu dalam bentuk kemampuannya dalam melakukan tawazun dalam melakukan langkah-langkah yang mutawazinah bainal khuthuwat ta'shiliyah wakhuthuwat tathwiriyyah Ini salah satu tamayyuz ikhwani yng sebetulnya merupakan tamayyuz islami yang banyak diabaikan oleh gerakan-gerakan da'wahlain yang banyak diabaikan oleh jamaah- jama'ah lain yang banyak diabaikanoleh perjuangan-perjuangan lain sambil kita tetap respek kepada merekamengakui eksistensi perjuangan mereka dan mengakui juga insya Alloh keikhlashan mereka dan pengorbanan mereka dalam perjuangan

Satu titik Qadratud da'wah kemampuan da'wah dalam melangkah bainat ta'shil wattathwirini adalah di jaman modern ini adalah tamayyuz ikhwani tamayyuz islami yang betul-betul dilaksanakan secara konsisten oleh ikhwan sudah tentu kalau kitamembahas lebih dalam lebih luas dan lebih detail tentang ad da'wah bainatta'shil wat tathwir sekali lagi juga parlu waktu yang panjang dan dulu jugapernah saya sampaikan setelah kita muncul sebagai partai kalau nggak salah tampatnya di sidik nggak bukan bukan di sidik di LKPSI apa dulu di nadwahsaya menjelaskan sangat dalam bainat ta'shil wat tathwir diantara antum sayaruju kembali kepada detail materi itu bahkan saya berikan dengan skemalengkap saya sampaikan kembali lebih kepada dzikro sebagai dzikro dan jugasebagai selain sebagai dzikro juga sebagai resume saja terhadap materi yangsebetulnya materi ..tentang adda'wah bainat ta'shil wat tathwir

Ikhwan dan akhawat fillaah

Konsistensi kita dalam menjaga ta'shil wattathwir ini adalah sangat penting bagi keselamatan kita baik kita sebagai pribadi atau kita sebagai jama'ahatau kita sebagai harokah sebagai gerakan sebab tanpa perimbangan antara ta'shil wat tathwir sudah tentu akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinanpenyimpangan-penyimpangan da'wah ini baik diakibatkan oleh mengabaikan ta'shil atau mengabaikan tathwir

Ikhwan dan akhawat fillah

Kita ketahui bahwa kesumuliyahan da'wah kita ketakamuliyahan da'wah kita tersimpul dalam pengelolaan bagaimana membangun hablum minalloh yang baik dan hablum minannas yang baik dan ini sangat terkait dalam kemampuan kitamenjaga keseimbangan antara qudroh ta'shiliyyah yang lebih bertitik berat kepada utuhnya komitmen kita kepada Alloh swt komitmen kita kepada Rasululloh saw komitmen kita kepad kitab dan sunnah titik beratnya di situbukan berarti tanpa hubungan sama sekali dengan konteks hablum minan naas sangat kait terkait begitu juga konsistensi kita keistiqomahan kita dalam membangun khuthuwat tathwiriyyah adalah titik beratnya ta'sisnya ..nyaa dalah bagaimana membangun hablum minan naas secara baik Tanpa kedua itusudah tentu akan terjadi inkhirofat yang akan menimbullan bala malapetaka fid dunya wal akhiroh na'udzu billaahi min dzaalik

Ikhwan dan akhawat fillaah

Seperti saya tadi tegaskan bahwa kemampuan kita mengelola da'wah di sektorkhuthuwat ta'shiliyyah langkah-langkah originilisasi da'wah kita baikaqidiyyan fikriyyan wa manhajiyyan ini adalah sekali lagi lebih dekat kepadakonteks bagaimana keutuhan hubungan kita kepada Alloh swt. Bagaimanakeutuhan hubungan kita kepada Alloh swt baik dari sisi moral dari sisima'nawiyyah dari sisi ruhiyah yang dibentengi oleh shihhatul aqidah kitakebersihan aqidah kita minasysyirk kabirun wa shaghirun dari kesyirikan baikyang besar maupun yang kecil baik yang nampak zhohir atau yang menyelinap didalam hati kita na'udzubillaahi min dzaalik menyelinap di dalam perasaankita yang menyelinap di dalam pikiran kita.

Insya Alloh dengan memperhatikan selalu langkah-langkah ta'shiliyyah keutuhan ruhiyyah kita fikriyyah kita manhajiyyah kita keutuhun ruhiyyah kita ma'nawiyyah kita dan konsistensi aqidah kita akan terjaga dengan baik ada salah satu aspek untuk selalu menjaga kita mepunyai kesadaran akan pentingnya qudwah ta'shiliyyah ya sebetulnya konteks materinya banyak di tamhidiyyah banyak di takwiniyyah yaitu adanya suatu kesadaran

Pertama-tama kesadaran tentang manzilatul insan tentang posisi manusia di hadapan Alloh swt Pertama-tama posisi sebagaim akhluk Posisi sebagai makhluk ini penting selalu disadari oleh kitabetapapun tingginya ilmu kita martabat keulamaan kita keintelektualan kitajabatan formal kita dalam jama'ah atau dalam negara atau dalam masyarakatMenghidupkan kesadaran akan posisi sebagai makhluk ini penting karena konteksnya sebagai makhluk adalah aspek ketergantungan kepada kholik Tidaksatupun kita yang tidak mempunyai ketergantungan kepada penciptanya tidaksatupun produk yang tidak mempunyai ketergantungan kepada pembuatnyabuatan-buatan manusia saja buatan-buatan pabrik bikinan manisia merek-merekmobil itu semuanya tergantung kepada pabriknya baik ketergantungan teoritisdengan petunjuk-petunjuk manualnya atau ketergantungan softwarenya atau hardwarenya dalam bentuk sparepart yang besar atau yang kecil seluruhnyamempunyai ketergantungan mungkin nampak sepele namun sangat mendasar sangatpenting untuk kesadaran kita bahwa kita harus kembali kepada asholah bahwamanzilah kita di depan Alloh swt sebagai makhluk Oleh karena itu sebagaimakhluk secara total secara mutlak mempunyai ketergantungan kepada kholik dan ini modal dasar untuk kita selalu tadarru selalu inqiyaad selalu mendekatkan diri kepada khalik kita

Ikhwan dan akhwat fillaah

Kesadaran yang kedua dari posisi manusia ini yaitu kesadaran sebagai hamba sebagai 'abd Kesadaran sebagai hamba ini penting juga dibangun sehinggakalau kesadaran sebagai makhluk tadi ketergantungan secara total daam segala aspek kehidupan kalau dalam aspek penghambaan ini lebih kepada apresiasidari keinginan-keinginan kehendak-kehendak kemauan-kemauan rencana-rencanaitu seluruhnya sangat terkait dengan grand design yang sudah ditentukan olehAlloh sebagai sayyid Alloh sebagai Tuhan kita Kita sebagai hamba tidak bisa lepas diri dari grand design bagi kehidupan kita bagi langkah-langkah kitabagi perjuangan kita yang sudah digariskan yang sudah ditentukan oleh Alloh sebagai sayyid sehinga inilah yang disebut bahwa kita tidak mempunyaikehendak apapun kecuali yang dikehendaki Alloh swt dan ayat-ayat Al Qur-an begitu banyak menjelaskan sisi Aqidah dari segi kesatuan akan memisahkankesatuan kehendak keinginan rencana -rencana segala sesuatu sesuai denganiradatillah Inilah posisi kita manzilah kita sebagai 'abd. Yang ketigaadalah kesadaran manzilah sebagai jund Walillaahi junuudus samaawaati walardh Sebagai prajurid sudah tentu merasakan adanya sebuah jalur komando yang harus dia ta'ati Yaitu garis komando dari Alloh dan Rasul ketaatan mutlak yang seperti dikatakan oleh Al Qur-an falaa warabbika la yu'minuun hattayuhakkimuuka fiimaa syajaro bainakum tsumma laa yajidu fi anfusihim harojanmimma qadhaita wayusallimu tasliima itu adalah posisi manzilah kita sebagaiprajurit. Siap menerima komando. Siap melaksanakan tugas-tugas siapmenghentikan dari segala larangan-larangan yang diatur oleh Alloh swt InsyaAlloh jika kita dari sisi manzilah ini dari posisi sebagai makhluk sebagaihamba dan sebagai jundi ini terjaga baik insya Alloh dan itu menjaganyadengan upaya-upaya ta'shil upaya-upaya kembali kita kepada ashalah islamiyyah asholatud da'wah insya Alloh kesadaran ini akan tumbuh

Saturday, April 16, 2005

Aksi Solidaritas untuk Palestina

Aksi Solidaritas untuk Palestina yang telah dilakukan oleh PKS.insya allah Ahad 17 April aksi besar-besar akan di adakan




Akhawat yang menyertai aksi palestina


Kumpulan Ruhul Jadeed memberikan persembahan

anak acuan al quran

Anak adalah Cermin

Publikasi: 15/04/2005 09:11 WIB
eramuslim - Ba'da Maghrib usai menjalankan sholat, seperti biasa anakku mengambil Al-Quran dan membacanya. Sementara aku sendiri membaca dzikir Al Ma'tsurat terlebih dahulu, sebelum mengaji.

Tak kusangka, beberapa saat kemudian, belum juga bacaan dzikirku usai, anakku telah mengucap shodaqollohul 'adzim, menyudahi bacaannya. Aku lantas bertanya, "Kenapa ngajinya udahan"? Anakku menjawab sekenanya, tanpa alasan yang kuat. Pokoknya sudah saja.

Aku kemudian mencoba memberikan berbagai nasihat, agar dia segera meneruskan mengaji. Namun tak berhasil, anakku tetap pada pendiriannya.

