ticker

pregnancy week by week

Tuesday, February 10, 2009

Monday, January 12, 2009

nabeelah















sebelum bercukur







selepas bercukur














terkini 12 januari

Tuesday, April 08, 2008

pesanan seorang sahabat.. :x

* sahabat baru yang dikenali diinternet.. superb mother!!.. just only 23 years old.. tp dah ade 3 orang anak.. dan tgh mengandung skrg ni.. she planning to homeschool all of her kiddies.. May Allah bless her .. her effort. Amin~

(sudah lama tak berblogging.. terasa untuk kembali semula ke dunia yang banyak mengajar diri ini.. Moga Allah memudahkan segala urusan kami sekeluarga..

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:23:04): wahhh pregnant ke? Congratulation Miss Haridah *hugs* :x

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:23:25): you're such a lovely momma!

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:26:47): Insya-Allah I'll always pray for your health & happiness. Amin~ Di awal pregnancy hingga penamat, sy highly recommended Miss Haridah utk ambil time *20 mins per day* utk bacakan surah Yassin buat ur lil baby in the womb :D bila time dlm kereta atau dgr use earphone, kongsi satu earphone utk ur baby, digalakkan dgr bacaan ayat2 Al-Quran & lagu2 sentimental

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:28:50): Ambil sedikit masa rehat untuk baca apa2 bhn ilmiah utk ur lil baby too. Niatkan utk baca buatnya...pls do develop positive mind every single day, jgn sedih2 kay, ambil yg positif shj, buang jauh2 yg keruh / tanggapan buruk. Last but not least, sentiasa berdoa pada-Nya buat kesejahteraan bersama...Amin~

malcOlm cOmrade (2008-4-7 7:29:49): Please do take care of your health my dear, get enough rest, beauty sleep, eat healthy food, minum air mineral & soya

Tuesday, November 28, 2006

Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

dari : http://pernikahan.dudung.net

Untuk Para Akhwat....
mari kita Aminkan Doa ini.......
Untuk Para Ikhwan....
Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....

"Peringatan Rasulullah: "Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah." (HR. Thabrani). "

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: "Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA." (HR Ahmad) "

-- M. Fauzil Adhim

**************************** A Prayer

Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin....

Monday, November 14, 2005

"Sekadar untuk tatapan kita bersama.... Lebih kurang tiga minggu yang lepas saya membawa isteri ke 'Mahkota Medical Centre', dia mengadu kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badannya lenguh-lenguh. Saya tanya dia "mengandung kot?" Dia kata tak ada.

Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja,saya bawak dia jumpa doktor dan ternyata.... isteri saya mengandung dua bulan. Emmm saya dah agak dah.Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa depan akan pastinya berubah lagi.

Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning sickness yang teruk sekali bagi isteri saya.Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa. Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak. Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur, kadang-kadang tu asyik nak tidur saja. Selesai saja solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya. Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu, sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran sehingga isteri saya terlelap.Memang kebiasaan sebelum mengandung pun saya akan membaca Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur sehinggalah dia terlelap.

Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam.Bukan itu sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya ceritakan padanya ialah tentang tauhid. Saya bermula dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab 'Kasyaful Mahjub'. Mungkin ada pembaca yang berkata saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada kemudian hari adalah diluar bidang kuasa saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.

Saya bercerita kepadanya tentang Allah, zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar email dan bertanya bagaimana mahu mensihati anak agar tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya yang mempunyai hubungan rapat dengan kita.Tak kiralah anak, isteri atau suami. Bagaimana?

1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub conscius mind) adalah paling optimum ketika ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).

2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke ubun - ubun orang yang ingin anda nasihati.

3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam hati dan jangan putuskan zikir anda.

4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat,banyakkan berselawat, banyak bersabar.

Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat anda.

5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan anda berjaya dengan kaedah ini.

Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An Nu'man), seseorang pernah bertanya kepada bapa Imam Abu Hanifah. "Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam Abu Hanifah "Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia dilahirkan". Kalau didengar pernyataan ini tentu aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah) ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak dari kandungan lagi. Saya beri anda satu logik akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri kita. Mereka adalah cermin kepada diri kita sendiri.

Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa berdoa agar dia terus besar dan dilindungi Allah sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh Luqman Al Hakim kepada anaknya. Saya bacakan kisah para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa pula kata mereka nanti.

Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun nyenyak dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca surah yasin disisi isteri hingga dia terlelap. Saya kehalaman rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa depan, tentang anak, tentang cinta, tentang tuhan.

Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim piatu yang ditinggalkan ditengah padang rumput,sehingga sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud salasilah keturunan yang baru.Saya bertekad dalam hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya biarkan menagih kasih dirumah kebajikan.Dia tidak akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu dibohongi yang teddy bear adalah'mama'nya seperti saya. Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia tumpah.Oh! janganlah tumpah lagi.Sudah terlalu banyak tertumpah.Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud menyembah ilahi.Pesan guruku air mata lelaki jangan ditumpahkan sia-sia.

Saya tidak mahu terus melayan perasaan,segera saya kuncikan pintu dan ke kamar tidur.Isteri saya telah pun nyenyak dibuai mimpi.Inilah 'bintang timur' dalam hidup saya.Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam hidup saya,memberi harapan,keyakinan,kesetiaan dan cintanya kepada saya.Insyallah tidak lama lagi,akan muncul 'bintang timur kecil' dalam hidup saya..."

Wednesday, October 05, 2005

ramadhan kareem

assalamu'alaikum

dapatkan bahan-bahan untuk ramadhan ni web ini

http://www.sempoi2.com/~ramadan

semoga bermanfaat

Tuesday, September 27, 2005

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan

Kajian Islam :
Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan
oleh : Abdullah Ash-Shalih

Mukaddimah

Saudara dan saudariku seiman, sebelumnya saya ucapkan: Salamullah ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Ba-rakaatuh, wa ba’du;

Saya layangkan risalah kecil ini dengan penuh rasa rindu disertai penghormatan yang tulus, tercurah dari lubuk hati paling dalam yang sangat mencintai kamu sekalian karena Allah. Saya memohon kepada Allah semoga kita semua dipertemukan oleh-Nya di dalam Surga yang penuh kemulian dan rahmat.

Seiring dengan datangnya bulan Ramadhan, saya persembahkan nasihat ini sebagai hadiah yang tak seberapa nilainya. Saya mohon saudara dan saudariku sekali-an dapat menerimanya dengan dada yang lapang sekaligus saya harapkan nasihat saudaraku sekalian untukku. Semoga Allah memelihara kita semua.

Bagaimana Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan?
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi ma-nusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Al-Baqarah:185)

Saudaraku yang mulia!
Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan. Di antaranya:
§ Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.
§ Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka.
§ Setiap hari bulan Ramadhan Allah menghiasi Surga-Nya seraya berkata: “Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang shalih melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (Surga)!”
§ Para setan dibelenggu.
§ Dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka.
§ Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
§ Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan.
§ Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka pada setiap malam bulan Ramadhan.
Wahai saudaraku yang mulia!
Demikianlah sekilas mengenai keistimewaan bulan Ramadhan, lalu bagaimana kita menyambutnya? Apakah dengan permainan-permainan yang melalaikan? Dengan begadang setiap malam? Ataukah kita kesal dengan ke-datangannya dan merasa keberatan? Na’udzubillah min dzalik.
Seyogyanya seorang hamba yang shalih menyam-butnya dengan taubat nashuha disertai tekad yang bulat untuk meraih sebanyak-banyaknya kebaikan di bulan suci ini. Mengisi waktunya dengan amal-amal shalih. Dan tidak lupa selalu memohon kepada Allah agar menolong kita dalam melaksanakan ibadah dengan baik.
Lembaran-lembaran berikut saya peruntukkan khusus bagi saudara-saudaraku yang mulia.

Thursday, September 15, 2005

Sejauhmana Kewajiban Belajar Bahasa Arab Buat Akitifs Dakwah

dari era muslim
Pak Ustadz rahimakumullah,


Ada sedikit masalah buat saya yang sedikit mengganggu, yaitu sebagai orang yang aktif dalam dakwah, saya seringkali diserahi amanah berceramah atau mengisi pengajian bahkan menjadi murabbi/pembina. Terus terang amanah ini buat saya cukup berat, sebab saya harus mampu mengisi kajian rutin itu setiap minggu. Saya merasa referensi saya sangat terbatas, apalagi bila melihat berbagai persoalan yang sering muncul terkait dengan masalah-masalah keislaman, saya jadi makin kurang pe-de kalau harus jadi pembina.

Sementara saya bukan lulusan dari pesantren, terus terang juga tidak bisa bahasa Arab, sehingga saya juga tidak mampu merujuk langsung tiap masalah ke sumber-sumber kitab syariah. Namun masyarakat cenderung menganggap saya sebagai ustadz, sebab saya memang sering mengisi ceramah ke sana ke mari.

Sering kali saya menghindar bila ada pertanyaan yang terkait dengan detail-detail syariah. Bahkan sekedar membaca mushaf saja, saya pun masih harus 'nyontek' dari Al-Qur'an terjemahan. Agaknya saya selalu terpojok, sebab julukan ustadz yang sudah terlanjur tersemat pada sosok saya seolah membuat orang beranggapan bahwa saya juga mengerti dan mampu membaca kitab-kitab rujukan. Seolah saya ini adalah sumber rujukan dalam masalah-masalah syariah.

