ticker

pregnancy week by week

Tuesday, February 10, 2009

Monday, January 12, 2009

nabeelah















sebelum bercukur







selepas bercukur














terkini 12 januari

Friday, December 12, 2008

Nurzuhairah Alya Nabeelah

Tuesday, April 08, 2008

pesanan seorang sahabat.. :x

* sahabat baru yang dikenali diinternet.. superb mother!!.. just only 23 years old.. tp dah ade 3 orang anak.. dan tgh mengandung skrg ni.. she planning to homeschool all of her kiddies.. May Allah bless her .. her effort. Amin~

(sudah lama tak berblogging.. terasa untuk kembali semula ke dunia yang banyak mengajar diri ini.. Moga Allah memudahkan segala urusan kami sekeluarga..

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:23:04): wahhh pregnant ke? Congratulation Miss Haridah *hugs* :x

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:23:25): you're such a lovely momma!

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:26:47): Insya-Allah I'll always pray for your health & happiness. Amin~ Di awal pregnancy hingga penamat, sy highly recommended Miss Haridah utk ambil time *20 mins per day* utk bacakan surah Yassin buat ur lil baby in the womb :D bila time dlm kereta atau dgr use earphone, kongsi satu earphone utk ur baby, digalakkan dgr bacaan ayat2 Al-Quran & lagu2 sentimental

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:28:50): Ambil sedikit masa rehat untuk baca apa2 bhn ilmiah utk ur lil baby too. Niatkan utk baca buatnya...pls do develop positive mind every single day, jgn sedih2 kay, ambil yg positif shj, buang jauh2 yg keruh / tanggapan buruk. Last but not least, sentiasa berdoa pada-Nya buat kesejahteraan bersama...Amin~

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:29:49): Please do take care of your health my dear, get enough rest, beauty sleep, eat healthy food, minum air mineral & soya

Tuesday, November 28, 2006

Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

dari : http://pernikahan.dudung.net

Untuk Para Akhwat....
mari kita Aminkan Doa ini.......
Untuk Para Ikhwan....
Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

"Peringatan Rasulullah: "Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah." (HR. Thabrani). "

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: "Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA." (HR Ahmad) "

-- M. Fauzil Adhim

**************************** A Prayer

Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin....

Monday, November 14, 2005

"Sekadar untuk tatapan kita bersama.... Lebih kurang tiga minggu yang lepas saya membawa isteri ke 'Mahkota Medical Centre', dia mengadu kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badannya lenguh-lenguh. Saya tanya dia "mengandung kot?" Dia kata tak ada.

Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja,saya bawak dia jumpa doktor dan ternyata.... isteri saya mengandung dua bulan. Emmm saya dah agak dah.Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa depan akan pastinya berubah lagi.

Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning sickness yang teruk sekali bagi isteri saya.Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa. Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak. Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur, kadang-kadang tu asyik nak tidur saja. Selesai saja solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya. Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu, sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran sehingga isteri saya terlelap.Memang kebiasaan sebelum mengandung pun saya akan membaca Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur sehinggalah dia terlelap.

Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam.Bukan itu sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya ceritakan padanya ialah tentang tauhid. Saya bermula dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab 'Kasyaful Mahjub'. Mungkin ada pembaca yang berkata saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada kemudian hari adalah diluar bidang kuasa saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.

Saya bercerita kepadanya tentang Allah, zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar email dan bertanya bagaimana mahu mensihati anak agar tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya yang mempunyai hubungan rapat dengan kita.Tak kiralah anak, isteri atau suami. Bagaimana?

1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub conscius mind) adalah paling optimum ketika ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).

2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke ubun - ubun orang yang ingin anda nasihati.

3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam hati dan jangan putuskan zikir anda.

4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat,banyakkan berselawat, banyak bersabar.

Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat anda.

5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan anda berjaya dengan kaedah ini.

Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An Nu'man), seseorang pernah bertanya kepada bapa Imam Abu Hanifah. "Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam Abu Hanifah "Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia dilahirkan". Kalau didengar pernyataan ini tentu aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah) ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak dari kandungan lagi. Saya beri anda satu logik akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri kita. Mereka adalah cermin kepada diri kita sendiri.

Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa berdoa agar dia terus besar dan dilindungi Allah sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh Luqman Al Hakim kepada anaknya. Saya bacakan kisah para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa pula kata mereka nanti.

Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun nyenyak dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca surah yasin disisi isteri hingga dia terlelap. Saya kehalaman rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa depan, tentang anak, tentang cinta, tentang tuhan.

Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim piatu yang ditinggalkan ditengah padang rumput,sehingga sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud salasilah keturunan yang baru.Saya bertekad dalam hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya biarkan menagih kasih dirumah kebajikan.Dia tidak akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu dibohongi yang teddy bear adalah'mama'nya seperti saya. Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia tumpah.Oh! janganlah tumpah lagi.Sudah terlalu banyak tertumpah.Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud menyembah ilahi.Pesan guruku air mata lelaki jangan ditumpahkan sia-sia.

Saya tidak mahu terus melayan perasaan,segera saya kuncikan pintu dan ke kamar tidur.Isteri saya telah pun nyenyak dibuai mimpi.Inilah 'bintang timur' dalam hidup saya.Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam hidup saya,memberi harapan,keyakinan,kesetiaan dan cintanya kepada saya.Insyallah tidak lama lagi,akan muncul 'bintang timur kecil' dalam hidup saya..."

Wednesday, October 05, 2005

ramadhan kareem

assalamu'alaikum

dapatkan bahan-bahan untuk ramadhan ni web ini

http://www.sempoi2.com/~ramadan

semoga bermanfaat

Tuesday, September 27, 2005

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan

Kajian Islam :
Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan
oleh : Abdullah Ash-Shalih

Mukaddimah

Saudara dan saudariku seiman, sebelumnya saya ucapkan: Salamullah ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Ba-rakaatuh, wa ba’du;

Saya layangkan risalah kecil ini dengan penuh rasa rindu disertai penghormatan yang tulus, tercurah dari lubuk hati paling dalam yang sangat mencintai kamu sekalian karena Allah. Saya memohon kepada Allah semoga kita semua dipertemukan oleh-Nya di dalam Surga yang penuh kemulian dan rahmat.

Seiring dengan datangnya bulan Ramadhan, saya persembahkan nasihat ini sebagai hadiah yang tak seberapa nilainya. Saya mohon saudara dan saudariku sekali-an dapat menerimanya dengan dada yang lapang sekaligus saya harapkan nasihat saudaraku sekalian untukku. Semoga Allah memelihara kita semua.

Bagaimana Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan?
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi ma-nusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Al-Baqarah:185)

Saudaraku yang mulia!
Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan. Di antaranya:
§ Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.
§ Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka.
§ Setiap hari bulan Ramadhan Allah menghiasi Surga-Nya seraya berkata: “Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang shalih melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (Surga)!”
§ Para setan dibelenggu.
§ Dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka.
§ Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
§ Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan.
§ Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka pada setiap malam bulan Ramadhan.
Wahai saudaraku yang mulia!
Demikianlah sekilas mengenai keistimewaan bulan Ramadhan, lalu bagaimana kita menyambutnya? Apakah dengan permainan-permainan yang melalaikan? Dengan begadang setiap malam? Ataukah kita kesal dengan ke-datangannya dan merasa keberatan? Na’udzubillah min dzalik.
Seyogyanya seorang hamba yang shalih menyam-butnya dengan taubat nashuha disertai tekad yang bulat untuk meraih sebanyak-banyaknya kebaikan di bulan suci ini. Mengisi waktunya dengan amal-amal shalih. Dan tidak lupa selalu memohon kepada Allah agar menolong kita dalam melaksanakan ibadah dengan baik.
Lembaran-lembaran berikut saya peruntukkan khusus bagi saudara-saudaraku yang mulia.

Thursday, September 15, 2005

Sejauhmana Kewajiban Belajar Bahasa Arab Buat Akitifs Dakwah

dari era muslim
Pak Ustadz rahimakumullah,


Ada sedikit masalah buat saya yang sedikit mengganggu, yaitu sebagai orang yang aktif dalam dakwah, saya seringkali diserahi amanah berceramah atau mengisi pengajian bahkan menjadi murabbi/pembina. Terus terang amanah ini buat saya cukup berat, sebab saya harus mampu mengisi kajian rutin itu setiap minggu. Saya merasa referensi saya sangat terbatas, apalagi bila melihat berbagai persoalan yang sering muncul terkait dengan masalah-masalah keislaman, saya jadi makin kurang pe-de kalau harus jadi pembina.

Sementara saya bukan lulusan dari pesantren, terus terang juga tidak bisa bahasa Arab, sehingga saya juga tidak mampu merujuk langsung tiap masalah ke sumber-sumber kitab syariah. Namun masyarakat cenderung menganggap saya sebagai ustadz, sebab saya memang sering mengisi ceramah ke sana ke mari.

Sering kali saya menghindar bila ada pertanyaan yang terkait dengan detail-detail syariah. Bahkan sekedar membaca mushaf saja, saya pun masih harus 'nyontek' dari Al-Qur'an terjemahan. Agaknya saya selalu terpojok, sebab julukan ustadz yang sudah terlanjur tersemat pada sosok saya seolah membuat orang beranggapan bahwa saya juga mengerti dan mampu membaca kitab-kitab rujukan. Seolah saya ini adalah sumber rujukan dalam masalah-masalah syariah.

Kira-kira ustadz bisa memberikan saran apa buat saya? Haruskah saya berhenti jadi 'ustadz', sebab secara kapasitas keilmuwan, saya mengaku terus terang bahwa saya tidak punya. Saya memang bisa ceramah dan pidato menggerakkan semangat orang, tapi sebenarnya saya tidak punya kapasitas keilmuwan, terutama dalam masalah syariah.

Apakah saya harus belajar bahasa arab dulu? Atau

Wassalam,
Amri

Jawaban:

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du

Anda sudah mendapatkan amanah dan dipercaya oleh banyak orang sebagai ustadz, maka janganlah anda berhenti begitu saja. Sebab tenaga seperti anda itu biar bagaimana pun tetap berharga dan pasti diharapkan kehadirannya di tengah umat. Jadi teruskanlah aktifitas anda yang sudah baik itu. Jangan mundur bahkan kalau perlu ditingkatkan kualitasnya.

Sedangkan yang terkait dengan kegelisahan dan curhat anda, hal itu memang ada benarnya. Kami bersyukur bahwa anda pun menyadari bahwa sebagai ustadz, anda memang butuh spesifikasi tertentu, seperti ilmu-ilmu syariah serta kemampuan dalam menguasai bahasa arab, untuk merujuk kepada kitab-kitab asli dalam bahasa Arab. Memang tanpa spesifikasi itu, ilmu yang kita miliki menjadi sangat terbatas. Apalagi kita tahu bahwa sumber-sumber ajaran Islam itu memang berasal dari referensi berbahasa arab. Bahkan Al-Qur'an, hadits dan Rasulullah SAW pun berbahasa Arab.

Bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam serta menjadi salah satu tiang penegak agama. Dan salah satu faktor yang membuat umat Islam ini sangat jauh dari agamanya, karena ada kesenjangan bahasa. Demikian banyak umat yang tidak paham makna yang mereka baca, saat membaca Al-Qur'an, hadits, bacaan sholat, doa dan berzikir serta bermunajat kepada Allah. Akhirnya, semua itu hanya menjadi ritual kosong tanpa makna. Betul bahwa membaca Al-Qur'an meski tidak paham berpahala, tapi nilainya akan jauh berbeda bila ketika membaca sekaligus paham, sehingga akan dapat meresapi dengan baik.

Menguasai bahasa Arab menjadi urgen bagi umat Islam, apalagi untuk para ulama, ustaz, kiyai dan tokoh agama. Wajib hukumnya bagi mereka untuk menguasai bahasa arab. Karena mereka aktif mengajar, ceramah, memberi fatwa dan menjadi rujukan umat. Apa jadinya bila mereka ternyata buta bahasa Arab. Terjemahan Al-Qur'an, terjemahan hadits serta buku-buku Islam terjemahan sangat kurang untuk dijadikan sumber rujukan bagi orang sekaliber mereka. Karena biar bagaimanapun, seorang ustadz punya beban moral untuk menyandarkan ceramah dan fatwanya itu kepada sumber-sumber asli dan pendapat para fuqoha yang mu‘tabar.

Kami menyarankan anda mengatur waktu dengan baik, antara mengajar dan belajar. Buatlah planning yang baik untuk belajar ilmu-ilmu syariah, sebab ilmu-ilmu itu sangat penting buat anda. Jangan lupa juga untuk mempelajari bahasa Arab dengan baik, agar anda mampu merujuk kepada kitab-kitab yang menjadi referensi syariah. Sebab penguasaan bahasa Arab adalah landasan buat siapapun yang ingin mempelajari ilmu syariah. Mustahil kita menguasainya tanpa mengerti dan mendalami bahasa arab. Kalau mungkin, jadikanlah keduanya sebagai titik prioritas buat anda sekarang ini.

Sekali lagi anda harus pandai-pandai membagi waktu untuk belajar. Kami teringat dengan seorang tokoh aktifis dakwah, Endang Saefudin Anshari, yang kini sudah almarhum. Ketokohan dan kebesaran nama beliau sudah tidak asing lagi di negeri ini. Beliau dahulu tinggal di Bandung, namun setiap pekan beliau rela naik kereta api dari Bandung ke Jakarta untuk belajar bahasa Arab di LIPIA. Saat itu beliau ikut program non intensif, seminggu dua kali, setiap Selasa dan Kamis. Bahkan beliau rela mengorbankan kesibukannya untuk mengejar belajar sepekan dua kali, hanya karena beliau sangat sadar betapa pentingnya seorang aktifis dakwah menguasai bahasa Arab.

Saat itu di LIPIA memang bisa dikatakan nyaris semua tokoh pergerakan dari berbagai sudut berkumpul untuk sekedar belajar bahasa Arab. Meski mereka sudah jadi tokoh di mana-mana, tapi rela berpayah-payah belajar bahasa Arab. Semua itu semata-mata karena mereka merasa kurang dan tidak malu menyatakan kekurangannya. Maka tidak ada salahnya buat anda, untuk melakukan apa yang pernah dilakukan oleh para pendahulu anda. Belajarlah bahasa Arab dan nikmati indahnya kalamullah dan sabda Rasulullah SAW, langsung dari bahasa aslinya. Pasti nilainya beda. Beda sekali...

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Friday, September 09, 2005

RINDU ITU PUN TERTEBUS

Ada seorang pemuda gagah yang turut berjihad bersama pasukan Islam. Selama perjalanan, pemuda itu tetap berpuasa di siang hari dan tak lepas dari sholat di malam hari. Bahkan dia juga melayani kebutuhan pasukan dan ikut berjaga-jaga bila semua tidur. Hangga sampailah pasukan itu sampai di perbatasan Romawi.

Menjelang pertempuran, pasukan Islam beristirahat di suatu tempat. Karena lelah pemuda itu jatuh tertidur. Namun tiba-tiba ia terjaga dan berseru lirih, "Ah, alangkah rindunya aku pada Ainul Mardhiyah". Orang-orang yang mendengarnya terheran-heran dan mengira pemuda itu mengingau.
"Siapakah Ainul Mardhiyah itu ?" tanya Abdul Wahid, seorang ulama pejuang, yang mengenal pemuda itu.