Sejenak kemudian aku merenung, mengingat hari-hari kemarin yang telah berlalu. Aku ingat persis, beberapa hari sebelumnya memang aku mengaji tak memenuhi target seperti hari-hari biasa karena berbagai alasan. Pada hari-hari berikutnya pun, aku tak mencoba membayar kekuranganku mengaji, seperti yang biasanya kulakukan. Padahal, ada sebuah komitmen tak tertulis yang telah kutanam dalam hati, "Bila hari ini ngaji tak memenuhi target, maka esok hari wajib melunasinya", namun hari-hari itu tak kulaksanakan.

***

Suatu waktu, aku juga melihat anakku melakukan sesuatu yang biasa aku lakukan, walaupun hal-hal tersebut kulakukan tidak dihadapannya. Dan aku menganggap, dia tak akan tahu. Namun aneh, kok dia bisa melakukan hal yang sama.

Bahkan ketika aku sedang malaspun, aku akan melihat anakku juga menjadi malas. Masya Allah, aku benar-benar melihat diriku ada pada anakku.

Di hari lain, kawanku bercerita tentang bagaimana sikap anakku terhadap anaknya. Ketika itu, dia menjemput anaknya pulang sekolah dan bertemu dengan anakku yang sedang bertanya berbagai hal tentang sekolah anak kawanku ini. Di akhir cerita dia bilang, "Pokoknya persis dengan umminya deh".

***

Dari kejadian-kejdian di atas, aku dapat menyimpulkan bahwa anak adalah cermin kita. Apa yang ada padanya, memperlihatkan apa yang ada pada diri kita. Apa yang dilakukannya, memperlihatkan apa yang telah kita lakukan. Hingga, anak dapat kita jadikan sebagai tempat berkaca diri. Ketika kita melakukan kebaikan, maka anak akan terlihat baik di mata kita, begitupun ketika kita berbuat yang sebaliknya.

Benar kata Rasululloh SAW, bahwa anak adalah cermin bagi orang tuanya.

Semoga, kita para orang tua mampu untuk memberi tauladan bagi anak-anak kita, hingga cermin-cermin yang kita hasilkan adalah cermin-cermin yang baik, yang akan menghasilkan bayangan-bayangan yang indah dalam hidup kita.

Robb,bimbinglah kami untuk menjadi orang tua-orang tua yang shalih dan shalihah, agar kami mampu menjadikan anak-anak kami anak-anak yang sholeh dan sholihah pula.Amiin

ps: pastikan mutabaah kita sentiasa dijaga dan jika boleh istiqamah wa istimrar, meningkat dari sedikit demi sedikit.. itu lah bekalan untuk kekuatan dalaman kita.. insya ALlah

Friday, April 08, 2005

Peran Wanita dalam Dakwah Rasulullah Saw.

Oleh Syamsu Hilal

“Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud).

PKS Online: Ketika Rasulullah Saw. diutus ke dunia, beliau bersabda, “Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud). Sejak saat itu paradigma pemikiran dan perlakuan terhadap wanita berubah seratus delapan puluh derajat. Derajat wanita diangkat dan dimuliakan. Wanita dikatakan sebagai pendamping pria karena pada setiap kesuksesan seorang pria, pasti ada peran wanita yang sangat signifikan. Apakah peran sebagai seorang ibu atau seorang istri. Banyak tokoh-tokoh menjadi penting dan terkenal lantaran ditopang oleh peran wanita. Maka, atas perannya yang demikian, wanita sering disebut sebagai tokoh penting di belakang layar.

Peran wanita Muslimah dalam jihad Rasulullah Saw. amat signifikan. Sebagian besar mereka yang berhijrah ke Habasyah adalah bersama istri-istri mereka. Bahkan sejarah Islam mencatat bahwa manusia yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Dan manusia pertama yang syahid di jalan Allah juga seorang wanita, yaitu Sumayyah.

Selain Khadijah Ra. dan Sumayyah, masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Aisyah Ra., Ummu Sulaim, Sumayyah, Nusaibah, Asma binti Abu Bakar, dan masih banyak wanita lain yang memegang peranan penting dalam perintisan dakwah Rasulullah Saw. di Mekkah dan Madinah.

Dalam kitab-kitab sirah (sejarah) dikisahkan, setelah Rasulullah Saw. menerima wahyu pertama di gua Hira, beliau pulang dalam keadaan menggigil. Tubuhnya gemetar ketakutan. Setibanya di rumah, Beliau meminta istrinya, Khadijah Ra., menyelimuti tubuhnya. Lalu, Khadijah menyelimuti dan mendekap tubuh Rasulullah Saw. dengan penuh kasih sayang, hingga hilang rasa takutnya. Khadijah tidak langsung menanyakan apa yang telah terjadi pada suaminya, hingga Rasulullah Saw. sendiri berkata, “Wahai Khadijah, tahukah engkau mengapa tubuhku tadi gemetar?” Belum sempat Khadijah menjawab, Rasulullah berkata lagi, “Sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku sendiri.” Khadijah menjawab, “Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat anda kecewa. Anda seorang yang bersikap baik kepada kaum kerabat, selalu berbicara benar, membantu yang lemah, menolong yang sengsara, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.” Mendengar ucapan itu, Nabi menjadi tenang.

Jawaban Khadijah bukanlah sekadar untuk membesarkan hati Nabi, tapi merupakan pengungkapan fakta yang sesungguhnya. Nabi Muhammad Saw. sejak kecil telah menginvestasikan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Sebuah fakta perlu medapatkan pengakuan dari orang lain agar menjadi nilai universal yang didukung oleh masyarakat luas. Rasulullah Saw. bukan tidak yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata atas bimbingan wahyu. Tapi beliau ingin tahu apakah dakwahnya diterima masyarakat.Sebagai istri, Khadijah Ra. telah mengambil sikap cerdas, yaitu memberikan dukungan total terhadap dakwah sang suami. Bagaimana jika Khadijah memberikan pernyataan yang tidak menenangkan jiwa? Tentu Nabi Saw. akan merasa sedih. Karena bagaimanapun, seorang Rasul adalah manusia juga yang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yang dicintainyainya. Dan Khadijah Ra. telah memberi andil besar dalam membangun dakwah Rasulullah Saw.

Kisah lain, suatu ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq didampingi Rasulullah Saw. mendatangi tokoh-tokoh musyrikin Quraisy yang sedang berkumpul dekat Ka’bah. Setelah duduk di tengah-tengah mereka, Abu Bakar berbicara mengajak para hadirin untuk beriman dan beribadah kepada Allah dan Rasul-Nya serta tidak mempersekutukan Allah dengan yang selain-Nya.

Sudah diduga, pidato Abu Bakar membuat wajah pemuka musyrikin Quraisy memerah. Hati mereka panas menggelegak. Seolah-olah mereka dihina. Seketika itu juga, para pemuka Quraisy dan pemudanya menyerang Abu Bakar dengan pukulan bertubi-tubi. Rasulullah Saw. berusaha melindungi Abu Bakar. Namun, banyaknya tinju yang mengarah ke wajah Abu Bakar sulit dibendung. Salah seorang pemuda Quraisy bernama ‘Atabah bin Rabi’ah menanggalkan sepatunya, lalu memukulkannya ke wajah Abu Bakar. Darah pun mengalir dari hidung dan mulut Abu Bakar. Luka memar membiru menghiasi pipi dan matanya. Banu Tamim, kabilah Abu Bakar, datang melerai dan menarik orang-orang yang menganiaya Abu Bakar. Empat pemuda Banu Tamim lalu membawa Abu Bakar pulang ke rumahnya.

Melihat anaknya terkapar berlumuran darah dan tak bergerak, Salma, ibunda Abu Bakar menangis dan memanggil-manggil nama kecil Abu Bakar. “Atiq…Atiq…Atiq!” Abu Bakar tidak menjawab panggilan ibunya. Dia masih tidak sadarkan diri.

Ibunda Abu Bakar membersihkan luka-luka diwajah anaknya dengan penuh kasih sayang. Tangannya memijat-mijat telapak tangan Abu Bakar agar anaknya itu segera siuman. Tubuh Abu Bakar mulai bergerak. Salma bertanya, “Bagaimana perasaanmu sekarang, Abu Bakar?”

Abu Bakar balik bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah.”“Kami tidak tahu,” jawab Salma. Abu Quhafah, sang ayah, hanya diam saja mendengarkan percakapan istri dan anaknya.

“Pergilah ibu temui Fathimah binti Khaththab, tanyakan kepadanya kabar Rasulullah,” pinta Abu Bakar. Salma segera menemui Fathimah dan menjelaskan apa yang menimpa Abu Bakar. Keduanya lalu menemuinya dan duduk di samping Abu Bakar yang masih terkapar.

“Rasulullah selamat dan kini berada di rumah Ibnul Arqam,” jelas Fathimah.

Abu Bakar berkeras untuk bertemu Rasulullah Saw. Malam itu juga, ibunya dan Fathimah memapah Abu Bakar menemui Rasulullah. Rasulullah bangkit dan menyambut Abu Bakar sambil mendoakannya. Salma, ibunda Abu Bakar mengucapkan syahadat di hadapan Rasulullah Saw.Penggalan kisah ini menggambarkan betapa besar peran Salma dan Fathimah dalam menyelesaikan “masalah” yang dihadapi Abu Bakar. Di saat Abu Quhafah, ayah Abu Bakar, dan para pemuda Banu Tamim bingung melihat kondisi yang menimpa Abu Bakar, Salma dan Fathimah tampil sebagai “decision maker”.

Keislaman Utsman bin ‘Affan pun tak luput dari peran seorang wanita, Su’da binti Kariz, bibinya. Suatu ketika Su’da bertamu ke rumah saudara perempuannya Arwa binti Kariz, ibunda Utsman, untuk menceritakan kabar kelahiran seorang Rasul dengan membawa agama yang lurus.