Kira-kira ustadz bisa memberikan saran apa buat saya? Haruskah saya berhenti jadi 'ustadz', sebab secara kapasitas keilmuwan, saya mengaku terus terang bahwa saya tidak punya. Saya memang bisa ceramah dan pidato menggerakkan semangat orang, tapi sebenarnya saya tidak punya kapasitas keilmuwan, terutama dalam masalah syariah.

Apakah saya harus belajar bahasa arab dulu? Atau

Wassalam,
Amri

Jawaban:

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du

Anda sudah mendapatkan amanah dan dipercaya oleh banyak orang sebagai ustadz, maka janganlah anda berhenti begitu saja. Sebab tenaga seperti anda itu biar bagaimana pun tetap berharga dan pasti diharapkan kehadirannya di tengah umat. Jadi teruskanlah aktifitas anda yang sudah baik itu. Jangan mundur bahkan kalau perlu ditingkatkan kualitasnya.

Sedangkan yang terkait dengan kegelisahan dan curhat anda, hal itu memang ada benarnya. Kami bersyukur bahwa anda pun menyadari bahwa sebagai ustadz, anda memang butuh spesifikasi tertentu, seperti ilmu-ilmu syariah serta kemampuan dalam menguasai bahasa arab, untuk merujuk kepada kitab-kitab asli dalam bahasa Arab. Memang tanpa spesifikasi itu, ilmu yang kita miliki menjadi sangat terbatas. Apalagi kita tahu bahwa sumber-sumber ajaran Islam itu memang berasal dari referensi berbahasa arab. Bahkan Al-Qur'an, hadits dan Rasulullah SAW pun berbahasa Arab.

Bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam serta menjadi salah satu tiang penegak agama. Dan salah satu faktor yang membuat umat Islam ini sangat jauh dari agamanya, karena ada kesenjangan bahasa. Demikian banyak umat yang tidak paham makna yang mereka baca, saat membaca Al-Qur'an, hadits, bacaan sholat, doa dan berzikir serta bermunajat kepada Allah. Akhirnya, semua itu hanya menjadi ritual kosong tanpa makna. Betul bahwa membaca Al-Qur'an meski tidak paham berpahala, tapi nilainya akan jauh berbeda bila ketika membaca sekaligus paham, sehingga akan dapat meresapi dengan baik.

Menguasai bahasa Arab menjadi urgen bagi umat Islam, apalagi untuk para ulama, ustaz, kiyai dan tokoh agama. Wajib hukumnya bagi mereka untuk menguasai bahasa arab. Karena mereka aktif mengajar, ceramah, memberi fatwa dan menjadi rujukan umat. Apa jadinya bila mereka ternyata buta bahasa Arab. Terjemahan Al-Qur'an, terjemahan hadits serta buku-buku Islam terjemahan sangat kurang untuk dijadikan sumber rujukan bagi orang sekaliber mereka. Karena biar bagaimanapun, seorang ustadz punya beban moral untuk menyandarkan ceramah dan fatwanya itu kepada sumber-sumber asli dan pendapat para fuqoha yang mu‘tabar.

Kami menyarankan anda mengatur waktu dengan baik, antara mengajar dan belajar. Buatlah planning yang baik untuk belajar ilmu-ilmu syariah, sebab ilmu-ilmu itu sangat penting buat anda. Jangan lupa juga untuk mempelajari bahasa Arab dengan baik, agar anda mampu merujuk kepada kitab-kitab yang menjadi referensi syariah. Sebab penguasaan bahasa Arab adalah landasan buat siapapun yang ingin mempelajari ilmu syariah. Mustahil kita menguasainya tanpa mengerti dan mendalami bahasa arab. Kalau mungkin, jadikanlah keduanya sebagai titik prioritas buat anda sekarang ini.

Sekali lagi anda harus pandai-pandai membagi waktu untuk belajar. Kami teringat dengan seorang tokoh aktifis dakwah, Endang Saefudin Anshari, yang kini sudah almarhum. Ketokohan dan kebesaran nama beliau sudah tidak asing lagi di negeri ini. Beliau dahulu tinggal di Bandung, namun setiap pekan beliau rela naik kereta api dari Bandung ke Jakarta untuk belajar bahasa Arab di LIPIA. Saat itu beliau ikut program non intensif, seminggu dua kali, setiap Selasa dan Kamis. Bahkan beliau rela mengorbankan kesibukannya untuk mengejar belajar sepekan dua kali, hanya karena beliau sangat sadar betapa pentingnya seorang aktifis dakwah menguasai bahasa Arab.