Pemuda itu kemudian bertutur : Saya tertidur dan bermimpi bertemu seseorang. Orang itu berkata, "Pergilah kepada Ainul Mardhiyah". Lalu saya dibawa kesebuah taman yang dikelilingi sungai. Di tepi sunga itu banyak gadis-gadis yang lengkap perhiasannya. Dan ketika melihatku, tiba-tiba mereka berkata, "Itulah suami Ainul Mardhiyah".

Saya memberi salam dan bertanya, "Adakah di antara kalian bernama Ainul Mardhiyah ?".
Kami hanya pelayan-pelayannya. Kalau Tuan ingin bertemu, silakan jalan terus menyusuri sungai ini".
Akhirnya aku menyusuri sungai. Ternyata itu adalah sungai susu yang tidak berubah rasa dan warnanya. Hingga sampailah aku di tempat yang banyak berkerumun gadis-gadis cantik dan lengkap perhiasannya. " Inilah suami Ainul Mardhiyah", kata gadis-gadis itu berbisik-bisik.

Tapi ketika aku bertanya yang mana Ainul Mardhiyah, aku mendapat jawaban yang sama. Kali ini yang kutelusuri adalah sungai madu sampai ketemui lagi kerumunan gadis-gadis. Mereka ternyata lebih cantik hingga dapat melupakan kecantikan gadis-gadis sebelumnya. Lalu aku ditunjukkan sebuah kemah yang tersusun dari permata yang indah. Aku pun segera ke sana.

Sungguh aku terkagum-kagum menyaksikan kecantikan gadis yang ada di kemah itu. Aku menyangka inilah Ainul Mardhiyah. Aku merasa sudah cukup puas bila gadis itu yang menjadi pendampingku. Tapi lagi-lagi dugaanku salah. Gadis itu malah memanggil seseorang yang ada di dalam kamar,
" Hai Ainul Mardhiyah, inilah suamimu telah datang".

Bergegas aku masuk ke kamar itu. Kulihat seorang gadis sedang duduk di atas tempat tidur emas, yang bertaburkan permata, berlian, dan yaqut. Aku hampir-hampir tidak dapat menahan diri.
"Marhaban wahai kekasihku, sudah hampir tiba kedatanganmu", kata gadis itu dengan senyum paling manis dan keteduhan matanya yang belum pernah kulihat. Sungguh, ingin sekali aku memeluknya.
"Sabar dulu, engkau belum sah menjadi suamiku. Sebab engkau masih hidup", kata Ainul Mardhiyah." Tetapi insya Allah, engkau akan berbuka di sini".

Usai menceritakan mimpinya, pemuda itu berlari menyongsong musuh. Sembilan orang tentara Romawi di ujung pedangnya. Pada hitungan kesepuluh, dia tersenyum sepenuh bibirnya ketika syahid menjemputnya. Rindu itu pun tertebus.
Oase, Sabili no. 15, 10 Februari 1999

Monday, August 29, 2005

Surat Terbuka bagi Para Pemburu Hasil

dari eramuslim

Oktober 2004 saya tiba di sebuah desa wisata, di sebuah Propinsi di Pulau Jawa. Bersama istri, saya merintis TPA dan kelompok-kelompok pengajian remaja. Tidak lupa pula melibatkan penduduk setempat demi kemajuan kecerdasan dan akhlak anak. Kemajuan yang didapat tidak menggembirakan secara kualitas. Memang cukup banyak anak yang merespon untuk ikut TPA dan banyak orangtua yang sering “memaksa” anaknya agar ikut TPA. Namun –sekali lagi- desa wisata itu memberikan arti tersendiri buat mereka –anak dan orangtua- tentang pendidikan agama.

Januari 2005, saya berinisiatif mengundang orangtua santri TPA untuk mengarahkan dan menjelaskan kembali tujuan didirikan TPA. Ajakan untuk sholat berjamaah dan memakmurkan masjid tidak lupa juga saya singgung. Sekali lagi respon positif dari mereka,

“Bagus deh kalau ada yang serius momong anak kami…” kata mereka kebanyakan.

Momong? Jadi mereka menitipkan anaknya supaya kami momong? Saya dan istri harus berpikir keras untuk memperbaiki persepsi mereka untuk mengikutsertakan anak-anaknya dalam TPA. Melibatkan remaja setempat untuk ikut memikirkan, adalah hal yang sangat sulit. Mereka selalu manut dengan keputusan kami. Salah satu alasannya mungkin karena saya lebih tua dari mereka dan berpengalaman.

“Daripada nggak dipikir-pikir, ya sudah, kita saja yang mikir!” ajak saya kepada istri.

Hampir satu tahun kami di sini. Perkembangan dakwah kami tidak begitu cepat. Namun salah seorang ustadz yang berkunjung ke tempat kami memberi semangat yang luar biasa,

“Lihatlah Nuh, seorang Nabi yang mulia, mengajak umatnya kepada Allah beratus tahun, tapi yang ikut tidak seberapa, bahkan istrinya-pun tidak ikut perkataannya. Juga ada Ibrahim yang dengan tegar dan tegas menentang berhala dalam waktu yang lama juga, tapi ternyata yang ikut cuma istrinya. Kurang mulia apa mereka?”

Benar juga kata beliau. Kenapa kita selalu tidak sabar untuk mendapatkan hasil dari perjuangan kita? Padahal, lebih mulia mana diri kita dibandingkan dengan nabi Nuh, Ibrahim dan para Anbiya serta Wali-wali Allah yang dakwahnya memakan waktu yang jauh lebih lama. Lebih suci mana hati kita dibanding mereka yang selalu minta pertolongan Allah dan yakin akan ketentuan-Nya. Dari teguran halus itu, saya dan istri merasa telah salah langkah karena ingin terburu-buru memetik hasil.

Jadi, apabila anda sudah merasa melebihi kadar ketaqwaan para Anbiya dan wali-wali Allah, barulah da boleh memburu hasil dakwah anda dengan cepat. Bisakah? Sedangkan terburu-buru adalah bagian dari sifat setan.

Na’udzubillah.

Wednesday, August 17, 2005

:: diambil dari blog sorg sahabat...

Ini jalan hidup ku. D'wh bukan kerja tapi kehidupanku. Aku akan mati kalau tidak berdakwah. Ya Allah berilah kekuatan dalam diri hambaMu yang lemah ini. Aku takut ya Allah jika aku mengadapMu dengan segunung dosa yang aku bawa. Ya Allah rasaikanlah kepadaku pelukkan rahmatmu agar sejuk hati ini, agar tenang melangkah bersama orang2 yang menyeru kepadamu siang dan malam.

Aku benci orang yang menggantungkan keberhasilan d'wh dengan wang. Tak ada duit tak boleh berdakwah. Nak menumpuk harta sampai berapa banyak. Biar kita mati sebab berdakwah daripada hati busuk dengan duit yang tidak diinfakkan. Perut berkulat dengan wang yang disimpan.

Monday, August 08, 2005

Salam cuti-cuti malaysia

dari blog ukhti sudarti suparman... http://dahabisdah.blogspot.com (entri ukhti ni sume best2) :)

Masa cuti adalah antara masa yang paling best untuk students.
Free from the burden of assignments and exams. Boleh tidur banyak-banyak, main games, jalan-jalan,melepak,etc.

Sebenarnya, masa cuti bukan je best untuk mereka yang bergelar students, tapi untuk semua orang(Tapi...bukanke sume orang adalah students for life?) Yang bekerja, tentu boleh berehat masa cuti. Recharging the energy, giving a break to the mind and body.

Tapi, cuti-cuti dunia ni, hanya untuk tempoh tertentu jer..kan? Kalau yang students, cuti untuk sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, atau tiga bulan. Lepas tu, kena sambung sekolah balik, buat assignments balik, ambik exams lagi.Yang cuti bekerja, habis cuti kena masuk kerja balik. Mesti cuti tu terasa kejappp ajer...rasa tak puas la pulak kan.

Habis tu, bilanya nak cuti yang tak pernah habis? Tunggu masa pencen kot...? Tapi, lepas pencen aktif la pulak dalam persatuan, tak pun jaga cucu kat rumah. Tak 'cuti' gak tuh....x cuti hingga akhir hayat la nampaknya. (Tapi, bagi yang 'cuti' panjang sangat kat dunia ni, rasa bosan pulak..mana la yg betul ni..?)


Alangkah bestnya kalau kita dapat pulun kerja untuk Allah dalam dunia ni, lepas tu dapat cuti-cuti syurga. Cuti yang memang xde penghujung, pakej percutian yang tak terkata ke-best-annya...


-yg tgh ber'cuti' lepas 'habis' belajar

Friday, August 05, 2005

Zainab al-Ghazali kembali ke rahmatullah

Zainab al-Ghazali kembali ke rahmatullah
Thursday, August 04 @ 12:48:39 MYT


Oleh Iman Muhammad
KAHERAH, 4 Ogos (Hrkh) - Seorang tokoh pendakwah wanita terkenal, Puan Zainab al-Ghazali telah kembali ke rahmatullah pada 3 Ogos 2005 dalam usia 88 tahun setelah bergelumang dalam bidang dakwah selama 53 tahun bersama dengan gerakan al-Ikhwan al-Muslimun, Mesir.

Jenazahnya akan disempurnakan hari ini 4 Ogos 2005 di Masjid Ra’baah Adawiyyah di Nasr City seperti yang dimaklumkan ahli keluarganya yang terdekat.


Beliau merupakan tulang belakang kepada gerakan Islam muslimat di dunia Arab merentasi beberapa buah negara Arab dan Islam sepanjang kerjaya sebagai pendakwah Islam sepenuh masa.

Al-marhumah yang dilahirkan pada 2 Januari 1917 di sebuah perkampungan di wilayah al-Buhairah (utara kota Kaherah), daripada keluarga yang berpegang kuat kepada ajaran Islam, kerana bapanya adalah salah seorang ulama’ al-Azhar yang cukup berpengaruh.

Bapanya yang bertanggungjawab mentarbiahnya dengan ilmu-ilmu agama dan sentiasa berpegang kepada kebenaran, sehingga beliau dipanggil oleh bapanya dengan panggilan Nusaibah Binti Kaab iaitu salah seorang Sahabat wanita di zaman Rasulullah s.a.w.

Selepas kematian bapanya ketika berusia 10 tahun, beliau dibawa ibu dan saudaranya berpintah ke Kaherah bagi meneruskan pengajiannya di situ. Sebagai seorang yang aktif dalam bidang kemasyarakatan, beliau menganggotai sebuah pertubuhan wanita liberal yang dipimpin oleh Huda Syaarawi.

Pandangan pertubuhan berkenaan, sering mendapat kritikan hebat daripada para ‘ulama al-Azhar kerana dikatakan tidak selari dengan Islam walaupun sering mengadakan forum antara kedua-dua belah pihak.

Pandangan serong pertubuhan itu yang disifatkan amat merbahaya kepada umat Islam, akhirnya melarang mana-mana wakilnya menyampaikan ceramah dan sebagainya.

Kesedaran kepada Islam menyerlah dalam diri al-Marhumah

Selepas sekian lama beliau menderita kerana sakit kronik yang boleh menyebabkan kematian, ketika itu beliau bersumpah jika Allah menyembuhkan penyakitnya, beliau berjanji akan meninggalkan pertubuhan wanita yang songsang itu, dan akan menubuhkan satu pertubuhan muslimat yang menumpukan perhatian kepada penyebaran dakwah Islam.

Penyakitnya semakin sembuh, dan beliau mengotakan janjinya untuk menubuhkan pertubuhan muslimat dengan jayanya pada tahun 1936 khusus buat kaum Hawa di seluruh Mesir.

Dari masa ke semasa, pertubuhan muslimat yang diasaskannya telah mengadakan hubungan dengan gerakan al-Ikhwan al-Muslimun pimpinan al-Marhum Syeikh Hasan al-Banna iaitu pada tahun 1948 sebelum beliau mati ditembak.

Sepanjang pengenalan al-Marhumah dengan Syeikh Hasan, dia mencadangkan agar pertubuhan muslimat itu menjadi anggota sayap gerakan al-Ikhwan khusus bagi muslimat dan beliau diminta menerajuinya.

Gerakan al-Ikhwan menerima pelbagai tribulasi hingga ramai di kalangan pimpinannya ditangkap atas arahan Perdana Menteri ketika itu, Mustafa an-Nuhhas, al-Marhumah telah memainkan peranan penting untuk menghubungi isteri-isteri pimpinan yang ditangkap dan membantu mereka dengan bantuan yang diperlukan.

Tekanan demi tekanan yang diterima, hingga beliau diminta oleh Presiden Jamal Abdel Nasir pada ketika itu agar memimpin sayap wanita Parti Sosialis, tetapi beliau menolaknya dengan keras.

Keengganannya untuk menyertai wanita parti pemerintah telah menyebabkan Presiden Jamal mengeluarkan arahan agar pertubuhan muslimat pimpinan al-Marhumah dibekukan, segala bahan penerbitannya dihentikan .

Beliau kemudiannya ditangkap pada Ogos 1965 dan dipenjarakan selama enam tahun dengan pelbagai ujian dan tribulasi.

Beliau ceritakan semuanya dalam bukunya “Aiyam min hayati” yang bermaksud hari-hari dalam hidupku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh al-Marhum Ustaz Mohammad Tahir Daeng Mengati.

Dengan perantaraan dan campur tangan bekas Raja Arab Saudi, Raja Faisal Abdel Aziz, beliau telah dibebaskan di zaman pemerintahan Presiden Anwar Sadat pada Ogos 1971.

Penyebaran Dakwah Islam

Setelah al-Marhumah dibebaskan, beliau memperlihatkan kesungguhannya dalam bidang dakwah hingga membuatnya terpanggil menyebarkan Islam bukan sahaja dalam negara asalnya Mesir, malah ke beberapa buah negara Arab dan Islam.

Beliau juga dikatakan amat aktif dalam bidang penulisan yang dikaitkannya dengan dakwah.

Pada pertengahan tahun lapan puluhan, beliau serta beberapa rombongan muslimat al-Ikhwan telah mengadakan lawatan ke Afghanistan ketika perang sedang berlangsung menghadapi kuasa besar Soviet Union beberapa kali..

Beliau bukan sahaja giat berdakwah dengan lisan menerusi ceramah, pidato, forom dan sebagainya, malah aktif menulis beberapa buah kitab.

Antaranya “Nahwa Baa’thun Jadid” iaitu Kea rah kebangkitan era baru dan “Nazarat fi Kitabillah” iaitu beberapa renungan terhadap kitab Allah.