Utsman menyambut hangat kedatangan bibinya, dan menanyakan berita yang akan disampaikannya. Dengan senang hati Su’da menceritakan tentang Muhammad Rasulullah yang membawa agama kebenaran. Utsman sebenarnya tertarik dengan berita itu, tapi ia cepat mengalihkan pembicaraan ke seputar keluarga.

Malamnya Utsman tak bisa tidur lantaran kabar tentang Muhammad yang diceritakan bibinya terus terngiang di telinga. Ia heran, mengapa kabar itu terus mengganggu pikirannya. Ternyata Su’da amat baik dan runut dalam menceritakan kabar kerasulan Muhammad Saw. sehingga amat membekas di pikiran Utsman.

Paginya, ketika berangkat ke kebun, Utsman bertemu teman akrabnya, Abu Bakar. Melihat wajah Utsman yang agak lain, Abu Bakar bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan, Utsman?”

“Tidak ada,” jawabnya. “Hanya saja kemarin bibiku menceritakan tentang kehadiran seorang Rasul di tengah-tengah kita. Sejak itu, berita itu terus mengganggu pikiranku,” lanjut Utsman.

Abu Bakar membenarkan berita yang disampaikan Su’da kepada Utsman, lalu mengajaknya menemui Rasulullah Saw. Tak berpanjang kata, Utsman menyatakan diri masuk Islam.I

slamnya Hamzah bin Abdul Mutholib juga tak lepas dari peran seorang wanita, yaitu ibunya. Pada suatu hari ibunda Hamzah menceritakan kasus penghinaan dan penganiayaan yang menimpa Nabi Muhammad oleh Abu Jahal. “Hai Abu Imarah (nama panggilan Hamzah)! Apa yang hendak kau perbuat seandainya engkau melihat sendiri apa yang dialami kemenakanmu, Muhammad. Muhammad dimaki-maki dan dianiaya oleh Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), lalu ditinggal pergi sementara Muhammad tidak berkata apa-apa kepadanya,” ujar ibunda Hamzah.Mendengar cerita itu, raut muka Hamzah memerah dan pergi menemui Abu Jahal yang saat itu tengah berkumpul bersama teman-temannya. Tanpa ba-bi-bu Hamzah memukul Abu Jahal dengan busurnya hingga berdarah. Hamzah berkata, “Engkau berani memaki Muhammad? Ketahuilah aku telah memeluk agamanya!”

Begitupun keislaman Umar bin Khaththab tak lepas dari peran adik perempuannya Fathimah. Waktu itu Umar sedang marah dan mencari Muhammad untuk dibunuh. Di tengah jalan ada orang yang memberitahu bahwa adiknya Fathimah sudah masuk Islam. Umar pun mengurungkan niat mencari Rasulullah dan berbalik ke rumah Fathimah yang dinilainya telah berkhianat dari agama nenek moyang. Umar menyerbu ke dalam rumah adiknya lalu memukul Fathimah hingga berdarah. Ternyata darah yang mengucur dari wajah Fathimah meluluhkan hati Umar. Saat itu Umar melihat secarik kertas yang berisi ayat Al-Qur’an. Ia amat terpesona dan berkata, “Alangkah indahnya dan mulianya kalimat ini.” Setelah itu Umar menemui Rasulullah Saw. dan menyatakan keislamannya.

Dari kisah-kisah di atas, tampak bahwa wanita dengan segala kelebihannya mampu berperan penting dalam perjalanan dakwah di masa Rasulullah Saw. Saat ini Islam membutuhkan wanita-wanita yang memiliki semangat seperti Khadijah, ‘Aisyah, Sumayyah, Ummu Sulaim, Asma, dan Fathimah untuk memperbaiki umat dan bangsa yang tengah meradang. Wallahu a’lam bishshawab.

Tuesday, April 05, 2005

Setiap hari sebelum subuh menjelang, kedua telapak tangan diangkat, lengan dihulur dengan penuh harapan dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan. Ketika lidah bergerak, tiada lain hanya untuk menyebut, mengingati dan berzikir dengan menggunakan namaNya. Begitulah hati akan menjadi tenang, jiwa akan damai, urat saraf tidak lagi menegang dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya , keyakinan akan semangkin mengukoh.

Kerana.

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata-kata yang sangat berharga.

Allah : Miliknya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah.Allah : Daripadanya semua kasih saying, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebajikan.

Allah; Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

Dari Laa Tahzan ( Ya Allah )
from paksi.net

Friday, April 01, 2005

:: dari sms :: jazakillah ukhti


Generasi terbaik (3:110) adalah yang dicipta sebaik-baiknya kejadian (95:4) - mereka diajar bahawa kehidupan ini untuk diuji siapa paling ahsanul 'amala (67:2), maka mereka apabila bicara mereka memilih bicara terbaik - berdakwah (41:33), apabila medgr mereka ambil yang tbaik sehingga digelar ulul albab( 39:18) dan menunjukkan ketaatan tbaik (2:286), akhirnya mdpt ganjaran tbaik dari ALLah (16:97).. ameen

Monday, March 28, 2005

BERLIAN & GRAFIT

artikel ini ditulis oleh pelajar UKM.. mohon komen dari pembaca keatas artikel ni

Seperti yang kita telah sedia maklum,berlian adalah material yang paling keras yang wujud dalam dunia ini. Kekerasannya terbukti apabila hanya berlian sahaja yang mampu memotong berlian sedangkan grafit ialah antara material yang paling lembut di dunia. Tetapi, ironiknya, kedua-dua komposisi berlian dan grafit hanya terdiri daripada unsur karbon semata-mata dan karbon adalah unsur terpenting dalam semua struktur kehidupan di dunia ini.

Dalam persamaan yang besar ini, mengapa berlian merupakan material yang paling keras dan grafit adalah antara yang lembut? Mengapa berlian transparent tetapi grafit berwarna gelap?Apa yang membuatkan berlian sungguh unik?

Berlian menghalang kemasukan air kepadanya, satu ciri yang luar biasa bagi kebanyakan mineral. Menakjubkan juga bahawa berlian mempunyai ,ketumpatan yang tinggi walaupun jisim atomik karbonnya rendah.. Bagaimana berlian dimampatkan dengan begitu jitu dan unsur karbonnya tersusun rapat antara satu sama lain berbanding grafit adalah kerana berlian terhasil di bawah tekanan yang kuat daripada Bumi.
Fenomena luar biasa ini membuatkan berlian menjadi suatu bahan yang amat mudah membiaskan cahaya. Berlian yang tulen adalah tidak berwarna, tetapi sesetengahnya boleh bercahaya (fluoresce) dalam gelap. Apabila dikenakan dengan ultra ungu, sesetengah berlian boleh menyerap tenaga yang tinggi dan memancarkannya sebagai cahaya nampak.

Berlian juga dinamakan sebagai air batu. Ini kerana berlian dapat mengekstrak atau mengkonduksikan haba supaya menjauhi pemakainya. Ini sebabnya apabila anda menyentuh berlian dengan bibir, ia akan terasa seperti air batu.
Perbezaan yang sangat ketara antara berlian dan grafit adalah daripada ikatannya. Karbon neutral mempunyai 6 elektron dan 6 proton di sekelilingnya. 4 daripada 6 elektron ialah electron valens. Dalam berlian, keemmpat-empat elektron berikatan dan berkongsi dengan atom-atom bersebelahan dan membentuk unit tetrahedral. Ikatan yang berkongsi elektron-elektron ini adalah ikatan kimia yang paling kuat pernah diketahui yang dinamakan ikatan kovalen. Tetapi dalam grafit, setiap karbonnya, hanya 3 daripada 4 elektron valens yang berikatan dengan karbon bersebelahan. Akibatnya, terhasil lapisan-lapisan yang lemah daripada segi ikatan dan menyebabkan grafit licin dan ‘slippery’.
Berlian dengan ciri-ciri unik seperti di atas adalah bukti kekuasaan Allah dalam penciptaanNya. Dalam kehidupan, kita boleh mengintepretasikan perbezaan-perbezaan dan persamaan tunggal yang terdapat antara berlian dan grafit dengan nilai umat Islam zaman Rasulullah SAW dan umat Islam pada masa kini.

PERBANDINGAN DENGAN UMAT ISLAM

Walaupun mempunyai satu ciri utama yang sama iaitu agama Islam sebagai pegangan, namun umat Islam zaman Rasulullah SAW ‘berikatan dengan kuat’ antara satu sama lain dan membentuk ikatan yang kuat pula. Sedangkan umat Islam zaman sekarang ‘terikat’ dengan dunia yang mempunyai ‘ikatan yang lemah’. Ketika berlian menghalang kemasukan air kepadanya, umat Islam zaman Rasulullah SAW menghalang percampuran antara hak dan batil. Tidak seperti umat Islam zaman sekarang, hak dan batil bercampur aduk. Yang ‘diserap’ masuk adalah maksiat dan hiburan yang menghayalkan.

Sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya akan ada di kalangan umatku beberapa kelompok manusia yang akan menghalalkan zina, sutera (bagi lelaki), arak dan muzik-muzik”.
HR. Bukhari -kitab Sahih


Kagum terhadap orang fasik, dimana dikatakan:
“Sungguh hebat dia, sungguh jarang orang seperti dia dan sungguh pintar dia sedangkan di dalammya tidak ada iman sedikitpun walaupun sebesar biji.”
Muttafaqun ‘Alaih, HR Bukhari, Muslim,Ahmad,
Tirmizi,Ibnu Majah dari Huzaifah r.a.


Bagaimana umat Islam waktu ini akan tinggi ‘kemampatannya’ sedangkan ‘ikatan-ikatan’ yang mengikatinya longgar, tidak seperti umat Islam zaman Rasulullah dimana sahabat-sahabat di awal kedatangan Islam yang sangat cintakan arak dan berbangga dengannya sanggup memecahkan botol-botol arak dan membuang kesemuanya sedangkan arak-arak tersebut mahal harganya. Ini terjadi ketika terdengar:

“Ketahuilah! Sesungguhnya arak telah diharamkan!”

Sehingga dikatakan bahawa lorong-lorong kota Madinah dibanjiri oleh arak.

‘Ketumpatan’ umat Islam zaman Rasulullah SAW juga terselah walau pun ‘jisim atomik karbonnya’ rendah. Ini dibuktikan ketika dalam perang Badar. Walupun tentera muslimin hanya seramai 313 org sahaja, dan melawan tentera musuh seramai 1000 orang, namun kemenangan berpihak kepada tentera Muslim. Memang benarlah ‘ketumpatan’ umat Islam zaman Rasulullah terhasil daripada tekanan yang tinggi. Tekanan ini jugalah yang membuatkan Islam ‘bercahaya’. Apabila ‘tekanan’ dari kaum Quraisy yang dikenakan kepada umat Islam, contohnya Sumayyah, ‘berlian’ umat Islam pada masa itu pun ‘membiaskan’ cahaya sehingga bertambah teguh hati orang-orang Islam yang lain ketika melihatnya.

Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata:

“Wahai Rasul Allah! Sesungguhnya engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri, dan engkau juga lebih aku cintai daripada anakku sendiri. Sesungguhnya jika aku berada di rumah, aku sentiasa teringat kepadamu. Aku merasa tidak tahan sehingga datang dan melihat engkau. Dan apabila aku ingat akan akan kematianku dan kematianmu, aku tahu bahawa apabila masuk syurga, nescaya engkau akan diangkat ke tempat para Nabi. Sedang aku, kalau pun masuk syurga juga, aku khuatir tidak dapat melihatmu lagi (kerana dimasukkan dengan syurga yang berbeza).

Nabi SAW diam, tidak segera menjawab. Maka turunlah malaikat Jibril membawa firman Allah:

“Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahkan nikmat oleh Allah, iaitu Nabi-nabi, para shadiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(An-Nisa’ : 69)


Begitulah utuhnya kecintaan sahabat Rasulullah SAW terhadap baginda. Sedang, umat Islam sekarang ada yang mempersenda-sendakan Rasulullah SAW dengan tidak mengikuti sunnahnya atau mengambil sunnahnya yang dapat menguntungkan dirinya sahaja. Begitulah ‘hitamnya’ umat Islam sekarang dan begitulah ‘licin dan slippery’nya umat Islam sekarang sehingga menjadi rapu dan berpecah-belah, mudah ditindas oleh musuh-musuh Islam dan mudah ‘menyerap anasir-anasir luar tanpa menapisnya dahulu. ‘Ketumpatan’ pun berkurang. Walaupun bilangan umatnya ramai, namun tidak mempunyai kuasa hatta terhadap diri sendiri pun. Kekuatan ‘berlian’ di zaman Rasulullah SAW telah menjadi ‘grafit’ hitam yang lembut digunakan untuk menggores dan akhirnya habis digunakan sehingga tiada berbaki lagi.

Firman Allah:
“Iaitu orang-orang yang mengambil agamanya menjadi senda gurau dan main-main. Mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia, sebab itu pada hari ini (hari akhirat), mereka Kami lupakan sebagaimana mereka telah melupakan dahulu akan menemui hari ini dan kerana mereka menyangkal keterangan-keterangan Kami.”
(Al-Aa’raaf: 51)


Hanya dengan ‘tekanan’ yang tinggi sahaja yang dapat mengubah susunan ‘karbon’ umat Islam dan ‘ikatan’ kovalen yang kuat akan terjadi. Dengan ini, muncullah ‘berlian’ umat Islam yang kita rindu-rindukan selama ini.


Wallahua’lam



Sibghah Allah

[2:138] (Katakanlah wahai orang-orang yang beriman: Agama Islam, yang kami telah sebati dengannya ialah): Celupan Allah (yang mencorakkan seluruh kehidupan kami dengan corak Islam) dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada Allah? (Kami tetap percayakan Allah) dan kepadaNyalah kami beribadat.

Seandainya keimanan sudah sebati dengan jiwa manusia, celupan Allah akan mencorak kehidupan seseorang itu, dan itulah sebaik-sebaik celupan. Dan juga sebaliknya, kita manusia itu semakin kurang imannya, celupan2 jahiliyyah akan mewarnai dirinya... dari segi iktiqadiy, fikriy, syuuriy dan sulukiy.

Sunday, March 27, 2005

Anak dan Al Quran

Kopipaste dari milis berantai, dengan sedikt editan supaya lebih enak dibaca

From:dina sulaemanSubject:[kafe-muslimah]

Cerita dari Sekolah Hapalan Quran Anak BalitaSaya tinggal di Iran dan punya usia anak empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk, wah ternyata unik banget metodenya. Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat2 yg berkecimpung di bidang ini.

Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz'amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya. Di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu, lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik dll).

Kemudian, si guru ngajarin ayat wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23 dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya walidaini, isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz 'amma.

Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll. Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat. Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang anak saya krn masalah bahasa, cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya).

Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit.

Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, Mama, itu israf (mubazir)! Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A'raf :31 kuluu washrabuu walaatushrifuu/ makanlah dan minumlah, dan jangan israf/berlebih2an.

Waktu dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk Innal hasanaat ushrifna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan (Hud:114).

Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknya akan nyeletuk Mama, ghibah ya? (soalnya, dia sudah belajar ayat laa yaghtab ba'dhukum ba'dhaa/Mujadalah:12). Anak saya (dan anak2 lain, sesuai penuturan ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu disuruh. Ayat2 itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka.

Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. Tapi, setelah diajarkan ayat ttg jilbab (An-Nur:31), mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat limaa taquuluu maa laa taf'alun (As-Shaf:2)dia langsung bilang Nanti nggak gitu lagi Ma Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!

Setelah tanya2 ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran. Anak2balita itu di masa depan akan mmpunyai kenangan indah ttg Al Quran....[diapus]

Metode pengajaran ayat Quran dengan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun di bawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapal topik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan ayat2 mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini..), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa(Al Baqarah:168). Anak kedua juga memiliki kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun.

Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabi itu benar-benar fenomental (bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris), sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar2 digalakkan di Iran. Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah2 lain).

Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda/ lain daripada yg lain).


Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal, dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak. S

elain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD.Selain itu, menghapal Al Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh?lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal?cangkem (mulut)....

dari blog http://risvya.blogspot.com/2005/03/anak-dan-quran.html

Tuesday, March 22, 2005

kata-kata Mustafa Masyhur

Mungkin bermanafaat untuk kami menutup tulisan ini dengan ayat-ayat yang mulia yang telah diturunkan oleh Allah untuk meningkatkan semangat juang Muslimin selepas kekalahan di dalam peperangan Uhud, yang mana di dalam firmannya:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum kafir itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejadian dan kehancuran) itu. Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebahagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar" (Ali Imran: 139 - 142).

"Dan aku bermohon kepada Allah untuk mengambil tangan-tangan kita supaya kita menjadi orang-orang yang layak untuk mendapat pertolongan dan dokongannya, ya Allah perkenankanlah!. Tidakkah aku telah sampaikan ya Allah, maka saksikanlah".

Saturday, November 29, 2003

Selamat Hari Raya

Alhamdulillah... selesai juga ramadhan 1424... semoga Ramadhan kali ini memberi kesan perubahan kepada kita. Pada malam raya tu.. lepas ajer sembahyang isyak pelik lak.. tak sembahyang terawikh... ehe ye la.. alhamdulillah ramadhan kali ini boleh sembahyang terawikh dan pose sepanjang ramadhan.... alhamdulillah.. syukur kepada Allah Ar Rahman Ar Raheem.. doaku makbul juga semasa di awal Ramadhan lepas.. untuk pose the whole Ramadhan tahun ni ;)

ehmm mesti ramai terkejut ana guna blogspot lak kan... dulu danchan... sodeeq lak.. aper la jadi nya... harap ajer jd assistant bos sodeeq.. tp blog sodeeq ana tak ok ok lagi ehe... mmg asalnya dulu guna blogspot... tp masa tu blogspot asyik tak ok ajer... tukar lak danchan... kalau tgk entri yg kat bawah2 tu... sume entri yg awal2 dulu.. tak aper... sementara sodeeq x ok.. guna kat sini ajer dulu.. nk guna danchan.. coding yg danchan tak tahu simpan kt mana... banyak sangat code2 blog kt pc ni ;). insya Allah.. teruskan medan kita di internet ni.. moga manfaat kita kongsi bersamanya

Monday, February 10, 2003

Ya Hayyu Ya Qayyum

Ya Hayyu Ya Qayyum
Terimalah subuhku dalam hidayah-Mu
Berkatilah Zuhurku dalam rahmat-Mu
Ampunkan lalaiku dalam Asarku
Peliharalah imanku dalam Maghribku
Redhai Isyakku dalam kasih-Mu
Jumaatku basah dalam as-sajadah
Fajarku syahdu doa akasyah
Pagiku hening restu Haiqal
Dhuhaku nyaman
Selawat An-nur Muhammad Rasullullah
Taajudku indah al-mulk kebesaran-Mu Ya Allah
Ar-Rahman Ar-Raheem-Mu
Kekal bahagiaku
Sunat isyrakku mohon rezeki-Mu
Sunat Tasbihku mohon ampunan-Mu
Sunat hajatku mohon makbul-Mu
Terimalah ya Allah
Sujud Syukurku

Tuhan
Limpahkan aku rahmat ikhlas
Hindarkanlah aku riak bias
Dalam Rahman-Mu Ya Allah
Nikmat syukur yang indah



Kerana sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (al-hajj:46)"
Wanita Yang Menolak Perkahwinan

Sepertimana yang diberitakan kepada kita oleh akhbar Berita Harian, hari ini terdapat segolongan wanita yang menolak perkahwinan. Antara sebabnya ialah kerana memandang perkahwinan sebagai satu bebanan yang menyekat kebebasan. Bila berkahwin, kuasa mutlak dalam menentukan hidup mula berubah dan terpikul pula dengan kerja-kerja mengurus rumahtangga dan anak-anak.