Beliau berpendapat, bahawa masa depan kepada perkembangan dunia Islam perlu dijana menerusi program muslimat, kerana jatuh bangun sesuatu kebangkitan bermula dengan wanita/muslimat.
- zs

Tuesday, August 02, 2005

Dari Muaz ra. berkata: Rasulullah SAW mengutusku ke Yaman dan beliau besabda, "Kamu akan mendatangi suatu bangsa ahli kitab. Maka ajaklah mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah. Bila mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat 5 waktu sehari semalam. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya adiantara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka hati-hatilah dari mengambil harta mereka. Dan takutlah dari doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada hijab antara doa itu dengan Allah." (HR Muttafaq 'alaihi)

Fawaid

1. Pentingnya dakwah dengan menggunakan periodeisasi dan cara-cara yang terstruktur rapi dalam langkah-langkahnya. Dimulai dari hal-hal yang lebih penting seperti masalah esensi syahadat, kemudian kepada hal-hal berikutnya.

2. Bahwa shalat yang wajib itu hanya 5 kali dalam sehari semalam dan tidak ada kewajiban shalat di luar yang 5 waktu itu.

3. Bahwa zakat itu merupakan kewajiban asasi bagi orang kaya muslim dan harus diserahkan kepada fakir miskin melalui amil zakat.

4. Bahwa doa orang yang dizalimi itu selalu dikabulkan Allah, sehingga kita harus berhati-hati dalam bertindak agar jangan sampai ada orang terzalimi karena tindakan kita.

Friday, July 29, 2005

hakikat insan

Bismillah Ar Rahmaan Ar Raheem

Sebagai seorang manusia, kita perlu mengenal hakikat manusia itu yang sebenarnya... kerana kadang-kadang bila manusia tidak menyedari hakikat ini, mereka hidup didalam keadaan tipu daya syaitan dan musuh Islam yang cuba merosakkan manusia...

Contohnya.. sebuah durian. Hakikat sebuah durian bila dikupas kulitnya, kita akan nampak isi durian yang berwarna kuning, berbiji besar, dan baunya wangi.. tetapi jika pada suatu hari, kita mengupas kulit durian, tiba-tiba isinya berwarna merah, seolah isi buah tembikai... adakah itu dikatakan hakikat sebuah durian.. tentu tidak bukan... jadi begitu juga manusia, hakikat seorang manusia adalah terbukti, jika ia memahami apa ciri-ciri sebenar sebagai seorang insan...

Pertamanya, manusia/insan adalah makluk yang dicipta oleh Khaliknya.. Tiada benda lain yang lebih berkuasa melainkan Allah sahaja. Sebagai makhluk manusia adalah sebenanya di dalam keadaan fitrah.

30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168]

[1168] fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Hakikat seorang insan, fitrahnya ia akan menjadi Allah sebagai tuhannya, tetapi persekitarannya, mungkin ibu-bapanya, kawan-kawannya, guru-guru, dan juga pengaruh dari media, majalah hiburan dan sebagainya, menyebabkan hati manusia ini tertutup dari kebenaran. Jadi oleh sebab itu, sebagai manusia yang menyedari hakikat ini, ia perlu berfikir dan cuba untuk menghalang unsur-unsur yang menutup hatinya daripada mengenal kebenaran yang nyata, dan ia perlu menyedari hatinya perlu dilindungi dari jahiliyyah agar fitrah asalnya tidak tertutup.

Sebagai seorang makhluk juga, ia juga adalah makhluk yang lemah.

4:28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu[286], dan manusia dijadikan bersifat lemah.

[286] yaitu dalam syari'at di antaranya boleh menikahi budak bila Telah cukup syarat-syaratnya.


bersambung....

Thursday, July 28, 2005

Percayalah pada-Nya

dari www.mykonsis.com

Kita sangat memerlukan IMAN. Keimanan yang kita miliki, setiap hari akan dikikis dan dihakis. Keimanan yang kita miliki, setiap masa akan diuji.

Keimanan yang kita punya setiap waktu akan diterpa dengan berbagai masalah dan keadaan hidup.

Tetapi, kita pasti amat memerlukan iman yang kukuh, kita pasti amat memerlukan keyakinan yang tinggi terhadap-Nya juga rasa tawakal yang teratas kepada-Nya.....kerana hanya dengan ini sahajalah kita dapat melalui setiap dugaan kehidupan.

Alangkah indah hikmah nubuwwah, dari Ar-Rasul tercinta kepada seorang kanak-kanak, yang mengajarnya erti sebuah keyakinan, bahawa atas segala sesuatu kita perlu percaya dan mengharap hanya kepada-Nya. Ku ajarkan engkau beberapa kalimat. Peliharalah Allah, nescaya Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah, nescaya kau mendapati-Nya berpihak padamu. Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah, jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan pada Allah. Ketahuilah jika umat manusia berkumpul untuk memberi manfaat padamu dengan sesuatu, nescaya itu tidak akan berguna bagimu kecuali sesuatu yang memang telah Allah tentukan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk menimpakan bahaya padamu, nescaya mereka tidak dapat mendatangkan bahaya padamu kecuali dengan sesuatu yang memang telah Allah tentukan menimpamu. Pena telah diangkat. Lembarannya telah kering.?

Saudaraku,
Betapa indah bila nilai-nilai keimanan itu telah meresap didalam diri kita, telah sebati dalam hati kita. Betapa kita tidak perlu takut, tidak perlu bersedih dan tidak perlu risau dengan gelombang ujian yang didatangkan kepada kita sehari-hari. Kita akan menjadi seorang yang sentiasa optimis, sentiasa positif, seorang yang cekal, sabar dan tabah diatas kehidupan. Syaratnya hanya satu, bahawa kita masih tetap berada dijalan ketaatan kepada-Nya. Itu sahaja.

Saudaraku,
Jaga dan peliharalah iman itu. Tanam dan suburkanlah ia didalam hati kita. Hanya itu yang akan membuat hati kita stabil, hanya itulah yang akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam diri kita. Ikutilah Allah dan percayakanlah segala padanya. Maka, selepas itu tiada yang lain yang akan menyebabkan kita terumbang ambing dalam menempuh kehidupan

Wednesday, July 27, 2005

sayonara jahiliyyah














Friday, July 22, 2005










45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Wednesday, July 20, 2005

Al-Qurtubi menuliskan di dalam tafsirnya (tafsir al-Qurtubi 7/151 ): ..[QS9:41]..

“Ketika JIHAD menjadi kewajipan atas setiap orang, Fardhu ‘Ain, kerana musuh menguasai sejengkal tanah, ataupun sebahagian dari Tanah Islam, maka pada saat itu, menjadi kewajipan atas setiap orang yang berada di tanah itu untuk pergi berperang, maju bertempur menghadapi musuh. Mereka harus memerangi musuh dalam keadaan ringan ataupun berat, muda ataupun tua, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka harus maju berperang baik dengan meminta izin orang tuanya, atau tanpa meminta izin orang tuanya, atau mereka tidak memiliki orang tua lagi.

Tidak seorang pun yang boleh berlambat-lambat di belakang, sekalipun ia pergi hanya untuk menambah jumlah mereka yang telah lebih dulu pergi, sekalipun mereka hanya berdiam di tanah itu dalam keadaan lemah, hingga akhirnya dapat dicapai satu kekuatan yang mampu menahan gerak maju musuh dan mengusir mereka.

Demikian pula halnya, adalah diwajibkan kepada setiap orang yang menyedari betul betapa lemahnya mereka di hadapan musuh, dan diwajibkan kepada setiap orang yang mengetahui bahawa dirinya sesungguhnya dapat bergabung dan memberikan bantuan untuk berperang, untuk pergi dan maju bertempur, kerana sesungguhnya Ummat Muslim adalah satu dalam menghadapi musuh. Begitulah status JIHAD, hingga akhirnya mereka berhasil mengusir musuh yang telah merampas dan menguasai Tanah ISLAM. Maka pada saat itu, Ummat Islam lainnya terbebas dari kewajipan menegakkan JIHAD.”

Monday, July 18, 2005

Penatkan diri dengan amal

dari http://kersani.com

Dalam kehidupan seharian, sesuatu yang berkualiti tercermin dengan sesuatu objek yang mempunyai fungsi yang efisien. Jika objek tersebut adalah pepejal, ia akan dianggap berharga jika ia mampu untuk bertindak sebagai pepejal dalam sistem. Begitu juga dengan objek yang berbentuk cecair atau gas. Bagi manusia, lantaran ia dijadikan dari setitis air yang bertukar menjadi pepejal dan ditiupkan roh, kemampuan untuk fleksibel dari segi tindakan amat penting agar terhasil kombinasi diri yang seimbang lantas mampu menghasilkan amal. Bagi memaksimumkan potensi inilah, setiap individu perlu 'memenatkan' diri untuk menjadi efisien.

Jika tidak, akan ada ruang kosong yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Ruang ini akan diambil alih oleh udara atau gas yang tidak pasti mana sumbernya. Lantaran diri sendiri tidak memilih gas, cecair atau pepejal mana yang ingin diambil, akan masuklah unsur yang tidak semestinya bagus. Kebarangkalian untuk mendapat unsur yang secocok dengan keperluan diri sendiri adalah amat tipis kerana dunia badan kita adalah gabungan berjuta-juta unsur samada di peringkat makanan, amalan dan lain-lain.
Lantaran itulah, tabiat berfikir dan sentiasa sedar apa yang diterima masuk dalam badan amat penting. Apa yang diterima masuk dari segi nilai, ilmu, makanan, fikiran dan apa jua sumber pelbagai dimensi untuk membina kehidupan manusia perlu disaring awal-awal. Ia perlu diambil dengan sedar dan tidak sekadar menurut keadaan. Risiko untuk sekadar mengikut arus adalah lebih besar walaupun ia banyak disukai oleh manusia kerana penggunaan tenaga yang minimum pada peringkat awalnya. Pernah anda menaiki bukit tinggi dengan basikal dan akhirnya anda sekadar menggunakan konsep momentum untuk turun bukit tersebut dengan mudah?

Begitulah hidup. Anda akan berpenat di atas muka bumi ini dan anda akan mengecap momentum kesenangan tanpa batasan di akhirat nanti. Dan anda tidak akan kehilangan 100% hak untuk hidup di atas muka bumi. Bukankah hak rezeki itu menunjukkan masih ada ruang untuk kita mengecap nikmat dunia? Padahal nikmat akhirat tidak akan diberi sama sekali kepada individu yang syirik.

Atas dasar itu, berusahalah sebaik mungkin dan jangan dikira sangat 'penat' yang melanda. Jika anda penat, berehat sebentar pada waktu malam dan teruskan dengan amalan kebaikan sehingga penat. Jika penat, berehatlah sebentar, dan kemudian sambung. Jika anda tidak berusaha untuk memenatkan dan menyibukkan diri, dunia yang penuh dengan unsur positif dan negatif ini tetap juga akan memenatkan anda. Jadi mengapa memberi ruang untuk diri berpenat kepada sesuatu yang tidak memberi pulangan yang besar di dunia dan akhirat? Kesibukan itu sendiri perlu dipilih agar ia tidak berada pada keutamaan yang salah. Itu juga bermaksud anda disibukkan oleh sesuatu yang salah!


Friday, July 15, 2005

dakwah kerana Allah...

" Kita bukan mengharapkan apa-apa, tp semuanya kerana Allah... tp amat sukar untuk membumikan matlamat ini di dalam hati sanubari masing2, ianya bukan satu teori yang hanya mudah dikeluarkan didalam kata-kata... dakwahlah menuju keimanan, ianya satu yg amat manis sebenarnya, dan ini yang kurang berlaku di dalam dakwah di Malaysia ini.. semoga kita sentiasa meluruskan niat untuk berada bersama-sama kafilah dakwah.. ameen "

Monday, July 11, 2005

"The basis of existance are molecules, not only atoms. Therefore, we have to commune!"
~ Shaykh Hamza Yusuf

li anna qulubukum qad matat bi 'ashrati ash-ya'.

1. 'araftum Allah fa lam tu-addu haqqahu.
2. qara'tum al-qur'an wa lam tu'mal bihi.
3. ad'iyatum hubba rasul wa lam tu'mal bi sunnati.
4. taqulun inna syaitan aduwwukum fa waqtumuh


kerana hati kamu telah mati kerana 10 perkara
1. kamu mengetahui Allah tapi tidak menunaikan haknya
2.kamu membaca al-qur'an tapi tidak mengamalkannya
3. kamu mendakwa menyintai rasul tapi tidak beramal dengan sunnahnya
4. kamu mengatakan syaitan itu musuh kamu tapi kamu menyetujuinya

from http://brotherfaiz.blogspot.com
Dari Anas bin Malik ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Allah Azza wa Jalla berfirman, "Bila Aku menguji hamba-Ku dengan (mencabut) kedua kecintaannya (penglihatannya), namun dia tetap bersabar, maka Aku ganti dengan surga." (HR Bukhari)

Butir Hikmah:
1. Rasulullah SAW mengkhususkan mata karena mata adalah sesuatu yang paling berharga untuk manusia.
2. Surga adalah sebaik-baik penggantian, sebab kenikmatan mata akan fana bersama dengan kefanaan dunia. Sedangkan kenikmatan surga akan abadi selamanya.
3. Ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya bukanlah karena kurangnya ilmu-Nya, melainkan untuk menampilkan kesabaran hamba-Nya agar mendapatkan balasan ganjaran yang setimpal.

Monday, July 04, 2005

titik gerbang

assalamu'alaikum....

alhamdulillah... sudah berapa hari pulang dari 'bercuti' yang agak panjang... alhamdulilah satu percutian yg amat bermakna ana sendiri dalam rangka untuk mengembara cinta Allah yang sebenar...

jazakallah kepada instruktor semasa waktu 'bercuti' tersebut, banyak benda yang dipelajari.. insya allah bila ilmu disampaikan dengan hati yang ikhlas, ia amat terkesan sekali... mmg benar dalam mempertahankan kalimat Laa Ilaha Ila Allah itu amat sukar dan akan melalui threshold yang amat menyesakkan...

mmg benar. selepas balik bercuti, Allah cuba untuk membasuh diri ini, supaya hati ini menjadi bersih... syukur alhamdulillah... keyakinan jika ditidak diuji ketahanannya, ia tidak akan menjadi yang kuat, bila diuji, baru sedar masih lagi banyak lagi kotoran yang melekat dan menyebabkan hati tidak sharp untuk mengambil ibrah dengan apa yang berlaku.

ujian yang dihadapi cuba untuk mengalihkan semula, pergantungan manusia hanyanya kepada Ilah yang sebenarnya... dan wala' dan bara' kita hanya pada Allah , Rasul dan org yang beriman kepada ALlah...

semoga ALlah akan sentiasa membasuh hati2 ini agar menjadi hati yang hidup, kerana hanya hati yang hidup sahaja yang boleh menghidupkan hati yang mati. Hati yang mati tidak boleh melakukkan sedemikian...

luruskan niat kami....

Friday, July 01, 2005

assalamu'alaikum...

kepada pengunjung blog ni.. afwan.. kerana sedang 'bercuti' skrg ni..
insya allah, mohon doa dari semua, semoga percutian ini memberi manfaat untuk dakwah seterusnya...

wassalam

Monday, June 20, 2005

Fitrah Air dan Jiwa Manusia

eramuslim - Sunnatullah adalah hukum alam yang sudah menjadi ketentuan Allah yang tidak akan berubah dan berganti (QS 33:63; 35:43). Dalam al-Quran kata sunnatullah semakna dengan fitratullah (QS 30:30). Adalah sunnatullah, setitik noktah hitam yang menetes pada segelas air jernih dapat menghitamkan seluruh air itu dalam sekejap. Dan merupakan sunnatullah juga bahwa setetes air jernih tidak akan membuat air hitam itu kembali jernih. Begitulah sunatullah dalam air. Itulah fitrah air.