Justeru itu ramai yang lebih rela menjadi andartu walaupun pada hakikatnya, ianya tidak dapat memberi kebahagiaan pada jiwa. Ada juga yang tidak berkahwin disebabkan terlalu memilih calon yang sekufu dan ada yang tidak sempat memikirkan perkahwinan kerana terlalu sibuk dengan tugas-tugas dan kerjaya masing-masing.

Kami akan menceritakan tentang kerugian yang dialami oleh wanita yang tidak mahu bekahwin; tetapi bukan kepada wanita yang tidak berkahwin kerana tiada jodoh. Kalau sudah tidak ada jodoh, wanita tersebut tidak boleh dipersalahkan kerana sudah takdir menentukan demikian. Masalahnya sekarang, terdapat wanita yang mempunyai peluang untuk berkahwin tetapi menolak dengan alasan-alasan sepertimana yang disebutkan di atas tadi.

Perkembangan tentang wanita yang tidak gemar berkahwin bukan sahaja berlaku di dalam masyarakat bukan Islam tetapi juga berlaku di kalangan masyarakat Islam. Sikap demikian bukan sahaja bertentangan dengan kehendak ajaran Islam yang menggalakkan perkahwinan tetapi juga bertentangan dengan fitrah semulajadi manusia yang hidupnya memerlukan pasangan. Bahkan sunnatullah kejadian manusia, ada lelaki dan ada wanita yang saling memerlukan antara satu sama lain. Ibarat talian elektrik yang memerlukan positif dan negatif untuk melahirkan cahaya.

Di Malaysia, walaupun terdapat di dalam masyarakat Islam sikap memilih hidup membujang tetapi tidak begitu berleluasa sepertimana di barat. Walaupun demikian, pada pandangan Islam, orang yang tidak berkahwin dianggap jelek. Menyerupai para pendita Kristian. Golongan ini juga tidak akan mendapat kesempurnaan dalam agama dan mengalami kerugian di dunia dan di akhirat. Kejelekan tidak berkahwin khususnya bagi kaum wanita, adalah lebih banyak berbanding dengan lelaki. Kerana umumnya bagi kaum wanita, pintu syurga lebih banyak bermula dan berada di sekitar rumahtangga, suami dan anak-anak.

Amat mudah bagi kaum wanita untuk mendapat maqam solehah dan menjadi ahli syurga di akhirat.

Ini berdasarkan sabda Rasulullah: "Sekiranya seorang wanita dapat melakukan empat perkara iaitu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga maruah dan taat kepada suami maka masuklah syurga mana-mana yang ia kehendaki."

Sekiranya seorang wanita itu tidak berkahwin, ia tidak akan dapat mencapai kesempurnaan pada maqam yang keempat. Walau sehebat mana sekalipun ia bersembahyang, berpuasa dan menjaga maruah, wanita yang tidak berkahwin tidak akan mendapat kelebihan pada mentaati suami. Sedangkan kelebihan mentaati suami mengatasi segala-galanya bagi seorang wanita, sehinggakan redha Allah pun bergantung kepada redha suami.

Selain daripada itu di antara kelebihan wanita yang berkahwin bahawa ia akan diberi pahala seperti pahala jihad fisabilillah (berjuang di jalan Allah) di kala mengandung. Apabila ia menyusukan anak maka setiap titik air susu akan diberi satu kebajikan. Berjaga malam kerana mengurus anak akan diberi pahala seperti membebaskan 70 orang hamba. Wanita yang berpeluh kerana terkena bahang api ketika memasak untuk keluarganya akan dibebaskan daripada neraka. Bagi wanita yang mencuci pakaian suaminya akan diberi 1000 pahala dan diampuni 2000 dosa. Lebih istimewa lagi ialah bagi wanita yang tinggal di rumah kerana mengurus hal-hal berkaitan anak-anak akan dapat tinggal bersama-sama Rasulullah saw di syurga kelak. Bahkan wanita yang rela dijimak oleh suami juga akan mendapat pahala dan lebih hebat lagi bagi wanita yang mati kerana bersalin akan mendapat pahala seperti pahala syahid.

Semua kelebihan-kelebihan ini tidak akan dapat diperolehi bagi wanita yang menolak perkahwinan. Malahan kedudukan mereka di dunia akan selalu berada di dalam fitnah dan di akhirat menjadi golongan yang rugi. Oleh itu wanita dianjurkan berkahwin apabila telah menemui pasangan yang sekufu. Yang dimaksudkan sekufu yang utama ialah dari segi iman, walaupun lelaki tersebut telah berkahwin.

Sabda Rasulullah saw: "Apabila datang kepada kamu lelaki yang beragama dan berakhlak maka kahwinlah dia, kalau tidak akan timbul fitnah dan kebinasaan.

Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau ia telah berkahwin?" Jawab baginda, "Kahwinilah juga ia (diulang sebanyak tiga kali)." Begitulah besarnya pahala bagi wanita yang berkahwin. Tidak perlu bersusah-payah untuk keluar rumah seperti kaum lelaki atau berslogan seperti kebanyakan wanita hari ini. Hanya dengan duduk di rumah sebagai seorang isteri dan ibu sudah memperolehi pahala yang banyak. Kalau suami redha dengan perlakuan seorang isteri itu maka akan terus masuk syurga tanpa melalui kesukaran. Nikmat ini tidak akan dapat diperolehi oleh wanita yang menolak perkahwinan kerana dia telah menolak untuk menjadi calon wanita solehah yang berada di bawah naungan suami.

Friday, January 31, 2003

WANITA SOLEHAH

Dibawah ini adalah beberapa petikan hadis yang menyatakan mengenai kelebihan wanita solehah, mudah-mudahan dengan membaca dan menghayati hadis ini akan memberi kekuatan kepada kita untuk mengamalkan Islam dalam erti kata yang sebenarnya. Insya - ALLAH.

"Empat jenis, siapa yang diberi akan keempat - empat jenis ini beerti dia telah memperolehi sebaik - baik dunia dan akhirat. Iaitu hati yang selalu bersyukur, lidah yang sentiasa berzikir, jiwa yang selalu sabar dengan cubaan dan isteri yang tidak melakukan dosa dan menzalimi suaminya".

Ath-Thabrani.

"Tidak perlu lagi seorang mukmin setelah ianya bertakwa kepada ALLAH akan sebaik - baik keperluan baginya selain dari isteri yang solehah. Jika ia menyuruh isteri mentaatinya. Dan jika dia melihat kepada isterinya, isterinya menyukakan hatinya. Dan jika dia menyumpah memarahi isterinya, isterinya tetap juga berbuat baik kepada suaminya. Dan jika suaminya tiada dirumah dia menyimpan rahsia dan harta suaminya".

Ibnu-majah.

"Janganlah kamu mengahwini wanita kerana paras rupa yang cantik, mungkin paras rupa itu membawa kehancuran, jangan kamu kahwini wanita kerana hartanya kerana berkemungkinan harta itu membawa kepada kezaliman. Tetapi kahwinlah wanita kerana agamanya, seorang wanita hamba yang hitam yang menghayati agama sesungguhnya lebih baik"

Ibnu - Majah.

Wallahua'lam.
ENAM PESANAN KHUSUS UNTUK WANITA
oleh ulama muktabar

1. Jaga solat pada awal waktu.
Kalau datang haid sekalipun jika tidak dapat solat, kena
duduk atas tikar sembahyang supaya anak tidak lihat kita
meninggal solat.

2. Hidupkan Bacaan Hadis Nabi saw di rumah dengan keluarga.
Dianjur baca Hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah zaman
Nabi saw sehingga dari rumah kita keluar anak-anak yg soleh
yg mendoakan kesejahteraan kedua ibubapa dunia/akhirat.

3. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya 8 ayat. Kalau tak
mampu nak baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan mencium
Al Quran dan muhasabah 'Ya Allah, apa dosa saya hingga saya
tak dapat nak baca kitab Mu pada hari ini."

4. Mendidik anak secara Islam.
Mengajar anak-anak dari kecil bermula dengan doa-doa masnun.
Iaitu doa seharian Nabi saw saperti doa tidur, bangun tidur,
makan dan sebagainya.

5. Hidup sederhana dengan tidak membebankan suami.
Setiap hari malaikat akan menghantar 500 jambangan bunga dari
syurga untuk wanita yg hidup sederhana. Setiap titisan air
masakan dan basuhan mereka akan menjadi zikir mohon keampunan
kepada Allah swt atas wanita tersebut.

6. Galak suami untuk bermujahadah atas Agama Allah.
Seorang isteri yg menggalakan suaminya untuk solat berjemaah
di Masjid/Surau akan dapat pahala berjemaah suaminya termasuk
solat dia sendiri.

Mudahan-mudahan ulasan ringkas ini bermanfaat. Muzakarahlah
bersama teman wanita lain supaya hakikat amalan ini masuk
dalam hati kita dan mudah nak amalkan.




Monday, January 13, 2003

WaNiTa IdaMaN.......

Wanita yang aku sayangi
Adalah pencinta tuhannya
Yang mengalir cinta, takut dan harap
Yang menguasai perjalanan penghidupannya
Dari waktu ke waktu
Dari hari ke hari
Sehingga perjanjian
Di antara jasad dan nyawanya
Berakhir....

Wanita yang aku rindui
Adalah wanita yang dimata dan wajahnya
Terpancar sinar Nur Illahi
Lidahnya basah dengan zikrullah
Di sudut hati kecilnya
Sentiasa membesarkan Allah

Wanita yang aku cintai
Yang menutup auratnya
Dari pandangan lelaki ajnabi
Kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya
Disanjung tinggi
Penduduk langit dan bumi

Wanita yang aku impikan
Adalah yang mendekatkan
Hatiku yang telah jauh
Kepada Ar Rahman dan Ar Rahim
Namun aku tidak ada di sana
Kerana aku dilamar kebendaan dunia

Wanita yang aku kasihi
Yang bersyukur pada apa yang ada
Yang bersabar pada apa yang tiada
Cinta pada hidup yang sederhana
Yang tidak bermatakan benda

Wanita yang aku sukai
Menjadi dian pada dirinya sendiri
Menjadi pelita untuk putera-puteri
Yang bakal dilahirkan
Untuk menyambung
Perjuangan di belakang hari

Sesungguhnya
Wanita yang selalu
Berada di dalam doaku
Adalah diriku,dirimu dan seluruh kaum Hawaku ....

Jadilah kita... WANITA "Mujahidah" yang diimpikan itu!


Kelebihan Seorang Wanita

1.Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah", Allah akan berkatkan rezekinya.

13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

16.Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

16. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

17. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

18. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

19. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

20. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

21. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

22. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

23. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

24. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Tuesday, October 08, 2002

PENYAKIT UMMAT ISLAM - KAEDAH & CARA PENGUBATAN (DR. SAYID MUHAMMAD NUH)

Pendahuluan
Buku ini menjelaskan pelbagai jalan kepada para aktivis yang sedang berjalan menuju Allah dengan membawa agamaNya untuk mengambil bekal dan persiapan agar perjalanannya tidak terputus, terlambat dan tidak ketinggalan kenderaan penyelamat, merupakan satu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan dan diabaikan. Ia merupakan suatu keharusan yang diwajibkan oleh dakwah dan jihad untuk menegakkan din Allah di muka bumi.

Dan di antara pelbagai masalah yang terpenting ialah, bahawa di sana ada penyakit-penyakit dan bencana yang mungkin sahaja menimpa sebahagian aktivis gerakan dakwah islam, lalu menghambat dan menghalangi mereka dalam menunaikan tugas dan kewajipannya.

Penyakit Pertama - FUTUR
Menurut lughat (bahasa), Futur bermaksud:

a) putus setelah bersambung atau tenang setelah bergerak

b) malas, lambat, pelan, setelah rajin dan bersungguh-sungguh

Adapun menurut istilah, Futur adalah satu penyakit yang menimpa sebahagian aktivis, menimpa secara praktikal (dalam bentuk perbuatan). Tingkatan yang terendah berupa kemalasan, menunda-nunda atau berlambat-lambat. dan kemuncaknya ialah terputus atau berhenti sama sekali.

Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

"Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai alasan apa untuk beribadah kepada-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka sentiasa bertasbih malam dan siang tiada henti-henti"

(Al-Anbiya' : 19-20)

Maksudnya, mereka (malaikat) selalu beribadat dengan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak layak bagi-Nya, selalu mengerjakan solat dan berzikir kepada Allah siang dan malam dengan tiada merasa lemah dan bosan.(Shafwatul Tafasir oleh Ash-Shabuni 2: 257-258) bersambung...

Thursday, October 03, 2002

Wasiat Abdullah Yusuff Azam

Wahai, kamu, umat Islam! Jihad itulah hidupmu, maruahmu dan kewujudanmu bergantung padanya (dengan kuasa Allah).

Wahai, kamu, Pendakwah! Kamu tiada nilai di bawah mentari melainkan kamu mengangkat senjata dan menghancurkan pemimpin zalim. kuasa kuffar dan mereka-mereka yang bersalah.

Mereka yang percaya bahawa Islam boleh berkembang ke arah kejayaan tanpa Jihad, Peperangan dan Darah adalah sekadar bermimpi dan tidaklah mereka itu memahami sifat sebenar agama ini. Kehormatan seseorang Da'i, pengaruh Islam dan maruah serta harga drii umat Islam tidak akan dapat diperolehi tanpa Jihad.

Telah diriwayatkan di dalam sebuah Hadith:

Dan Allah akan membuang rasa takut kepada kamu dari hati-hati musuh kamu dan memasukkan WAHN ke dalam hati kamu dan baginda telah ditanya, wahai Rasulullah, apakah WAHN? Baginda SAW menjawab, cintakan kehidupan dunia ini dan bencikan kematian; dan telah diriwayatkan juga, cintakan kehidupan dunia ini dan bencikan Jihad.

Maka berperanglah kamu di Jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para Mukmin [untuk berperang]. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan-Nya. [Surah an-Nisa 4:84]


Tanpa Jihad, Shirik (menyekutukan Allah) akan berkembang dan bertambah, firman Allah SWT:

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka [Surah al-Baqarah, 2:193]

fitnah di sini adalah Shirik menyekutukan Allah

Malah Jihad adalah satu-satunya jaminan untuk kesejahteraan manusia di muka bumi kerana firman Allah SWT:

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain pasti rosaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai kurnia (yang dicurahkan) atas semesta Alam. [Surah al-Baqarah, 2:251]


Jihad adalah satu-satunya jaminan pemeliharaan rumah-rumah ibadah, dan amalan ibadah kepada Allah kerana firman Allah SWT:

Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Surah al-Hajj, 22:40]

Wahai kamu, para Pendakwah Islam! Carilah kematian dan kamu akan diberi ganjaran kehidupan, Jangan sekali-kali tertipu dengan Syaitan, atau dengan impian palsu; jangan sesekali menipu dirimu dengan buku-buku yang kamu baca atau amalan-amalan tambahan yang kamu lakukan. Jangan sekali-kali menyibukkan dirimu dengan tugas-tugas mudah meninggalkan penyelesaian pada yang susah, firman Allah SWT:

sedangkan kamu menginginkan bahawa yang tidak mempunyai kekuatan senjata.... [Surah al-Anfal , 8:7]

Jangan sekali-sekali taatkan sesiapa dalam meninggalkan Jihad. Tidak ada kebenaran dari sesiapa diperlukan apabila Jihad itu wajib. Malah Jihad merupakan asas utama dan intipati dakwah kamu dan merupakan untuk menjaga agama kamu.

Wahai, Ulama Islam! Maralah ke hadapan dan pimpinlah generasi ini yang sedang kembali kepada Tuhannya. Janganlah menoleh pergi, janganlah bergantung kepada kehidupan yang sementara ini. Berhati-hatilah dengan tawaran-tawaran para pemerintah zalim kerana ini menyebabkan kegelapan dan kematian pada hati dan menjadi penghalang di antara kamu dan generasi ini.

Wahai kamu, umat Islam! Kamu telah tidur begitu lama, cukup lama untuk para pemerintah zalim menguasai kamu. Kamu rela hidup sebagai hamba dan menundukkan diri pada mereka. Kini, masanya telah tiba untuk bangkit dan hancurkan rantai-rantai perhambaan.

Wahai kamu, wanita-wanita Islam! Berhati-hatilah dengan berlebih-lebihan kerana inilah musuh Jihad dan menyebabkan kematian pada jiwa-jiwa manusia. Berhati-hatilah dengan barangan tidak pelu dan cukuplah dengan barang-barang perlu sahaja. Didik anak-anakmu untuk menjadi berani dan tabah. Jadikan rumah-rumahmu tempat untuk singa-singa bukan reban-reban ayam di mana anak-anakmu diberi makan untuk disembelih oleh musuh-musuh Islam. Bajai hati anak-anakmu dengan cinta kepada Jihad dan cinta kepada medan perang. Berkongsilah masalah Ummah ini. Hidup sehari setiap minggu seperti para pelarian dan para Mujahideen. Mereka hidup memakan roti kering dan teh sahaja.

Wahai kamu, anak-anak Islam! Biasakan dirimu dengan kebisingan bom-bom, peluru mortar dan pekikan jet-jet pejuang dan kereta-kereta kebal. Jauhilah kemewahan.

Wahai Isteriku! Aku ada terlalu banyak perkara untuk dikatakan padamu. Moga Allah beri ganjaran padamu bagi pihakku dan bagi pihak umat Islam. Kau sungguh bersabar bersamaku dan kau berdiri bersamaku melalui segala kesusahan dan pancaroba, dengan kesabaran dan ketabahan. Darimu aku mendapat sokongan yang aku perlukan untuk meneruskan Jihad ini. Aku berikan kau tanggungjawab ke atas rumah pada 1969, ketika kita mempunyai 3 orang anak-anak kecil hidup di sebuah bilik, tanpa dapur, tanpa peralatan. Apabila keluarga semakin besar, anak-anak membesar dan tetamu-tetamu kita bertambah, kau bersabar dengan ini....dan banyak lagi kerana Allah, juga ketaatan padaku sebagai suami. Aku berdoa moga Allah meemberi ganjaran padamu bagi pihakku. Jika tidak dengan kesabaranmu, aku tidak akan mampu menanggung beban ini seorang diri. Kau adalah isteri yang redho dan tidak mementingkan kebendaan dan kau tidak pernah merungut kerana kekurangan kebendaan ini. Kau juga tidak pernah boros ketika kita mempunyai sedikit kesenangan.