Subhanallah. Air adalah sumber kehidupan. Firman Allah, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup..." (QS 21:30). Setiap yang hidup diciptakan dari air, artinya semua yang hidup memiliki fitrah air.

Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan dari air. Maka jiwa manusia pun punya fitrah air. Seperti fitrah air yang bermula dengan kejernihannya, jiwa manusia pada awalnya adalah jiwa yang bersih. Sabda Nabi SAW, "Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci)." Tapi begitulah air jernih, dia akan sangat mudah terwarnai meski hanya dengan setitik noktah hitam, tetapi ia tidak mudah kembali jernih.

Kejernihan jiwa manusia dikotori oleh noktah-noktah dosa dan kemaksiatan. Sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya seorang hamba jika ia melakukan kesalahan akan dititikkan di hatinya sebuah titik hitam. Jika ia menghentikan kesalahannya lalu ber-istighfar dan bertaubat hatinya akan kembali dijernihkan, tetapi jika ia kembali melakukan kesalahan itu, akan ditambahkan titik-titik hitam itu hingga membungkus hatinya."

Astaghfirullah.... Seperti apakah warna hati kita? Setiap detik kemaksiatan berlalu di depan mata. Betapa sulitnya kita menghindari aktivitas dosa. Maksiat mata di depan televisi dan di jalan-jalan; maksiat tangan dan kaki di kantor, di pasar, di pabrik, di sekolah, bahkan di setiap tempat; maksiat mulut ketika mencaci dan menggunjing orang lain, ketika memakan uang hasil korupsi, hasil menipu; maksiat hati ketika riya, ketika sum'ah (ingin didengarkan), sombong, dan merendahkan orang lain. Semuanya telah membuat hati kita semakin hitam.

Seperti air yang terlanjur menghitam, ia tidak akan kembali jernih hanya dengan satu dua tetes air jernih. Untuk menjernihkan air yang telah menghitam ada dua langkah yang harus dilakukan. Pertama, jangan meneteskan noktah hitam lagi. Dan kedua, mencurahkan air jernih sebanyak-banyaknya.

Noktah hitam adalah dosa dan maksiat sedangkan air jernih adalah taat dan amal kebaikan. Untuk menjernihkan kembali hati, kita harus menghentikan segala bentuk dosa dan maksiat serta melaksanakan sebanyak-banyaknya amal ketaatan dan kebaikan. Hati akan kembali hitam hanya karena setitik noktah hitam dosa, maka jangan sekali-kali meremehkan sekecil apapun kemaksiatan. Tapi hati tidak mudah kembali jernih hanya dengan ketaatan yang sekedarnya, maka jangan sekali-kali merasa cukup dengan amal kebaikan.

Jika manusia memiliki fitrah air, maka masyarakat juga pasti memiliki fitrah air. Sekecil apapun dosa dan kemaksiatan yang telah membudaya dalam masyarakat, ia akan mengotori jiwa masyarakat itu. Sedangkan untuk menjernihkan jiwa masyarakat harus dihilangkan segala bentuk budaya maksiat dan membudayakan ketaatan dan kesalehan sebanyak-banyaknya.

Apa yang terjadi dalam jiwa masyarakat kita tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dalam jiwa kita. Keduanya perlu mendapatkan perbaikan. Untuk memperbaiki dan menjaga kejernihan hati, celupkanlah hati kita dengan shibghah (celupan) Allah. "Sibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah." (QS. 2:138).

Marilah kita mulai perbaikan itu dalam diri kita agar dengan kejernihan jiwa ini kita dapat menjernihkan jiwa masyarakat Indonesia yang tengah terhuyung dalam krisis moral tak bertepi.

Wallahul musta'an.
Zamzam Muharamsyah

Friday, June 17, 2005

Don’t talk to me about Muhammad

boleh dgr kt radio blog lagu ni...

Don’t talk to me about Muhammad

It would be such a pleasure to have you come along with me,
I accept your gracious offer of kindness and company.
But as we walk along young man and as you help me with my load,
I’ve only one request as we travel down this road,

Don’t talk to me about Muhammad.

Because of him there is no peace and I have trouble in my mind,
so don’t talk to me about Muhammad
and as we walk along together we will get along just fine,
and as we walk along together we will get along.

That man upsets me so, and so much more than you could know,
I hear of his name and reputation everywhere I go.
Though his family and his clan once knew him as an honest man,
he’s dividing everyone with his claim that “God is One”

So don’t talk to me about Muhammad.
Because of him there is no peace and I have trouble in my mind,
so don’t talk to me about Muhammad
and as we walk along together we will get along just fine,
and as we walk along together we will get along.

He’s misled all the weak ones and the poor ones and the slaves,
They think they’ve all found wealth and freedom following his ways.
He’s corrupted all the youth with his twisted brand of truth
convinced them they all are strong, given them somewhere to belong.

So don’t talk to me about Muhammad.
Because of him there is no peace and I have trouble in my mind,
so don’t talk to me about Muhammad
and as we walk along together we will get along just fine,
and as we walk along together we will get along.

Thank you now young man, you’ve really been so kind
Your generosity and smile are very rare to find.
Let me give you some advice, since you’ve been so very nice,
From Muhammad stay away, don’t heed his words or emulate his way.

And don’t talk about Muhammad,
or you will never have true peace and trouble is all you will find.
So don’t talk about Muhammad
and as you travel down life’s road you will get along just fine.

Now before we part and go, if it’s alright just the same,
may I ask, my dear young man, who you are? What is your name?

Forgive me - what was that? Your words weren’t very clear,
my ears are getting old - sometimes its difficult to hear.
It is truly rather funny, though I’m sure I must be wrong,
but I thought I heard you said that your name is Muhammad……

Muhammad?

Ash haduallah ilaha il Allah wa Ash hadu ana Muhammad ur-Rasulullah.

Oh talk to me Muhammad!
Upon you I pray for peace for you have eased my troubled mind!
Oh talk to me Muhammad
and as we walk along together we will get along just fine,
and as I travel down life’s road I will get along just fine.

Song title: About Muhammad

Tuesday, June 14, 2005

Rakaizud Dakwah (Dr. Majdi Al-Hilali)

Kata-kata Ustaz Al-Bahy Al-Khouly dalam Rakaizud Dakwah (Dr. Majdi Al-Hilali)

Seorang dai harus dapat merasakan bahawa dakwahnya sentiasa hidup di dalam sarafnya, menyala di dalam hatinya, bergejolak di dalam hatinya, sehingga mendorongnya dari sikap istirehat dan kesenangan kepada sikap pergerakan dan perbuatan, serta menyibukkan diri dengannya daripada dirinya sendiri, anaknya dan hartanya. Ini adalah dai yang jujur, yang imannya merasakan bahawa dakwahnya berkobar di dalam pandangannya, gerakkannya, isyaratnya dan dalam karakteristik yang bercampur dengan air wajahnya.

Dia selalu ingat dengan dakwahnya baik ketika tidur maupun terjaga, ketika makan dan diantara keluarganya, ketika diam, dalam berpergian dan dalam perkumpulan-perkumpulannya. Secara keseluruhan, dakwah adalah masalah utama yang selalu hadir dalam setiap waktu hidupnya. Ia adalah ruh kehidupannya, initinya, substansinya dan urusan hidupnya baik sebagai sampingan maupun hujung kehidupannya.

Wednesday, June 08, 2005

Balqis :: UNIC

UNIC - Balqis




BALQIS-UNIC

Engkaulah ratu dimahligai permata
Istana bayangan syurga
Harta dan takhta mengaburi mata
Tersesat dikau di terang cahaya

Langsung tidak kau endah kata bicara
Utusan hud-hud yang benar
Seruan mengajakmu taat Yang Esa
Tinggalkan menyembah Tuhan sang suria

Balqis,kau bijak dalam menilai dan membuat pemilihan
Diantara yang sementara dan yang kekal buat selamanya
Keindahan dunia yang hanya pinjaman untuk seketika
Atau kebahagiaan hidup diakhirat yang dijanjikan-Nya

Tak perlu kau singkapi labuhan kainmu
Ketika kau melangkah ke istana Sulaiman
Bukannya air yang kau pijak tapi kaca
Terpedaya dikau dek kemilauan sinarnya

Hanya sekelip mata mahligaimu pun beralih
Ifti memindahkannya tanpa kau sedari
Kebijaksanaan Sulaiman telah merubahi sekeping hati
Akhirnya Balqis akur jua akan kelemahan pada diri

Kau kutip iktibar dari apa yang telah engkau lalui
Menjadikan kau isteri yang taat kepada seorang nabi
Pangkat dan jua harta tak menjamin bahagia
Cantik dan keayuan wajahkan pudar akhirnya

Kemiskinan didunia tak bererti kau terhina
Itu hanya di pandangan mata
Kemewahan tak bermakna hidupmu akan sentosa
Kesempurnaan,Tuhan menilainya............

Is the Qur'an for Arabs Only?

By Sayyid Abul A’la Mawdudi
May 10, 2005
Translated by Mushfiqur Rahman


Question
A Sikh friend of mine was given some literature to read. While reading it, he raised this objection: “You say that Allah speaks to the prophets and through these special people He sent a universal way of life for all mankind. The question is, why is such an important way of life prescribed in this one particular language [Arabic], which is used only in one particular geographic location? Why could not that Almighty Allah create one universal language for all of mankind so that all people could benefit from that equally? Arabic Qur'an is certainly beneficial for the Arabs only.”
Answer
Had your Sikh friend who raised this objection pushed his imagination a bit further, he could have also asked “Why did God not send a copy of the Qur'an directly to every human being? Since He is the Almighty, He could have done this too!”

These people actually do not try to understand one basic point: For guiding the humanity, Allah Almighty does not adopt a method that would require an alteration in the natural workings and systems of the universe. The variety of languages, and due to that the emergence of various small and large ethnic groups—all this is but a natural phenomenon which came into existence by the will of Allah. And in this are lots of benefits and goodness that Allah would not want to destroy. Yes, He is the Almighty, but He is also the Wise. In His universe, things are running under a perfect set of laws and principles. Due to these principles, variance between languages, cultures, and traditions emerges.

Even if Allah had created some separate type of language, that still could not have been the mother tongue of all nationalities, nor could the literature in that language affect and influence the minds of all people on earth. They would not have appreciated the beauty of that language [as one appreciates one’s mother tongue]. If Allah—by some supernatural way—eliminated all the mother tongues of all people and then imposed, supernaturally, one language on the entire humanity, then that is a different matter. However, since one action of Allah does not come to nullify another action of His, He has sent guidance to humanity while sustaining the natural systems and frameworks of all languages.
Arabic Qur'an can only be beneficial for the Arabs—this allegation could have been true had Allah only sent a book. But the reality is that Allah sent the book together with a guide. That guide first addressed a particular nation in whose language the book came. Then, according to the prescriptions laid in the book, he educated them, purified them, gave them practical training, and completely reshaped their lives in a full social revolution. Then he charged them with this responsibility that they, on his behalf, would transmit this guidance to other nations, educate them, purify them, train them, and reshape their lives the same way as he had done to them. Thus, once one nation adopts this ideal, it would bear the responsibility of taking it to other nations. This was the natural way for universalizing that teaching and guidance. Every great movement of the world that wanted to universalize its teaching has adopted this same method, be that a movement to establish God’s way or any other type of movement.

If one accepts the argument that a book is only beneficial for the particular nation in whose language it is written, then one will have to consider the history of all the sciences of the world as wrong. All the books of the world will need to be divided and segregated according to language. All the benefits of translations and various mediums of international mass communications will have to be denied. Yet, it is through these mediums that the messages of great world movements and the words of great leaders are reaching the far corners of the earth. Then what crime did the book of Muhammad commit that it has to be considered confined only for the Arabs just because it is in Arabic?
If one is still not assured after this and he thinks that Allah should have done things as he thought He should have, then he has the right to remain firm in his opinion. But the question is, if by putting up such questions as hindrance one does not benefit from a book or a message, then whose loss is it? This is not the policy of the truth seekers. They search for the ray of light everywhere and from all sources. If one closes one’s mind with one objection or another against every book or teaching, then one will not be able to make even a single step on life’s simple and straight path.


* Excerpted, with some modifications, from Welcome Back, Sayyid Abul A’la Mawdudi, Rasael wa Masael. Originally published in Tarjumanul Qur’an, July-October, 1944.


Saturday, June 04, 2005

:: sama ::

Kerana mempertahankan kalimah Thoiyyibah, syed Qutb syaheed di tali gantung... begitu juga kisah di dalam surah al buruj.. mengenai ashabul ukhdud.. si ghulam akhirnya mati kerana mempertahankan kebenaran..... satu pengakhiran yang sama...

Ini adalah diterangkan oleh syed Qutb di dalam buku petunjuk sepanjang jalan - Ma'alim Fi Thariq.

.. bersambung

Thursday, June 02, 2005

Dari hati ke hati

Dari : Dr 'Aidh Qarni - Belajarlah dari Alam dan Zaman

Ucapan org2 salaf itu terkesan dihati dan nasihat mereka berbekas dijiwa. Hal ini disebabkan oleh kejujuran mereka terhadap Allah, dan ketaatkan mereka kepada-Nya. Berbeza sekali dengan keadaan kebanyakkan ulama yang hidup ditengah-tengah kita sekarang ini. Mereka tidak ada bezanya dengan kebanyakkan orang-orang awam. Mereka jarang menjalankan solat malam, tidak zuhud, tidak jujur dan tidak mahu bertaqarub kepada Allah.

Sebahagian mereka ada yang menjadikan nasihatnya sebagai sarana profesi menerima imbuhan gaji bulanan. Bahkan terkadang ada yang memberikan nasehat kepada manusia untuk mendapatkan pekerjaan. Akibatnya nasihat mereka tidak diterima.

Wednesday, June 01, 2005

:: Tuhan kita hanyalah ALlah ::

Setiap hari kita solat 5 waktu sehari semalam, bagi hamba yang mahu lebih dekat dengan ALlah, amalan sehari ditambah dengan amal sunat yang lain - solat dhuha, qiamulail, saum sunnat dan sebagainya. Kerana apa kita lakukan semua tu... kerana "Tuhan kita hanyalah ALlah"....