Kehidupan Jihad adalah kehidupan yang paling menyeronokkan, bersabar dalam kesusahan adalah lebih baik daripada hidup mewah. Bersabar dan redho dengan apa yang ada, Allah akan mencintaimu. Jangan kau inginkan apa yang dipunyai oleh orang lain, orang akan mencintaimu. Qur'an penghibur kehidupan, tahajjud, puasa sunat, memohon keampunan; semua ini menjadikan hati jernih dan ibadah manis. Cukup dengan keperluan asas, benda-benda halal, menjauhkan dirri dari kelihatan 'hebat' dan berlebih-lebihan membawa keamanan dan ketenangan pada hati. Aku berdoa pada Allah semoga kita disatukan kembali di Syurga seperti Dia menyatukan kita di dunia.

Wahai anak-anakku! Kau tidak banyak bergembira denganku dan aku juga tidak mempunyai peluang yang cukup untuk memberikan tunjuk-ajar dan nasihat. Aku terlalu sibuk untuk menemanimu. Ketika aku melihat bala dan bencana menimpa Ummah ini, aku tidak sanggup tinggal bersamamu seperti ayam hidup dengan anak-anaknya. Aku tidak dapat hidup dengan aman sedangkan kesan bencana itu membakar hati-hati umat Islam. Aku tidak dapat tinggal bersamamu sedangkan masalah Ummah ini mengoyak hati-hati dan pemikiran mereka yang berhati dan berrfikiran. Kelakian tidak membenarkan aku tinggal bersamamu dalam kesenangan kehidupan. Aku bencikan berlebih-lebihan dan kemewahan sepanjang hidupku samada dalam soal pemakanan, pakaian dan tempat tinggal. Aku telah cuba mengangkatmu setinggi yang aku mampu dari gaya kehidupan yang rendah itu dan menjadikanmu sabar dengan kehidupanmu yang ringkas.

Berimanlah dengan apa yang diimani oleh generasi pertama umat Islam, amalkan Kebijaksanaan, baca al-Qur'an dan hafallah ia. Berhati-hati dengan apa yang kau katakan. Bersembahyanglah pada malam hari, amalkan berpuasa sunat, carilah teman pergaulan yang baik dan sertailah pergerakan Islam tetapi, ketahuilah bahawa pemimpinnya tiada kuasa ke atas kamu dalam menghalang kamu daripada Jihad, atau menggoda kamu meninggalkan Jihad demi menyebarkan Dakwah, lantas menjauhkan kamu dari medan perang di mana jiwa-jiwa terbina. Jangan sekali-kali minta kebenaran sesiapa untuk berjihad.

Wahai anak-anakku! Aku perintahkan kamu patuh dan hormat pada ibumu dan kakak-kakakmu (Imm al-Hassan dan Umm Yahya). Aku galakkan kamu mencari ilmu agama yang sahih. Aku minta kamu patuh dan hormat pada abangmu Muhammad dan cintai dia. Berbuat baiklah pada Datuk dan Nenekmu dan hormati mereka. Berbuat baiklah pada ibu-ibu saudaramu (Umm Faez dan Umm Muhammad) kerana mereka telah banyak menolongku. Rapatkanlah dirimu dengan kaum keluargamu dan kepada sesiapa saja yang kau kenali.

Wahai kamu, Pergerakan-pergerakan Jihad! Jagalah Sayaff, Hikmatyer, Rabbani dan Khalis. Kami harap mereka akan meneruskan Jihad Pada Jalan Allah ini dan memeliharanya dari melencong dari matlamat asalnya. Jangan lupakan Komander-komander di dalam Afghanistan terutamanya Jalalludin, Ahmed Shah Masud, Eng. Bashir, Saifullah, Mualavy Arsllan, Farid dan Muhammad Alam, Shir Alam (Paghman) dan Said Muhammad Hanif (Logar).Alhamdulillah, Aku menyaksikan bahawa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku pohon keampunan-Nya.

Tuesday, October 01, 2002

Kawan di akhir zaman ini

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang benar-benar sibuk
Dengan urusan baiki diri nya
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau di ketahui dunia ini hanya menipu daya

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang bergelumang dengan majlis ilmu menafaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu menafaat
Yang ada kini hanya lah
Berbangga dengan ijazah yang menjela
Tapi ilmu fardhu Ain nya kosong belaka

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Ahli professional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakan Islam di jiwa
Mengunakan profession nya sebagai matlamat ke akhirat sana
Yang ada hanya ahli professional yang lalai dan leka
Yang hidup nya lebih barat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang bersilaturrahim kerana tiada kepentingan
Yang berhubung hanya niat bertanya khabar
Yang ada hanya
Yang berkroni untuk mendapat projek yag sedia ada
Bersahabat untuk mendapat laba

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita temui
Yang suka berbincang mengenai dosa-dosa sendiri
Yang menghidupkan ilmu yang ada
Yang mensyiarkan Islam pada diri mereka
Yang ada hanyalah
Yang suka berbincang dosa-dosa orang lain
Yang menghidupkan sunnah barat
Yang melupakan kehidupan akhirat

Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita temui
Yang menjadikan masjid tempat pertemuan
Yang menjadikan program usrah tempat berkenalan
Yang ada hanya
Yang menjadikan komplek tempat membuang umur
Yang menjadikan disko dan pesta sebagai tempat berhibur

Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita temui
Yang menjadikan sunnah sebagai hiburan
Menjadikan nasyid nyayian harian
Menjadikan selawat ucapan kelaziman
Yang ada hanya
Artis di jadikan bahan pujaan
Nyanyian melalaikan di jadikan hiburan
Dianggap moden dan berketrampilan

Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita temui
Yang senantisa merasai mati itu sangat hampir
Yang senantiasa merasai jelingan Izrail
Menangis cemas mengenangkan saat kematian
Merintih sayu mengenangkan persediaan
Yang ada hanya
Yang panjang angan-angan
Mengumpul dunia kerja seharian
Seolah kematian itu sangat jauh
Seperti alam barzakh itu tidak di tempuh
Jihad seorang Wanita

Apabila disebut perkataan 'jihad', apakah yang terlintas di dalam fikiran kita? Serta-merta tergambar kesungguhan berkorban yang akan menimbulkan semangat berjuang hingga ke titisan darah yang terakhir! Semangat ini memang baik dan perlu dipupuk bertepatan dengan ketetapan Islam serta kehendak Allah SWT.

Hakikat Jihad

Definisi jihad menurut syara' ialah seorang muslim menyerahkan tenaganya untuk mempertahan dan menyebarkan Islam bagi mencapai keredaaan Allah. Dari sini nanti akan terbentuk sebuah masyarakat Islam dan seterusnya akan terbina negara Islam yang sihat. Jihad mesti berterusan hingga ke hari qiamat. Martabat jihad yang paling rendah ialah jihad di dalam hati dan yang paling tinggi ialah berperang di atas jalan Allah. Mengorbankan waktu, harta dan kepentingan diri sendiri demi kebaikan Islam serta ummatnya juga dikira sebagai jihad. Begitu juga dengan menyeru kearah kebaikan dan mencegah kemungkaran serta memperjelaskan hakikat keEsaaan Allah juga merupakan sebahagian daripada jihad.

Bagimanakah kedudukan wanita dalam jihad?

Jawapan kepada persoalan ini mesti benar-benar difahami supaya sumbangan kita dalam jihad akan menguntungkan Islam. Oleh itu, kita perlu menyingkap kembali lembaran sejarah Rasulullah SAW untuk mengambil iktibar tentang persoalan jihad bagi kaum wanita.

Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani, pada suatu hari seorang wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa' (wanita yang pintar berpidato) datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata: "Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka. Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?"

Bersabda Rasulullah SAW:

"Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi adalah sangat sedikit sekali daripada golongan kamu yang dapat melakukan demikian."

Pada ketika yang lain, Rasulullah SAW pernah ditanya: "Wahai Rasulullah, perempuan manakah yang baik?"

Baginda menjawab: "Perempuan yang menggembirakan suaminya apabila sisuami memandangnya, mentaati suami apabila diperintah dan tidak menyalahi suaminya baik mengenai diri peribadinya, harta kekayaannya atau dengan apa yang dibenci oleh suaminya."

Pada dasarnya, kaum wanita disamakan dengan kaum lelaki dalam tanggungjawab agama sama ada mengenai aqidah, ibadah dan muamalah, kecuali tanggungjawab yang khusus yang sesuai dengan fitrah (nature) kaum wanita. Begitu juga dengan tanggungjawab jihad yang diwajibkan kepada kaum lelaki tidak diwajibkan kepada kaum wanita. Seandainya kaum wanita berupaya pergi bersama-sama kaum lelaki ke medan pertempuran, tidaklah ditolak oleh Islam. Bagaimanapun tugas ini hanya dianggap sebagai sumbangan tambahan.

Kita perlu jelas jihad yang paling utama dan dituntut kepada setiap wanita ialah taat kepada suami dan mengakui hak suami, manakala jihad di luar rumah adalah sumbangan tambahan bagi mereka yang berbuat demikian.

Bagaimanakah pendirian kita?

Kita mesti menyakini bahawa berjihad di barisan hadapan oleh kaum lelaki manakala jihad kaum wanita sebagai tulang belakang adalah ketetapan Allah SWT yang Maha Adil, semata-mata demi kemakmuran alam ini. Kita perlu memahami firman Allah yang bermaksud:

"Dan orang lelaki dan perempuan (yang beriman) sebahagian mereka (adalah) penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar." (At-Taubah : 71)

"Dan tidak sepatutnya bagi lelaki yang mukmin dan wanita yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menentukan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan sesiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguh-nya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata." (Al-Ahzab : 36)

Sekarang sudah tiba masanya untuk kaum wanita menanamkan azam dan mengumpulkan kekuatan bagi menumpukan diri melaksanakan sepenuhnya jihad sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Tingkat kekuatan yang utama ialah kekuatan iman. Iman yang kuat dapat mengekang hawa nafsu yang sentiasa mengganas serta melemahkan keazaman. Dengan ini, barulah jihad yang ingin kita laksanakan menjadi kenyataaan.