Tiap saat jantung kita berdegup
Tiap saat darah mengalir
Tiap saat mata berkelip
Tiap saat udara dihirup
Tiap saat mata melihat

tetapi
adakah

Tiap saat hati kita mengingati ALlah
Tiap kali ayat ALlah dibaca, hati akan menjadi gentar
Tiap saat kita berzikir dan berfikir

Tuhan kita hanyalah ALlah..
"Ya Allah, izinkan aku mencintai-Mu, mencintai org yang juga mencintai-Mu dan mencintai jalan kearah kecintaan kepada-Mu"

Friday, May 27, 2005

:: cermin ::

assalamu'alaikum...

pagi tadi, on the way ke UKM, ternampak satu van tanpa cermin depan. Cermin depan mereka pecah. Yang menariknya, pemandu dan orang sebelahnya memakai cermin mata besar warna hitam.. ehe kelakar la juga nampak... suami isteri rasanya...

masa kecil-kecil dulu pernah juga kereta ayah pecah cermin depannya. Pecah kerana sebijik batu jalan jatuh keatas cermin dan lalu retak. Tetapi konsep cermin yang digunkan untuk kereta, ianya adalah anti serakkan. Ianya tidak pecah seperti kaca gelas. Ayah pun memberhentikan kereta dan memecahkan keseluruhan cermin agar serpihannya tidak membahayakan kami di dalam kereta. Ayah pesan tutup semua cermin-cermin yang lain supaya dapt mengurangkan angin dari depan masuk terlalu laju...

cermin depan adalah seumpama shield untuk sesebuah kereta, tidak mengapa cermin lain terbuka, tetapi jika cermin yang depan pecah, amat sukar untuk memandu. Bagi seseorang manusia, keimanan dan taqwa adalah perisai untuk seseorang manusia, jika shield ini pecah dan musnah, pelbagai anasir yang tidak baik akan mewarni kehidupan insan tersebut, seperti juga cermin depan kereta, pelbagai benda halus, habuk akan masuk sehingga suami isteri dalam van tersebut terpaksa memakai cermin mata hitam dan besar supaya tidak masuk ke dalam mata dan menganggu untuk memandu van tersebut. Tetapi adalah lebih merbahaya jika memandu dalam keadaan cermin tersebut berlubang-lubang, serpihan cermin yang pecah boleh mencederakan pengguna van. Jika kita lihat di dalam awal surah al baqarah 5 ayat pertama menceritakan mengenai hati yang sejahtera, 2 ayat seterusnya mengenai hati yang mati, dan dan 13 ayat seterusnya membicarakan mengenai hati yang sakit. Hati yang sakit adalah lebih memerbahaya daripada hati yang mati, kerana hati yang sakit boleh mempengaruhi hati yang sejahtera...

Semoga kita sentiasa menjaga 'cermin' diri kita agar ianya tidak pecah dan juga tidak berlobang.. agar anasir yang tidak baik tidak mencederakan diri kita...

Thursday, May 26, 2005

AL-QURAN MERANGSANG KELAHIRAN SAINTIS-SAINTIS AGUNG

Nukilan, Dr. Danial bin Zainal Abidin (M.B.Ch.B., Universiti Alexandria)
Pengarah Urusan Danial Zainal Consultancy (M) Sdn. Bhd. dan
Penulis bagi PTS Publication & Distributors Sdn Bhd

Otak adalah satu organ istimewa yang dikurniakan Allah kepada manusia. Ketika seseorang bayi berumur tujuh minggu dalam rahim ibu, struktur utama otak sudah dapat dilihat dengan jelas. Dalam rahim ibu, pertumbuhan sel-sel otak berlaku dengan pesatnya. Lebih kurang 2.5 juta sel-sel otak (neuron) tumbuh pada setiap minit. Ketika dilahirkan jumlah sel-sel otak ini mencecah 100 bilion. Setiap sel ini pula mempunyai 1,000 tempat di mana ia dapat berhubung dengan sel-sel otak yang lain. Ketika baru dilahirkan sel-sel ini tidak banyak berhubungan antara satu sama lain.

Namun apabila bayi mula berinteraksi dengan alam, terutamanya di zaman kanak-kanak, sel-sel ini akan berhubungan dengan pesatnya. Semakin meningkat usaha dan pengalaman seseorang semakin rancaklah hubungan yang berlaku antara sel-sel ini. Semua ini akan menentukan kematangan, kepintaran, sikap serta kebijaksanaan seseorang sekali gus mempengaruhi kehidupannya. Apabila kesemua ini berlaku, manusia ketika itu tidak hanya mempunyai otak tetapi, yang lebih penting ialah, mereka juga mempunyai akal serta intelek.

Umat Islam dikurniakan Allah dengan satu agama yang mementingkan akal. Bagi Imam Al-Ghazali, “Akal ialah kekuatan pemikiran semula jadi yang dikurniakan Allah kepada manusia agar dengannya manusia dapat mengenali hakikat sesuatu perkara... Akal ialah tempat lahir dan tertegaknya ilmu. Ilmu tumbuh dari akal sebagaimana terbitnya buah-buahan dari pohon dan terpancarnya cahaya dari matahari. Akal amat mulia sehinggakan haiwan yang bertubuh besar lagi perkasa berasa bimbang dan takut ketika berdepan dengan manusia kerana menyedari manusia mempunyai helah dan upaya untuk melakukan sesuatu hasil dari kekuatan akal.” Hal ini disebutkan dalam Ihya Ulumuddin.

Justeru, apabila sahabat Omar Al-Khattab bertanya kepada sahabat Tamim Ad-Dari, “Menurut pandanganmu, apakah benda yang paling mulia,” beliau menjawab, “Akal.” Seterusnya Omar Al-Khattab berkata, “Kamu benar. Aku pernah bertanya kepada nabi soalan yang sama seperti yang aku ajukan kepadamu dan baginda menjawab, ‘Aku pernah bertanya Jibrail berhubung perkara yang paling mulia dan Jibrail berkata akal’.” Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnul Mahbar. Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Naim, nabi berpesan kepada Ali bin Abu Talib, “Apabila manusia mendekati Allah dengan pelbagai kebajikan maka kamu dekatilah Allah dengan akalmu.”

Al-Quran Merangsang Penguasaan Ilmu

Berbekalkan akal dan kesungguhan, tokoh-tokoh Islam sebelum ini mengamati serta mengkaji alam. Mereka melakukannya kerana dirangsang oleh Al-Quran dan hasilnya ialah meledaknya ilmu pengetahuan serta kemodenan yang berkembang hingga ke hari ini. Pengkaji Barat yang bernama Marmaduke Picktall dalam Islamic Culture berkata, “Al-Quran tanpa ragu-ragu lagi merupakan pemangkin kepada pencarian ilmu di kalangan umat Islam, terutamanya dalam bidang sains alam..... Ketika orang-orang Islam gigih mencari ilmu atas nama Tuhan, golongan Kristian menghancurkan khazanah ilmu golongan terdahulu atas nama Nabi Isa. Mereka memusnahkan kutub khanah di Alexandria dan membunuh ramai ahli falsafah termasuk Hypatia. Bagi mereka mencari ilmu adalah perangkap iblis. Konsep ‘carilah ilmu walaupun di negeri China’ tidak pernah wujud dalam ajaran mereka. Tokoh-tokoh Kristian membunuh tokoh sains seperti Bruno dan memaksa Galileo menarik balik kenyataannya berhubung peredaran bumi kerana ia bercanggah dengan kenyataan Bible yang menetapkan bumi tegun atau statik. Sebenarnya Christopher Columbus mendapat idea bumi adalah bulat dari tokoh-tokoh Islam yang mengajar di pelbagai universiti di Sepanyol.... Justeru Barat yang maju terhutang budi kepada Islam dan bukannya kepada Gereja Kristian yang telah membunuh, menyeksa serta membakar tokoh-tokoh ilmu sebelum ini.”

Mereka yang rajin bertafakur serta mengkaji rahsia alam dipuji oleh Allah. Dalam Al-Quran mereka digelar sebagai ulul albab. Dalam surah Ali-Imran ayat 190-191 Allah berfirman,


Maksudnya, “Sesungguhnya tentang penciptaan langit dan bumi serta pertukaran malam dan siang terdapat tanda (keagungan Allah) bagi ulul albab. Mereka ialah golongan yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka banyak berfikir tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘Wahai Tuhan kami Kamu tidak menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami seksa neraka’.”

Golongan ulul albab ditafsirkan oleh Imam Ibn Kathir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azim sebagai “golongan yang mempunyai pemikiran yang bersih lagi sempurna sehingga mampu memahami hakikat sesuatu perkara secara yang betul”. Mereka mencapai makam ini melalui zikir dan tafakur. Ahli-ahli sains Muslim yang bertakwa layak digelar sebagai ulul albab kerana mereka memiliki ciri-ciri yang disebutkan ini. Hal ini disebabkan mereka berkesempatan untuk berzikir serta mengagungkan Allah melalui pengamatan, analisis dan tafakur ketika cuba menyingkap rahsia alam.

Saintis-Saintis Muslim

Rangsangan dari ayat-ayat seperti ini berjaya melahirkan ramai saintis Muslim yang hebat. Antaranya ialah,

Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (936-1013 M)

Beliau dikenali di Barat sebagai Abulcasis dan dianggap sebagai Bapa Bedah Moden. Ensiklopedia karangannya yang bertajuk At-Tasrif merupakan bahan rujukan penting dalam ilmu pembedahan ketika itu. Beliau mencipta banyak alat-alat pembedahan seperti alat pemeriksaan telinga dan saluran kencing. Beliau ialah orang pertama yang mengenal pasti penyakit keturunan yang dikenali sebagai hemofilia. Kitab beliau At-Tasrif kemudiannya diterjemahkan oleh Gherard dari Cremona ke dalam bahasa Latin sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Hebrew, Perancis dan Inggeris. Pakar bedah Perancis yang terkenal, Guy de Chauliac (1300-1368 Masihi) menjadikan tulisan Al-Zahrawi sebagai bahan tambahan dalam buku bedah beliau. At-Tasrif menjadi bahan rujukan selama lima abad di Universiti Salerno di Itali, Motpellier di Perancis dan beberapa universiti lain di Eropah. Mengikut Dr. Cambell dalam History of Arab Medicine, prinsip-prinsip sains perubatan yang diutarakan oleh Al-Zahrawi sebenarnya mengatasi karya Galen di Eropah.

Abu Ali Hasan Ibn Al-Haitham (965-1040 M)

Beliau dikenali di Barat sebagai Alhazen dan dianggap sebagai Bapa Optik Moden. Beliau membuat kajian tentang cahaya termasuk cahaya pada waktu matahari terbit. Di samping itu beliau juga mengkaji fenomena bayang-bayang, gerhana dan pelangi. Beliau merupakan orang pertama yang dapat menjelaskan tentang bahagian-bahagian mata dan proses penglihatan. Bukunya Kitab Al-Manadhir diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, begitu juga dengan buku-buku beliau yang berkaitan dengan cahaya dan warna pada waktu matahari terbit. Tokoh-tokoh sains Barat seperti Roger Bacon, Pole Witelo (Vitellio) dan yang lain-lainnya banyak merujuk kepada tulisan Al-Haitham ini.

Ibn Sina (980-1037 M)

Ibn Sina dikenali di Barat sebagai Avicenna dan beliau ialah seorang tokoh perubatan Islam yang amat terkenal. Beliau merupakan orang pertama yang menjelaskan tentang penyakit radang selaput otak atau meningitis. Sumbangan beliau yang paling besar ialah bukunya yang bertajuk Al-Qanun. Ia dikenali di Barat sebagai Canon. Buku ini merupakan sebuah ensiklopedia perubatan yang mengandungi lebih daripada sejuta perkataan. Ia kemudiannya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard dari Cremona pada abad ke-12 dan menjadi buku teks di sekolah-sekolah perubatan di Eropah dari abad ke-12 hingga ke-17. Malah di penghujung abad ke-15, buku ini diulang cetak hingga mencapai edisi yang ke-16. Cameron Gruner menterjemahkan buku ini ke dalam bahasa Inggeris dengan tajuk A Treatise on the Canons of Medicine of Avicenna pada tahun 1930. Seorang tokoh perubatan yang terkenal pada abad kedua puluh, Dr. William Osler, pengarang buku Evolution of Modern Science, berkata, “Qanun menjadi buku rujukan utama dalam bidang perubatan lebih lama dari buku-buku lain.”

Yaaqub Ibn Ishaq Al-Kindi (800-873 M)

Beliau dikenali di Barat sebagai Alkindus. Al-Kindi merupakan orang pertama yang menetapkan kaedah penetapan dos dalam penggunaan ubat-ubat di zamannya. Beliau merupakan seorang penulis yang hebat dan telah menulis lebih kurang 240 buah buku dalam pelbagai bidang termasuk dalam bidang astronomi 16 buah buku, matematik 11, geometri 32, perubatan 22, fizik 12, falsafah 22, logik 9, psikologi 5 dan lain-lain lagi. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard of Cremona. Cardano menganggap Al-Kindi sebagai salah seorang daripada 12 orang pemikir agung di dunia pada zaman pertengahan dahulu.

Abu Abdullah Al-Battani (868 - 929 M)

Al-Battani dikenali di Barat dengan nama Albategnius. Beliau amat terkenal dalam bidang matematik dan astronomi. Antara penemuan beliau yang agung ialah menetapkan tahun syamsiah menepati penemuan pada hari ini, iaitu 365 hari, 5 jam, 46 minit dan 24 saat. Battani juga menonjol dalam bidang trigonometri dan matematik. Beliau memperincikan kaedah kiraan dengan menggunakan konsep sinus dan tangen. Buku-buku beliau dalam bidang astronomi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad kedua belas di bawah tajuk De scienta stellerum — De numeris stellerum et motibus. Copernicus dalam bukunya, De Revolutionibus Orbium Clestium menyatakan bahawa beliau terhutang budi kepada Al-Battani.

Mohammad Ibn Zakariya Al-Razi (864-930 M)

Beliau dikenali di Barat sebagai Rhazes, Ar-Razi amat menonjol dalam bidang kimia dan perubatan. Beliau merupakan orang yang pertama yang menemui penyakit campak dan cacar. Beliau juga adalah pengasas kepada bidang perubatan kanak-kanak, ibu mengandung dan sakit mata. Buku perubatannya Kitab Al-Mansoori diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1480-an di Milan. Buku Al-Hawi merupakan ensiklopedia perubatan yang terbesar pada zamannya dan dikenali sebagai Continens dalam bahasa Latin. George Sarton dalam History of Science mengatakan bahawa Ar-Razi merupakan seorang tokoh perubatan Islam yang paling terkemuka di zaman pertengahan dulu. Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) dalam buletinnya pada bulan Mei, 1970 menghargai sumbangan Ar-Razi dengan berkata, ‘Tulisan-tulisannya tentang penyakit cacar dan campak begitu tepat sekali dan tulisan-tulisannya tentang penyakit berjangkit merupakan penulisan yang terawal berhubung dengan tajuk itu’.

Jabir Ibn Haiyan (Meninggal 803 M)

Jabir Ibn Haiyan dikenali sebagai Geber di Barat. Beliau dianggap sebagai Bapa Kimia Moden dan berjaya melaksanakan prosedur-prosedur sains seperti ‘penghabluran, penyulingan, kalsinasi, sublimasi dan penyejatan’. Buku-buku beliau seperti Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab'een diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi begitu popular di Barat selama beberapa abad lamanya. Robert dari Chester menterjemahkan Kitab Al-Kimya dengan tajuk The Book of the Composition of Alchemy pada tahun 1144. Berthelot menterjemah beberapa buku Ibn Haiyan dengan menggunakan beberapa tajuk seperti Book of Kingdom, Book of Balances, dan Book of Eastern Mercury. Beberapa kalimat kimia yang Jabir gunakan masih terkenal hingga ke hari ini seperti alkali dan lain-lainnya. Pemikir Barat, Max Mayerhaff, pernah berkata, pengembangan ilmu kimia moden di Eropah tidak dapat dipisahkan daripada Jabir ibn Haiyan.