Firman Allah:

"Adapun yang rasa takut maqam Tuhannya, mencegah diri daripada menurut hawa nafsu syurgalah tempat kembalinya." (An-Nazi'at : 40-41)

"Apakah kamu mengira bahawa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil wali (teman rapat) yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (At-Taubah : 16)

Sudut-sudut jihad wanita

1.. Menjadikan rumahtangga tempat yang bahagia untuk keluarga berkumpul.

2.. Mewujudkan suasana Islam dalam proses pendidikan dan pembesaran anak-anak.

3.. Menyempurnakan segala urusan rumah tangga menurut syara' dengan penuh keikhlasan semoga akan beroleh keberkatan.

4.. Mengajak kaum wanita lain memahami prinsip-prinsip Islam dan cara hidup yang Allah tetapkan.

5.. Memerangi perkara-perkara bid'ah, khurafat serta pemikiran yang salah dan adab-adab yang buruk yang mengusai wanita masa kini.

6.. Menyertai rancangan kemasyarakatan yang berfaaedah untuk umat manusia amnya, seperti tadika, menjaga anak-anak yatim, kelab pemudi, sekolah-sekolah dan bantuan untuk keluarga miskin.

Sebagai kesimpulan, sekali lagi perlu dijelaskan dalam diri kita bahawa jihad yang utama bagi wanita adalah wajib bagi semua muslimah dalam batas kemampuan yang telah Allah kurniakan. Manakala jihad tambahan yang Allah anugerahkan bersama keistimewaan tertentu tidak boleh membatalkan jihad yang utama. Jihad utama mesti dilaksanakan dahulu.


PASRAH TERIMA KETENTUAN

Andai hati ini boleh dilihat
Pasti ramai yang tidak sanggup melihat deritanya
Sarat dengan sengsara

Namun…..
Terlindung disilau redho

Andai hati ini boleh berbicara
Pasti ia akan lontarkan cerita yang paling sedih
Bayangan suramnya jiwa

Namun…..
Tersorok di tabir qonaah
Andai hati ini boleh berlagu
Pasti ia akan mengalunkan irama yang paling sendu
Luahan luhur dalam diri yang luluh

Namun…..
Tersekat di tembok sabar
Andai hati ini boleh dilukis
Pasti ramai yang menitiskan air mata
Menyaksikan kesakitannya

Namun…..
Terpasak di tunjang pasrah

Ya Robbi…
Kami bukan para Anbiya’
Yang imannya terus menebal
Kami juga bukan para Malaikat
Yang imannya tetap tak berganjak

Kami hamba-Mu yang dhoif
Yang imannya kadang-kala luas dan adakalanya sempit

Ya Rahman…

Andai ini yang kau inginkan
Sebagai suratan perjalanan
Anugerahkan kami kejituan iman
Bentengi dengan kekuatan

Saluti diri dengan keikhlasan


Ya Rahim…
Andai ini yang ditakdir

PASRAH TERIMA KETENTUAN
Nukilan Kak SUE KIY


Bengkok

Buat renungan...


"Leceh betullah orang perempuan ni. Tegur sikit dah merajuk. Kena pujuk, nasihat lembut-lembut, cakap baik-baik... hai leceh betul. Tetapi kalau dibiarkan menjadi-jadi pulak! Kita punya kerja pun dia nak langgar.
Buat kerja ikut semangat, tak pandang kiri kanan lagi."

"Eh, apa yang kau ngomelkan ni Fuad? Siapa yang buat hal kali ni?"

"Staf aku si Lina tu lah. Baru tegur sikit, dah monyok. Hari ni dah tak datang kerja. Susahlah macam ni. Kerja pejabat akan terganggu."

"Entah-entah dia ada hal lain. Engkau belum siasat dah jump to
conclusion."

"Alaah... orang perempuan memang macam tu. Kan Nabi pun kata yang orang perempuan tu ibarat tulang rusuk yang bengkok? Sebab dia bengkoklah orang perempuan suka buat perangai. Kita nak luruskan nanti takut patah pulak. Kalau dibiarkan terus, makin bengkoklah. Hai susah, susah."

"Jangan cakap macam tu, Fuad. Maksud Hadis tu bukan begitu."

"Eh, kan Hadis itu sudah lumrah diperkatakan? Apa yang tak kena pulak,
Naim?"

"Maksud aku begini. Menafsirkan Hadis itu seolah-olah orang perempuan tu memang Allah ciptakan sebagai satu golongan yang "disadvantaged" atau terkurang seperti yang engkau cakapkan seolah-olah mengatakan yang Allah itu berat sebelah. Walhal Allah itu Maha Adil dan Dia ciptakan lelaki dan perempuan itu sama sahaja dari segi kemampuan mereka untuk meningkatkan iman dan menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Bengkok yang
disebut di dalam Hadis itu bukan bermakna yang mereka itu sentiasa cenderung ke arah melakukan perkara-perkara yang tidak baik.
"Buktinya, apabila Rasulullah s.a.w. datang membawa ajaran Islam, baginda menaikkan taraf perempuan yang sebelum itu dianggap "golongan yang tak berguna" kepada 'sayap kiri' kepada masyarakat. Baginda ada memberikan tugas-tugas yang penting kepada orang perempuan, terutama bila kaum lelaki keluar berperang. Sebagai sayap kiri, tentulah mereka diiktiraf seimbang dengan sayap kanan."

"Tapi, memang orang perempuan kuat me rajuk. jenuh kita nak layan dia."

"Merajuk bukan berlaku pada orang perempuan saja. Orang lelaki juga kuat merajuk. Mungkin cara merajuk atau cara 'protes' tu yang tak sama. Punca merajuk sebab iman lemah, bukan sebab jantina. "Lagipun, apa salahnya kalau kita tegur orang perempuan dengan berlemah-lembut dan berhikmah.
Bukankah begitu tuntutan Islam. Kalau kita marah-marah sehingga mereka merajuk, bukan mereka yang salah, tetapi kitalah yang salah. Entah-entah waktu itu kita lebih `bengkok' daripada mereka!"

"Eh, eh engkau ni. Asyik nak bela orang perempuan aje."

"Aku bukannya nak bela siapa-siapa. Aku cuma nak betulkan pemahaman yang
tidak betul terhadap Hadis tu."

"Apa maksud sebenar Hadis tu?"

"Orang perempuan yang diibaratkan seperti tulang rusuk yang bengkok itu
bukan bermakna satu kekurangan, tapi sebenarnya adalah satu
'penyempurnaan'. Sepertimana juga usus manusia yang berlipat-lipat dan
berlingkaran itu bukanlah satu ketidakbetulan tetapi begitulah keadaan
usus yang sempurna. Bengkoknya tulang rusuk itu kerana ia bersifat
`pelindung'. la melindungi organ-organ penting di dalain tubuh manusia
seperti jantung, paru-paru, hati dan limpa. Kalau tulang kakilah yang
diletakkan di dada manusia, sudah tentu ia tidak dapat berperanan
sepertimana tulang rusuk yang bengkok itu "

"Oh begitu. Jadi bila Nabi katakan yang orang perempuan itu seperti
tulang rusuk yang bengkok, beliau hanyalah hendak memperlihatkan
perbezaan peranan mereka berbanding lelaki?"

"Begitulah. Selain itu, maksud `tulang rusuk yang bengkok' itu ialah
sifat `rahmah'. "Ini bermakna bengkoknya wanita ialah sifat semulajadi
yang Allah ciptakan untuk wanita agar dia dapat memainkan peranan yang
tidak dapat dimainkan oleh lelaki. Orang perempuan itu sifat semula
jadinya penyayang. Perasaannya halus. Kerana adanya sifat-sifat itu,
orang perempuan boleh sabar menjaga dan melayan anak-anaknya yang
berbagai kerenah. Mereka juga sabar dan tekun melakukan kerja-kerja rumah
yang mungkin kepada kita sangat membosankan."

"Begitu jugalah di dalam masyarakat, orang perempuan sangat sesuai
menjadi guru, jururawat, dan apa juga bidang yang dalam kemampuannya.
Oleh itu jangan cuba buang sifat "bengkok" ini daripada orang perempuan
dengan memberikan mereka tugas-tugas yang tidak sesuai. Kalau tulang
rusuk sudah patah, organ-organ yang penting tadi tidak akan selamat.

"Jadi peranan mereka sebenarnya penting. Bayangkanlah betapa besar
peranan dan jasa ibu yang menjaga dan mengasuh kita dari kecil hinggalah
besar"

"Hmm, betul tu Naim." "Sebenarnya tiada siapa yang 'bengkok' mengikut
tafsiran yang engkau gunakan. Bengkok atau tidaknya seorang lelaki atau
perempuan itu bergantung kepada iman dan akhlaknya. Orang lelaki kalau
tidak berusaha untuk membuang sifat-sifat yang terkeji di dalam dirinya
pun akan jadi bengkok juga, malah lebih bengkok dari orang perempuan
yang ada usaha membaiki dirinya."

"Baru aku sedar, akulah yang bengkok. Asyik marah-marah dan tidak sabar"

"Memang tidak sepatutnya kita lihat orang lain itu lebih `bengkok'
daripada kita. Sebaliknya kita patut sentiasa merasakan yang kitalah
yang lebih `bengkok' daripada semua orang lain di muka bumi ini... "