Mohammad Bin Musa Al-Khawarizmi (Meninggal 840 M)

Beliau dikenali di Barat dengan nama Algorizm, Khawarizmi amat terkenal dalam bidang ilmu matematik. Beliau adalah pengasas kepada ilmu algebra, malah nama algebra diambil bersempena dengan nama buku beliau Al-Jabr wal-Muqabilah. Dalam bidang trigonometri, beliau mengetengahkan konsep sinus (sine) yang kemudiannya diperkembangkan kepada tangen. Konsep algoritma yang dinamakan mengikut namanya juga diasaskan oleh Khwarizmi. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Adelard of Bath dan Gerard of Cremona pada abad ke-12. Mengikut pemikir Barat, Phillip K. Hitti, Khawarizmi banyak mempengaruhi Barat di sudut ilmu matematiknya mengatasi penulis-penulis lain.

Jika Al-Quran berjaya merangsang umat terdahulu untuk menceburi bidang sains dan teknologi, bagaimana pula dengan kita pada hari ini? Adakah kita berpuas hati sekadar membaca Yasin pada malam Jumaat atau ketika berlaku kematian sahaja? Atau sekadar menggantung ayat-ayat Al-Quran di dinding rumah sahaja? Atau sekadar membaca Al-Quran ketika terdesak dan terpaksa sahaja? Sikap kita terhadap Al-Quran perlu berubah jika kita inginkan kejayaan.


Note: (Diterbitkan dalam Majalah i bagi bulan April, 2004, terbitan Karangkraf)

Tuesday, May 17, 2005

DUA AKTIFITAS CENDEKIAWAN

Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala RasulillahNumber:

DUA AKTIFITAS CENDEKIAWAN(Telaah Ali-Imran:190-191)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantianmalam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir(ulil albaab); (yaitu) mereka yang senantiasa berzikruLlah baikdalam posisi berdiri, duduk atau berbaring. Dan mereka jugaselalu bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi, danberkata: "Ya Robb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua inidengan sia-sia, SubhanaLlah, jauhkanlah kami dari azab neraka."(Al-Qur'an, 3:190-191)

Ikhwan dan akhawat fiLlah, assalamu'alaikum


... Belum lagi saya menyelesaikan tulisan ini, telah muncul satuartikel komprehensif mengenai cendekiawan dari akh Abu Zahra.InsyaAllah, telaah singkat ini dapat menjadi tambahan bagi tulisan tersebut ...

Dari dua ayat di atas, dapat segera kita simpulkan bahwa ada dua aktifitas yang harus dimiliki oleh seorang mu'min, yang dengan itu ia disebut Ulil Albab (cendekiawan). Kedua ciri itu adalah zikir (zikruLlah) dan fikir (tafakkur).
Aktifitas pertama, zikir, adalah suatu proses pembersihan jiwa (tazkiatun nafs) dari segala bentuk kejahiliyahan dan kekotoran. Sebab hanya dengan kebersihan jiwa itu, seorang manusia bisa meraih dan mendapatkan bimbingan dan ridho ALlah. Dengan hati yang bersih seseorang dapat dengan jernih memandang kehidupan, mampu membedakan antara yang hak dan bathil. Dan pada gilirannya akan mendorong dan menuntut seorang pada amal yang shalih, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pengertian zikir janganlah dibatasi sebagai aktifitas lisan saja, yang mengucapkan do'a dan wirid tertentu; melainkan harus dipahami sebagai aktifitas qalbu, lisan dan amal. Qalbu yang berzikir adalah qalbu yang senantiasa dekat dengan ALlah, yang tergetar bila disebutkan asma ALlah dan menambah bobot keimanannya (QS 8:2). Sedangkan lisan yang berzikir adalah lisan yang senantiasa mengajak kepada jalan ALlah. Ucapan apa saja yang mengajak kepada kebaikan (da'wah) adalah zikruLlah secara lisan (QS 41:33). Karena itu amatlah keliru bila zikir secara lisan dipahami hanya sekedar memuji-muji ALlah sampai tak sadarkan diri, sementara pada sisi lain, ucapan dan perbuatannya bertentangan dengan kebenaran. Akhirnya, qalbu dan lisan yang berzikir harus dibuktikan dalam zikir amal. Yaitu berupa perbuatan baik yang mengajak orang serta memberi contoh sesuatu yang baik.

Aktifitas kedua, fikir, adalah suatu proses aqliah (intelek pengetahuan dan teknologi dalam kerangka memakmurkan bumi. Seorang mu'min harus senantiasa mencurahkan segala potensi fikirnya untuk mengambil hikmah kejadian di alam semesta, demi tegaknya kedaulatan ALlah di muka bumi. Maka amatlah salah, kalau kaum muslimin menghabiskan potensi aqliahnya untuk mencari dan merumuskan ideologi maupun prinsip-prinsip lainnya. Sebab semua itu telah termaktub di dalam KitabuLlah. Yang dituntut dari kita adalah melaksanakan segala prinsip-prinsip hidup tersebut dengan teguh dan konsekuen. Sementara fikiran kita bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan sarana hidup yang lebih baik dalam naungan ALlah, sehingga terciptalah masyarakat yang adil makmur dalam naungan mardhotiLlah. InsyaALlah.
Wassalamu'alaikumAbu Akhyar

Ref: Quthb, S., "Fi Zilalil Quir'an"



Friday, May 13, 2005

vision dunia vs vision akhirat

assalamu'alaikum...

manusia mudah untuk nampak vision di dunia berbanding dengan vision di akhirat, mmg benar dunia adalah ladang akhirat, tetapi kekadang 'sayang' manusia kepada dunia sehingga cinta mereka untuk menuju negeri yg abadi semakin berkurangan..

dalam minggu ni, ana menemani seorang akhwat ke salah sebuah kolej di bangi. Ukht ni baru sahaja menghabiskan degree dari luar mesia dalam bidang kejuruteraan maklumat. Dengan izin Allah, Allah bukakan hati ukhti ni untuk mengambil diploma tahfiz . Apabila hasrat itu cuba di minta pandangan dari beberapa pihak, kebanyakkan dan hampir semua tidak bersetuju, dengan alasan sayang dengan degree yang sudah diambil, "takut ilmu tu habis nanti".

ada jugak yg kata
" skrg ni, tak ramai di dalam bidang professional yg mempunyai fikrah Islam.. "
" Dah habis belajar, masa ni la nk bantu2 keluarga"
" jawatan adalah alat untuk membantu dakwah"

dan pelbagai lagi pendapat yg timbul, dan terutamanya org yg berlatarbelakang pengjian agama, kebanyakkan kurang bersetuju ukht tersebut meneruskan pengajiannya.

Satu persepsi yang amat berbeza, mungkin kalau ukhti tersebut mendapat kerja di sesuatu tempat contohnya, kilang Sony ke.. mungkin rasanya tidak ade pihak yang menghalang.. kerja, duit, jawatan itulah yang banyak merantai manusia,

[9:24]
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, - (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk ugamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka).

kekadang manusia mengatakan tidak mengatakan, duit yg banyakkan kan boleh disumbangkan untuk dakwah.?? Mungkin kenyataan ini kita boleh muhasabah sendiri apa yg berlaku sebenarnya.. kekadang kita masih sukar untuk menjalankan program kerana kekurangan wang yg ada. Jika kita berbalik kepada ayat Allah, tunggulah azab dari Allah jika sayang dan cinta kita bukan kepada jalan Allah dan Rasul

Semoga kita sentiasa menjadikan insan-insan yang dapat melihat akhirat adalah satu mision utama selama kita menumpang di dunia ini.

Thursday, May 12, 2005

Seolah Engkau Melihat Muhammad



Senyuman menghiasi raut wajahmu. Kecerahan di atas mukamu. Cahaya di atas keningmu. Cinta di dalam hatimu. Kemurahan di dalam tanganmu. Keberkahan dalam dirimu. Kemenangan selalu menyertaimu.

Orang yang menziarahi pintumu, seluruh anggota badannya tidak henti-hentinya menceritakan kisah-kisah tentang kemurahan dan anugerah yang telah engkau berikan dan hadiahkan kepada mereka.

Mata akan selalu merasa sejuk dan tenang, sementara telapak tangan akan bersalaman. hati akan dapat mengobati luka yang perih dan pendengaran akan selalu mendengarkan kebajikan yang telah engkau lakukan.

Namanya adalah Muhammad saw., namanya juga Al 'Aqib, Al Hasyir dan Al Mahi. Beliau adalah penutup segala rasul. Beliau adalah pilihan para nabi. Beliau menjadi pemberi syafaat jika mereka datang di padang mahsyar. Beliau juga menjadi imam mereka jika mereka mendatangi surga.

Saturday, May 07, 2005

lagu ari ni

dari dari abu abdul malik...

download di sini

Tuesday, May 03, 2005

at taubah 9: 91-92

9:91 There is no blame on those who are infirm, or ill, or who find no resources to spend (on the cause), if they are sincere (in duty) to Allah and His Messenger. no ground (of complaint) can there be against such as do right: and Allah is Oft-forgiving, Most Merciful.

9:92 Nor (is there blame) on those who came to thee to be provided with mounts, and when thou saidst, "I can find no mounts for you," they turned back, their eyes streaming with tears of grief that they had no resources wherewith to provide the expenses.


[9:91]Orang-orang yang lemah dan orang-orang yang sakit, dan juga orang-orang yang tidak mempunyai sesuatu yang akan dibelanjakan, tidaklah menanggung dosa (kerana tidak turut berperang) apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikitpun bagi menyalahkan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya; dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

[9:92]Dan tidak juga berdosa orang-orang yang ketika mereka datang kepadamu (memohon) supaya engkau memberi kenderaan kepada mereka, engkau berkata: "Tidak ada padaku kenderaan yang hendak kuberikan untuk membawa kamu", mereka kembali sedang mata mereka mengalirkan airmata yang bercucuran, kerana sedih bahawa mereka tidak mempunyai sesuatupun yang hendak mereka belanjakan (untuk pergi berjihad pada jalan Allah).

Thursday, April 28, 2005

perang internet

assalamu'alaikum...

hari ni cuba untuk search perkataan ISLAM di google..

hasil yang dapat ialah
- Results 1 - 10 of about 17,600,000 for islam [definition]. (0.17 seconds)

kemudian perkataan CHRISTIAN
hasil
- Results 1 - 10 of about 80,600,000 for CHRISTIAN [definition]. (0.15 seconds)

lepas tu perkataan JEWS
Results 1 - 10 of about 12,100,000 for jews [definition]. (0.12 seconds)

ini menunjukkan masih kurang website yang menerangkan mengenai Islam di internet, bilangan 17,600,000 web ISLAM tersebut termasuklah web-web yang musuh islam buat untuk menjatuhkan islam

so.. APA PERANAN KITA?

fikir-fikir... dan lakukan tindakan yang sepatutnya...

Wednesday, April 27, 2005

jalan-jalan beli buku @ PWTC

Bismilillahir rahman ar raheem

Semalam dapat jugak berjalan2 membeli buku di pwtc. Meriah juga pameran buku kali ni, walaupun semalam tak berapa ramai orang yg datang ke pameran tersebut. Tapi kelam kabut juga, sebab sampai lambat di pwtc,so tak banyak masa yg tinggal dan nk beli buku ni bukan mcm beli pakaian, kena baca dulu skit, tgk isi kandungan... kena tgk jugak harga die.. buku skrg ni mana ade yg murah2

Ini lah buku2 yg sempat di beli semalam, ehe.. tak tahu la sbb apa minat pulak psl tajuk2 ini kali ni





BELAJAR EQ dan SQ DARI SUNAH NABI


Sinopsis
Kecerdasan adalah sebuah misteri. Sebagai proses berpikir, cerdas berarti mampu memberikan definisi, makna dan keputusan secara cepat, tepat dan akurat. Keputusannya sedemikian kokoh, sebab ia didasarkan pada kelengkapan pengetahuan, dalamnya pengalaman dan runcingnya keyakinan.

Muhammad Saw selain disifati dengan sifat shiddiq (benar), amanah (dapat dipercaya) dan tabligh (transparan), juga disifati sebagai seorang fathanah (cerdas). Baik dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa, maupun sebagai seorang rasul. Semua ucapan, pikiran, tindakan dan perasaannya dikemukakan dengan dasar argumen yang meyakinkan. Tidak hanya diakui oleh para sahabat dan kaum mukmin pada umumnya, namun kecerdasan Muhammad Saw juga diakui oleh para pemuka Yahudi dan Nashrani.
''Semangat yang ingin dibangun oleh buku ini bukan pada penjelasan diferensiatif antara rasio, emosi, dan spiritualitas. Justru buku ini beruaha menjembatani semuanya melalui penjelasan sunah Nabi. Islam tidak mengenal dikotomi antara jasmani dan ruhani, antara ruh dan jasad. Keduanya memiliki ikatan fungsional dalam membangun tatanan kehidupan sosial yang dipandu oleh nilai-nilai spiritual (ilahiah).''Ary Ginanjar Agustian, Penulis buku ''Best Seller'' ESQ

_______________________________________________________

99 Q, Kecerdasan 99 : Cara Meraih Kemenangan dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Buku Pertama)

Dalam dunia ilmu pengetahuan berkembang temuan tentang tingkat kecerdasan umat manusia. Mulai dari Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan terakhir Spiritual Quotient (SQ). Temuan-temuan tersebut menandakan adanya potensi-potensi tersembunyi di dalam diri manusia yang harus terus digali, sehingga mampu mengaktualisasikan dirinya secara maksimal. Begitupun dengan 99 Quotient (Kecerdasan 99) yang dijelaskan oleh buku ini.

99 Quotient (99Q) merupakan sebuah istilah yang diilhami oleh 99 nama Allah. Di dalam diri manusia terdapat 99 potensi kecerdasan dan kemampuan yang merupakan manifestasi dari 99 nama Allah tersebut. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw, disebutkan, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam sesuai dengan citra-Nya," (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam penjelasan sufistik Ibnu Arabi, hadis ini mengandung makna bahwa sejak awal penciptaan manusia, Allah menyimpan pengetahuan tentang segala sesuatu di dalam diri manusia. Pengetahuan tersembunyi tersebut -menurut Carl Gustav Jung- terekam dalam bawah sadar (sub-conscious). Di alam bawah sadar ada muatan yang akan membuat pengetahuan meningkat tak terkira apabila dapat dihidupkan.

Di sinilah buku ini hadir dengan mencoba menjelaskan baik secara teoretis maupun praktis langkah-langkah untuk mengejawantahkan 99 kecerdasan yang tersembunyi di dalam diri manusia. Buku ini tidak sekadar membahas kecerdasan tersebut dari berbagai sudut pandang, tetapi memberikan cara mudah untuk mengaktualisasikan potensi-potensi tersebut dengan melatihnya melalui 99 nama Allah.

"Nama-nama Allah itu mengungkapkan hakikat-Nya pada manusia yang sekaligus pula membimbingnya kembali kepada Allah yang merupakan satu-satunya sumber keseluruhan realitas."
--Seyyed Hossein Nasr
Profesor Islamic Studies, di George Washington University, Amerika Serikat




Tuesday, April 26, 2005

Buku hari ini

Quranic Quotient : Kecerdasan-kecerdasan Bentukan Al-Quran




Al-Quran adalah mukjizat terbesar bagi umat manusia. Ia adalah Kitab Suci yang sangat komprehensif pembahasannya dan indah gaya bahasa (balaghah)-nya. Ada beberapa sebutan bagi Al-Quran karena keluarbiasaannya itu, yaitu Al-Kitab (Buku/Tulisan), Al-Bayan (Penjelas), Al-Furqan (Pembeda, Pemisah), Al-Huda (Petunjuk), Al-Dzikra (Peringatan), dan Al-Syifa (Obat). Penyebutan itu muncul karena begitu banyaknya fungsi Al-Quran bagi kehidupan umat manusia. Fungsi-fungsi tersebut menjadi modal dasar bagi pembentukan kecerdasan manusia.

Kecerdasan bentukan Al-Quran itulah yang menjadi inti pembahasan buku ini. Salah satu yang dijanjikan Al Quran agar orang dapat hidup bahaya (hasanah) di dunia dan di akhirat, adalah memperoleh pencerdasan sebagai bukti pemanfaatan informasi, pesan, muatan, dan nilai yang dikandung Al-Quran. Namun, untuk mencapai ke arah itu, seseorang harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah ditentukan oleh Al-Quran sendiri. Tahapan dan mekanisme tersebut adalah hal-hal yang sangat elementer dalam kehidupan, meliputi proses menyadari, hal yang sangat elementer dalam kehidupan, meliputi proses menyadari, menyerahkan diri, mendengarkan, membaca, memperhatikan, mempelajari, memikirkan dan seterusnya. Selanjutnya, setelah kecerdasan tersebut diperoleh, seseorang tidak boleh berhenti sampai di situ. Kecerdasan tersebut harus terus diberdayakan agar ia bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan orang lain.

Kehadiran buku ini semakin membuktikan bahwa tidak ada yang sia-sia di dalam Al-Quran. Seluruh aspek yang ada dalam Al-Quran memang diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Hanya saja harus ada upaya untuk selalu menggalinya. Lagi-lagi, buku ini telah menjadi bukti untuk itu.

Monday, April 25, 2005

Bainat Ta'shil Wat Tathwir

Materi Kaderisasi
Bainat Ta'shil Wat Tathwir

Konsistensi kita dalam menjaga ta'shil wattathwir ini adalah sangat penting bagi keselamatan kita baik kita sebagai pribadi atau kita sebagai jama'ah atau kita sebagai harokah sebagai gerakan sebab tanpa perimbangan antara ta'shil wat tathwir sudah tentu akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan penyimpangan-penyimpangan da'wah ini baik diakibatkan oleh mengabaikan ta'shil atau mengabaikan tathwir "Yushlih lakum a'maalakum walakum dzunuubakum waman yuthi'illaahu warasuulahu faqad faaza fauzan 'azhiima"

Ikhwah fillaah sekalian .

Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Alloh SWT di pagi ini dalam rangka taqarrub kita ta'abbud kita kepada Alloh SWT melalui segala aspek kehidupan kita di segala bidang hidup. Kita berharap segala langkah perjuangan yang kita ayunkan mudah mudahan (dengan pertemuan ini) terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas taqarrub kita dan ta'abbud kita kepada Alloh SWT dan Insya Alloh kita memetik hasilnya di yauma yaquumul hisab

Ikhwan dan akhawat fillaah .

Kalau tadi Akhuunal. Al-Faadhil DR Hidayat menyebutkan tentang ...Da'wah Ikhwaniyyah sudah tentu materi ini materi ringkasan bagi acara kita, yang tidak mungkin dibicarakan sejam dua jam, sehari dua hari. Masalahnya apa ?Masalahnya Ashalah da'wah Ikhwaniyyah atau Ashalah Ikhwaniyyah pada hakikatnya ia tidak punya spesifikasi lain kecuali Ashalah Islamiyyah, jadi Ashalah Ikhwaniyyah adalah Ashalah Islamiyyah. Apakah itu sendiri meminjam bahasanya salah seorang ikhwah bahwa Ashalah Da'wah Islamiyyah itulah yang dipakai Ashalah Da'wah Ikhwaniyyah tidak punya perbedaan apa-apa.Membicarakan Ashalah Da'wah Ikhwaniyyah sebesar membicarakan Ashalah Da'wah islamiyyah

Membicarakan ashalah islamiyyah sebesar membahas membicarakan ashalah ikhwaniyyah dia tidak mempunyai mabadi baik aqidiyyah fikriyyah manhajiyyah kecuali mabadi aqidiyyah fikriyyah dan manhajiyyah islamiyyah yang bersumber pada Qur- an dan sunnah tapi betapapun . demikian luasnya pembahasan tentang ashalah yang kita harus merupakan bagian upaya kita untuk meningkatkan diri salah satu keistimewaan da'wah ikhwan yang berdasar da'wah islamiyyah itu selain mengulangi ke pemahaman yang dicakup kalimat syumuliyyah dan takamuliyyah integralitas ajaran islam integralitasperjuangan islam juga keterpaduan dari perjuangan itu dan dari tatanan darisystem yang kita anut sesuai dengan integralitas dan keterpaduan syumuliyyahdari ajaran islam itu sendiri ada hal lain masalah syumuliyyah takamuliyyah itu lebih kepada pendekatan prinsipil tapi ada keistimewwan yang lain yairupendekatan dari segi pendekatan operasional kemampuan da'wah ikhwan mewarisinilai-nilai islam mewarisi nilai-nilai da'wah islam dari para rasul dan para anbiya para ashhabu Rasulillah saw radhiallohu anhum ajma'in juga para salafshalihin yaitu dalam bentuk kemampuannya dalam melakukan tawazun dalam melakukan langkah-langkah yang mutawazinah bainal khuthuwat ta'shiliyah wakhuthuwat tathwiriyyah Ini salah satu tamayyuz ikhwani yng sebetulnya merupakan tamayyuz islami yang banyak diabaikan oleh gerakan-gerakan da'wahlain yang banyak diabaikan oleh jamaah- jama'ah lain yang banyak diabaikanoleh perjuangan-perjuangan lain sambil kita tetap respek kepada merekamengakui eksistensi perjuangan mereka dan mengakui juga insya Alloh keikhlashan mereka dan pengorbanan mereka dalam perjuangan

Satu titik Qadratud da'wah kemampuan da'wah dalam melangkah bainat ta'shil wattathwirini adalah di jaman modern ini adalah tamayyuz ikhwani tamayyuz islami yang betul-betul dilaksanakan secara konsisten oleh ikhwan sudah tentu kalau kitamembahas lebih dalam lebih luas dan lebih detail tentang ad da'wah bainatta'shil wat tathwir sekali lagi juga parlu waktu yang panjang dan dulu jugapernah saya sampaikan setelah kita muncul sebagai partai kalau nggak salah tampatnya di sidik nggak bukan bukan di sidik di LKPSI apa dulu di nadwahsaya menjelaskan sangat dalam bainat ta'shil wat tathwir diantara antum sayaruju kembali kepada detail materi itu bahkan saya berikan dengan skemalengkap saya sampaikan kembali lebih kepada dzikro sebagai dzikro dan jugasebagai selain sebagai dzikro juga sebagai resume saja terhadap materi yangsebetulnya materi ..tentang adda'wah bainat ta'shil wat tathwir

Ikhwan dan akhawat fillaah

Konsistensi kita dalam menjaga ta'shil wattathwir ini adalah sangat penting bagi keselamatan kita baik kita sebagai pribadi atau kita sebagai jama'ahatau kita sebagai harokah sebagai gerakan sebab tanpa perimbangan antara ta'shil wat tathwir sudah tentu akan banyak sekali kemungkinan-kemungkinanpenyimpangan-penyimpangan da'wah ini baik diakibatkan oleh mengabaikan ta'shil atau mengabaikan tathwir

Ikhwan dan akhawat fillah

Kita ketahui bahwa kesumuliyahan da'wah kita ketakamuliyahan da'wah kita tersimpul dalam pengelolaan bagaimana membangun hablum minalloh yang baik dan hablum minannas yang baik dan ini sangat terkait dalam kemampuan kitamenjaga keseimbangan antara qudroh ta'shiliyyah yang lebih bertitik berat kepada utuhnya komitmen kita kepada Alloh swt komitmen kita kepada Rasululloh saw komitmen kita kepad kitab dan sunnah titik beratnya di situbukan berarti tanpa hubungan sama sekali dengan konteks hablum minan naas sangat kait terkait begitu juga konsistensi kita keistiqomahan kita dalam membangun khuthuwat tathwiriyyah adalah titik beratnya ta'sisnya ..nyaa dalah bagaimana membangun hablum minan naas secara baik Tanpa kedua itusudah tentu akan terjadi inkhirofat yang akan menimbullan bala malapetaka fid dunya wal akhiroh na'udzu billaahi min dzaalik

Ikhwan dan akhawat fillaah

Seperti saya tadi tegaskan bahwa kemampuan kita mengelola da'wah di sektorkhuthuwat ta'shiliyyah langkah-langkah originilisasi da'wah kita baikaqidiyyan fikriyyan wa manhajiyyan ini adalah sekali lagi lebih dekat kepadakonteks bagaimana keutuhan hubungan kita kepada Alloh swt. Bagaimanakeutuhan hubungan kita kepada Alloh swt baik dari sisi moral dari sisima'nawiyyah dari sisi ruhiyah yang dibentengi oleh shihhatul aqidah kitakebersihan aqidah kita minasysyirk kabirun wa shaghirun dari kesyirikan baikyang besar maupun yang kecil baik yang nampak zhohir atau yang menyelinap didalam hati kita na'udzubillaahi min dzaalik menyelinap di dalam perasaankita yang menyelinap di dalam pikiran kita.

Insya Alloh dengan memperhatikan selalu langkah-langkah ta'shiliyyah keutuhan ruhiyyah kita fikriyyah kita manhajiyyah kita keutuhun ruhiyyah kita ma'nawiyyah kita dan konsistensi aqidah kita akan terjaga dengan baik ada salah satu aspek untuk selalu menjaga kita mepunyai kesadaran akan pentingnya qudwah ta'shiliyyah ya sebetulnya konteks materinya banyak di tamhidiyyah banyak di takwiniyyah yaitu adanya suatu kesadaran

Pertama-tama kesadaran tentang manzilatul insan tentang posisi manusia di hadapan Alloh swt Pertama-tama posisi sebagaim akhluk Posisi sebagai makhluk ini penting selalu disadari oleh kitabetapapun tingginya ilmu kita martabat keulamaan kita keintelektualan kitajabatan formal kita dalam jama'ah atau dalam negara atau dalam masyarakatMenghidupkan kesadaran akan posisi sebagai makhluk ini penting karena konteksnya sebagai makhluk adalah aspek ketergantungan kepada kholik Tidaksatupun kita yang tidak mempunyai ketergantungan kepada penciptanya tidaksatupun produk yang tidak mempunyai ketergantungan kepada pembuatnyabuatan-buatan manusia saja buatan-buatan pabrik bikinan manisia merek-merekmobil itu semuanya tergantung kepada pabriknya baik ketergantungan teoritisdengan petunjuk-petunjuk manualnya atau ketergantungan softwarenya atau hardwarenya dalam bentuk sparepart yang besar atau yang kecil seluruhnyamempunyai ketergantungan mungkin nampak sepele namun sangat mendasar sangatpenting untuk kesadaran kita bahwa kita harus kembali kepada asholah bahwamanzilah kita di depan Alloh swt sebagai makhluk Oleh karena itu sebagaimakhluk secara total secara mutlak mempunyai ketergantungan kepada kholik dan ini modal dasar untuk kita selalu tadarru selalu inqiyaad selalu mendekatkan diri kepada khalik kita

Ikhwan dan akhwat fillaah

Kesadaran yang kedua dari posisi manusia ini yaitu kesadaran sebagai hamba sebagai 'abd Kesadaran sebagai hamba ini penting juga dibangun sehinggakalau kesadaran sebagai makhluk tadi ketergantungan secara total daam segala aspek kehidupan kalau dalam aspek penghambaan ini lebih kepada apresiasidari keinginan-keinginan kehendak-kehendak kemauan-kemauan rencana-rencanaitu seluruhnya sangat terkait dengan grand design yang sudah ditentukan olehAlloh sebagai sayyid Alloh sebagai Tuhan kita Kita sebagai hamba tidak bisa lepas diri dari grand design bagi kehidupan kita bagi langkah-langkah kitabagi perjuangan kita yang sudah digariskan yang sudah ditentukan oleh Alloh sebagai sayyid sehinga inilah yang disebut bahwa kita tidak mempunyaikehendak apapun kecuali yang dikehendaki Alloh swt dan ayat-ayat Al Qur-an begitu banyak menjelaskan sisi Aqidah dari segi kesatuan akan memisahkankesatuan kehendak keinginan rencana -rencana segala sesuatu sesuai denganiradatillah Inilah posisi kita manzilah kita sebagai 'abd. Yang ketigaadalah kesadaran manzilah sebagai jund Walillaahi junuudus samaawaati walardh Sebagai prajurid sudah tentu merasakan adanya sebuah jalur komando yang harus dia ta'ati Yaitu garis komando dari Alloh dan Rasul ketaatan mutlak yang seperti dikatakan oleh Al Qur-an falaa warabbika la yu'minuun hattayuhakkimuuka fiimaa syajaro bainakum tsumma laa yajidu fi anfusihim harojanmimma qadhaita wayusallimu tasliima itu adalah posisi manzilah kita sebagaiprajurit. Siap menerima komando. Siap melaksanakan tugas-tugas siapmenghentikan dari segala larangan-larangan yang diatur oleh Alloh swt InsyaAlloh jika kita dari sisi manzilah ini dari posisi sebagai makhluk sebagaihamba dan sebagai jundi ini terjaga baik insya Alloh dan itu menjaganyadengan upaya-upaya ta'shil upaya-upaya kembali kita kepada ashalah islamiyyah asholatud da'wah insya Alloh kesadaran ini akan tumbuh

Saturday, April 16, 2005

Aksi Solidaritas untuk Palestina

Aksi Solidaritas untuk Palestina yang telah dilakukan oleh PKS.insya allah Ahad 17 April aksi besar-besar akan di adakan




Akhawat yang menyertai aksi palestina


Kumpulan Ruhul Jadeed memberikan persembahan

anak acuan al quran

Anak adalah Cermin

Publikasi: 15/04/2005 09:11 WIB
eramuslim - Ba'da Maghrib usai menjalankan sholat, seperti biasa anakku mengambil Al-Quran dan membacanya. Sementara aku sendiri membaca dzikir Al Ma'tsurat terlebih dahulu, sebelum mengaji.

Tak kusangka, beberapa saat kemudian, belum juga bacaan dzikirku usai, anakku telah mengucap shodaqollohul 'adzim, menyudahi bacaannya. Aku lantas bertanya, "Kenapa ngajinya udahan"? Anakku menjawab sekenanya, tanpa alasan yang kuat. Pokoknya sudah saja.

Aku kemudian mencoba memberikan berbagai nasihat, agar dia segera meneruskan mengaji. Namun tak berhasil, anakku tetap pada pendiriannya.

Sejenak kemudian aku merenung, mengingat hari-hari kemarin yang telah berlalu. Aku ingat persis, beberapa hari sebelumnya memang aku mengaji tak memenuhi target seperti hari-hari biasa karena berbagai alasan. Pada hari-hari berikutnya pun, aku tak mencoba membayar kekuranganku mengaji, seperti yang biasanya kulakukan. Padahal, ada sebuah komitmen tak tertulis yang telah kutanam dalam hati, "Bila hari ini ngaji tak memenuhi target, maka esok hari wajib melunasinya", namun hari-hari itu tak kulaksanakan.

***

Suatu waktu, aku juga melihat anakku melakukan sesuatu yang biasa aku lakukan, walaupun hal-hal tersebut kulakukan tidak dihadapannya. Dan aku menganggap, dia tak akan tahu. Namun aneh, kok dia bisa melakukan hal yang sama.

Bahkan ketika aku sedang malaspun, aku akan melihat anakku juga menjadi malas. Masya Allah, aku benar-benar melihat diriku ada pada anakku.

Di hari lain, kawanku bercerita tentang bagaimana sikap anakku terhadap anaknya. Ketika itu, dia menjemput anaknya pulang sekolah dan bertemu dengan anakku yang sedang bertanya berbagai hal tentang sekolah anak kawanku ini. Di akhir cerita dia bilang, "Pokoknya persis dengan umminya deh".

***

Dari kejadian-kejdian di atas, aku dapat menyimpulkan bahwa anak adalah cermin kita. Apa yang ada padanya, memperlihatkan apa yang ada pada diri kita. Apa yang dilakukannya, memperlihatkan apa yang telah kita lakukan. Hingga, anak dapat kita jadikan sebagai tempat berkaca diri. Ketika kita melakukan kebaikan, maka anak akan terlihat baik di mata kita, begitupun ketika kita berbuat yang sebaliknya.

Benar kata Rasululloh SAW, bahwa anak adalah cermin bagi orang tuanya.

Semoga, kita para orang tua mampu untuk memberi tauladan bagi anak-anak kita, hingga cermin-cermin yang kita hasilkan adalah cermin-cermin yang baik, yang akan menghasilkan bayangan-bayangan yang indah dalam hidup kita.

Robb,bimbinglah kami untuk menjadi orang tua-orang tua yang shalih dan shalihah, agar kami mampu menjadikan anak-anak kami anak-anak yang sholeh dan sholihah pula.Amiin

ps: pastikan mutabaah kita sentiasa dijaga dan jika boleh istiqamah wa istimrar, meningkat dari sedikit demi sedikit.. itu lah bekalan untuk kekuatan dalaman kita.. insya ALlah

Friday, April 08, 2005

Peran Wanita dalam Dakwah Rasulullah Saw.

Oleh Syamsu Hilal

“Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud).

PKS Online: Ketika Rasulullah Saw. diutus ke dunia, beliau bersabda, “Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud). Sejak saat itu paradigma pemikiran dan perlakuan terhadap wanita berubah seratus delapan puluh derajat. Derajat wanita diangkat dan dimuliakan. Wanita dikatakan sebagai pendamping pria karena pada setiap kesuksesan seorang pria, pasti ada peran wanita yang sangat signifikan. Apakah peran sebagai seorang ibu atau seorang istri. Banyak tokoh-tokoh menjadi penting dan terkenal lantaran ditopang oleh peran wanita. Maka, atas perannya yang demikian, wanita sering disebut sebagai tokoh penting di belakang layar.

Peran wanita Muslimah dalam jihad Rasulullah Saw. amat signifikan. Sebagian besar mereka yang berhijrah ke Habasyah adalah bersama istri-istri mereka. Bahkan sejarah Islam mencatat bahwa manusia yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Dan manusia pertama yang syahid di jalan Allah juga seorang wanita, yaitu Sumayyah.

Selain Khadijah Ra. dan Sumayyah, masih banyak wanita-wanita Islam yang namanya abadi. Di antara mereka ada Aisyah Ra., Ummu Sulaim, Sumayyah, Nusaibah, Asma binti Abu Bakar, dan masih banyak wanita lain yang memegang peranan penting dalam perintisan dakwah Rasulullah Saw. di Mekkah dan Madinah.

Dalam kitab-kitab sirah (sejarah) dikisahkan, setelah Rasulullah Saw. menerima wahyu pertama di gua Hira, beliau pulang dalam keadaan menggigil. Tubuhnya gemetar ketakutan. Setibanya di rumah, Beliau meminta istrinya, Khadijah Ra., menyelimuti tubuhnya. Lalu, Khadijah menyelimuti dan mendekap tubuh Rasulullah Saw. dengan penuh kasih sayang, hingga hilang rasa takutnya. Khadijah tidak langsung menanyakan apa yang telah terjadi pada suaminya, hingga Rasulullah Saw. sendiri berkata, “Wahai Khadijah, tahukah engkau mengapa tubuhku tadi gemetar?” Belum sempat Khadijah menjawab, Rasulullah berkata lagi, “Sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku sendiri.” Khadijah menjawab, “Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat anda kecewa. Anda seorang yang bersikap baik kepada kaum kerabat, selalu berbicara benar, membantu yang lemah, menolong yang sengsara, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.” Mendengar ucapan itu, Nabi menjadi tenang.

Jawaban Khadijah bukanlah sekadar untuk membesarkan hati Nabi, tapi merupakan pengungkapan fakta yang sesungguhnya. Nabi Muhammad Saw. sejak kecil telah menginvestasikan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Sebuah fakta perlu medapatkan pengakuan dari orang lain agar menjadi nilai universal yang didukung oleh masyarakat luas. Rasulullah Saw. bukan tidak yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata atas bimbingan wahyu. Tapi beliau ingin tahu apakah dakwahnya diterima masyarakat.Sebagai istri, Khadijah Ra. telah mengambil sikap cerdas, yaitu memberikan dukungan total terhadap dakwah sang suami. Bagaimana jika Khadijah memberikan pernyataan yang tidak menenangkan jiwa? Tentu Nabi Saw. akan merasa sedih. Karena bagaimanapun, seorang Rasul adalah manusia juga yang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yang dicintainyainya. Dan Khadijah Ra. telah memberi andil besar dalam membangun dakwah Rasulullah Saw.

Kisah lain, suatu ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq didampingi Rasulullah Saw. mendatangi tokoh-tokoh musyrikin Quraisy yang sedang berkumpul dekat Ka’bah. Setelah duduk di tengah-tengah mereka, Abu Bakar berbicara mengajak para hadirin untuk beriman dan beribadah kepada Allah dan Rasul-Nya serta tidak mempersekutukan Allah dengan yang selain-Nya.

Sudah diduga, pidato Abu Bakar membuat wajah pemuka musyrikin Quraisy memerah. Hati mereka panas menggelegak. Seolah-olah mereka dihina. Seketika itu juga, para pemuka Quraisy dan pemudanya menyerang Abu Bakar dengan pukulan bertubi-tubi. Rasulullah Saw. berusaha melindungi Abu Bakar. Namun, banyaknya tinju yang mengarah ke wajah Abu Bakar sulit dibendung. Salah seorang pemuda Quraisy bernama ‘Atabah bin Rabi’ah menanggalkan sepatunya, lalu memukulkannya ke wajah Abu Bakar. Darah pun mengalir dari hidung dan mulut Abu Bakar. Luka memar membiru menghiasi pipi dan matanya. Banu Tamim, kabilah Abu Bakar, datang melerai dan menarik orang-orang yang menganiaya Abu Bakar. Empat pemuda Banu Tamim lalu membawa Abu Bakar pulang ke rumahnya.

Melihat anaknya terkapar berlumuran darah dan tak bergerak, Salma, ibunda Abu Bakar menangis dan memanggil-manggil nama kecil Abu Bakar. “Atiq…Atiq…Atiq!” Abu Bakar tidak menjawab panggilan ibunya. Dia masih tidak sadarkan diri.

Ibunda Abu Bakar membersihkan luka-luka diwajah anaknya dengan penuh kasih sayang. Tangannya memijat-mijat telapak tangan Abu Bakar agar anaknya itu segera siuman. Tubuh Abu Bakar mulai bergerak. Salma bertanya, “Bagaimana perasaanmu sekarang, Abu Bakar?”

Abu Bakar balik bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah.”“Kami tidak tahu,” jawab Salma. Abu Quhafah, sang ayah, hanya diam saja mendengarkan percakapan istri dan anaknya.

“Pergilah ibu temui Fathimah binti Khaththab, tanyakan kepadanya kabar Rasulullah,” pinta Abu Bakar. Salma segera menemui Fathimah dan menjelaskan apa yang menimpa Abu Bakar. Keduanya lalu menemuinya dan duduk di samping Abu Bakar yang masih terkapar.

“Rasulullah selamat dan kini berada di rumah Ibnul Arqam,” jelas Fathimah.

Abu Bakar berkeras untuk bertemu Rasulullah Saw. Malam itu juga, ibunya dan Fathimah memapah Abu Bakar menemui Rasulullah. Rasulullah bangkit dan menyambut Abu Bakar sambil mendoakannya. Salma, ibunda Abu Bakar mengucapkan syahadat di hadapan Rasulullah Saw.Penggalan kisah ini menggambarkan betapa besar peran Salma dan Fathimah dalam menyelesaikan “masalah” yang dihadapi Abu Bakar. Di saat Abu Quhafah, ayah Abu Bakar, dan para pemuda Banu Tamim bingung melihat kondisi yang menimpa Abu Bakar, Salma dan Fathimah tampil sebagai “decision maker”.

Keislaman Utsman bin ‘Affan pun tak luput dari peran seorang wanita, Su’da binti Kariz, bibinya. Suatu ketika Su’da bertamu ke rumah saudara perempuannya Arwa binti Kariz, ibunda Utsman, untuk menceritakan kabar kelahiran seorang Rasul dengan membawa agama yang lurus.

Utsman menyambut hangat kedatangan bibinya, dan menanyakan berita yang akan disampaikannya. Dengan senang hati Su’da menceritakan tentang Muhammad Rasulullah yang membawa agama kebenaran. Utsman sebenarnya tertarik dengan berita itu, tapi ia cepat mengalihkan pembicaraan ke seputar keluarga.

Malamnya Utsman tak bisa tidur lantaran kabar tentang Muhammad yang diceritakan bibinya terus terngiang di telinga. Ia heran, mengapa kabar itu terus mengganggu pikirannya. Ternyata Su’da amat baik dan runut dalam menceritakan kabar kerasulan Muhammad Saw. sehingga amat membekas di pikiran Utsman.

Paginya, ketika berangkat ke kebun, Utsman bertemu teman akrabnya, Abu Bakar. Melihat wajah Utsman yang agak lain, Abu Bakar bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan, Utsman?”

“Tidak ada,” jawabnya. “Hanya saja kemarin bibiku menceritakan tentang kehadiran seorang Rasul di tengah-tengah kita. Sejak itu, berita itu terus mengganggu pikiranku,” lanjut Utsman.

Abu Bakar membenarkan berita yang disampaikan Su’da kepada Utsman, lalu mengajaknya menemui Rasulullah Saw. Tak berpanjang kata, Utsman menyatakan diri masuk Islam.I

slamnya Hamzah bin Abdul Mutholib juga tak lepas dari peran seorang wanita, yaitu ibunya. Pada suatu hari ibunda Hamzah menceritakan kasus penghinaan dan penganiayaan yang menimpa Nabi Muhammad oleh Abu Jahal. “Hai Abu Imarah (nama panggilan Hamzah)! Apa yang hendak kau perbuat seandainya engkau melihat sendiri apa yang dialami kemenakanmu, Muhammad. Muhammad dimaki-maki dan dianiaya oleh Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), lalu ditinggal pergi sementara Muhammad tidak berkata apa-apa kepadanya,” ujar ibunda Hamzah.Mendengar cerita itu, raut muka Hamzah memerah dan pergi menemui Abu Jahal yang saat itu tengah berkumpul bersama teman-temannya. Tanpa ba-bi-bu Hamzah memukul Abu Jahal dengan busurnya hingga berdarah. Hamzah berkata, “Engkau berani memaki Muhammad? Ketahuilah aku telah memeluk agamanya!”

Begitupun keislaman Umar bin Khaththab tak lepas dari peran adik perempuannya Fathimah. Waktu itu Umar sedang marah dan mencari Muhammad untuk dibunuh. Di tengah jalan ada orang yang memberitahu bahwa adiknya Fathimah sudah masuk Islam. Umar pun mengurungkan niat mencari Rasulullah dan berbalik ke rumah Fathimah yang dinilainya telah berkhianat dari agama nenek moyang. Umar menyerbu ke dalam rumah adiknya lalu memukul Fathimah hingga berdarah. Ternyata darah yang mengucur dari wajah Fathimah meluluhkan hati Umar. Saat itu Umar melihat secarik kertas yang berisi ayat Al-Qur’an. Ia amat terpesona dan berkata, “Alangkah indahnya dan mulianya kalimat ini.” Setelah itu Umar menemui Rasulullah Saw. dan menyatakan keislamannya.

Dari kisah-kisah di atas, tampak bahwa wanita dengan segala kelebihannya mampu berperan penting dalam perjalanan dakwah di masa Rasulullah Saw. Saat ini Islam membutuhkan wanita-wanita yang memiliki semangat seperti Khadijah, ‘Aisyah, Sumayyah, Ummu Sulaim, Asma, dan Fathimah untuk memperbaiki umat dan bangsa yang tengah meradang. Wallahu a’lam bishshawab.

Tuesday, April 05, 2005

Setiap hari sebelum subuh menjelang, kedua telapak tangan diangkat, lengan dihulur dengan penuh harapan dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan. Ketika lidah bergerak, tiada lain hanya untuk menyebut, mengingati dan berzikir dengan menggunakan namaNya. Begitulah hati akan menjadi tenang, jiwa akan damai, urat saraf tidak lagi menegang dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya , keyakinan akan semangkin mengukoh.

Kerana.

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata-kata yang sangat berharga.

Allah : Miliknya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah.Allah : Daripadanya semua kasih saying, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebajikan.

Allah; Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

Dari Laa Tahzan ( Ya Allah )
from paksi.net

Friday, April 01, 2005

:: dari sms :: jazakillah ukhti


Generasi terbaik (3:110) adalah yang dicipta sebaik-baiknya kejadian (95:4) - mereka diajar bahawa kehidupan ini untuk diuji siapa paling ahsanul 'amala (67:2), maka mereka apabila bicara mereka memilih bicara terbaik - berdakwah (41:33), apabila medgr mereka ambil yang tbaik sehingga digelar ulul albab( 39:18) dan menunjukkan ketaatan tbaik (2:286), akhirnya mdpt ganjaran tbaik dari ALLah (16:97).. ameen