Saat itu di LIPIA memang bisa dikatakan nyaris semua tokoh pergerakan dari berbagai sudut berkumpul untuk sekedar belajar bahasa Arab. Meski mereka sudah jadi tokoh di mana-mana, tapi rela berpayah-payah belajar bahasa Arab. Semua itu semata-mata karena mereka merasa kurang dan tidak malu menyatakan kekurangannya. Maka tidak ada salahnya buat anda, untuk melakukan apa yang pernah dilakukan oleh para pendahulu anda. Belajarlah bahasa Arab dan nikmati indahnya kalamullah dan sabda Rasulullah SAW, langsung dari bahasa aslinya. Pasti nilainya beda. Beda sekali...

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Friday, September 09, 2005

RINDU ITU PUN TERTEBUS

Ada seorang pemuda gagah yang turut berjihad bersama pasukan Islam. Selama perjalanan, pemuda itu tetap berpuasa di siang hari dan tak lepas dari sholat di malam hari. Bahkan dia juga melayani kebutuhan pasukan dan ikut berjaga-jaga bila semua tidur. Hangga sampailah pasukan itu sampai di perbatasan Romawi.

Menjelang pertempuran, pasukan Islam beristirahat di suatu tempat. Karena lelah pemuda itu jatuh tertidur. Namun tiba-tiba ia terjaga dan berseru lirih, "Ah, alangkah rindunya aku pada Ainul Mardhiyah". Orang-orang yang mendengarnya terheran-heran dan mengira pemuda itu mengingau.
"Siapakah Ainul Mardhiyah itu ?" tanya Abdul Wahid, seorang ulama pejuang, yang mengenal pemuda itu.

Pemuda itu kemudian bertutur : Saya tertidur dan bermimpi bertemu seseorang. Orang itu berkata, "Pergilah kepada Ainul Mardhiyah". Lalu saya dibawa kesebuah taman yang dikelilingi sungai. Di tepi sunga itu banyak gadis-gadis yang lengkap perhiasannya. Dan ketika melihatku, tiba-tiba mereka berkata, "Itulah suami Ainul Mardhiyah".

Saya memberi salam dan bertanya, "Adakah di antara kalian bernama Ainul Mardhiyah ?".
Kami hanya pelayan-pelayannya. Kalau Tuan ingin bertemu, silakan jalan terus menyusuri sungai ini".
Akhirnya aku menyusuri sungai. Ternyata itu adalah sungai susu yang tidak berubah rasa dan warnanya. Hingga sampailah aku di tempat yang banyak berkerumun gadis-gadis cantik dan lengkap perhiasannya. " Inilah suami Ainul Mardhiyah", kata gadis-gadis itu berbisik-bisik.

Tapi ketika aku bertanya yang mana Ainul Mardhiyah, aku mendapat jawaban yang sama. Kali ini yang kutelusuri adalah sungai madu sampai ketemui lagi kerumunan gadis-gadis. Mereka ternyata lebih cantik hingga dapat melupakan kecantikan gadis-gadis sebelumnya. Lalu aku ditunjukkan sebuah kemah yang tersusun dari permata yang indah. Aku pun segera ke sana.

Sungguh aku terkagum-kagum menyaksikan kecantikan gadis yang ada di kemah itu. Aku menyangka inilah Ainul Mardhiyah. Aku merasa sudah cukup puas bila gadis itu yang menjadi pendampingku. Tapi lagi-lagi dugaanku salah. Gadis itu malah memanggil seseorang yang ada di dalam kamar,
" Hai Ainul Mardhiyah, inilah suamimu telah datang".

Bergegas aku masuk ke kamar itu. Kulihat seorang gadis sedang duduk di atas tempat tidur emas, yang bertaburkan permata, berlian, dan yaqut. Aku hampir-hampir tidak dapat menahan diri.
"Marhaban wahai kekasihku, sudah hampir tiba kedatanganmu", kata gadis itu dengan senyum paling manis dan keteduhan matanya yang belum pernah kulihat. Sungguh, ingin sekali aku memeluknya.
"Sabar dulu, engkau belum sah menjadi suamiku. Sebab engkau masih hidup", kata Ainul Mardhiyah." Tetapi insya Allah, engkau akan berbuka di sini".

Usai menceritakan mimpinya, pemuda itu berlari menyongsong musuh. Sembilan orang tentara Romawi di ujung pedangnya. Pada hitungan kesepuluh, dia tersenyum sepenuh bibirnya ketika syahid menjemputnya. Rindu itu pun tertebus.
Oase, Sabili no. 15, 10 Februari 1999

Monday, August 29, 2005

Surat Terbuka bagi Para Pemburu Hasil

dari eramuslim

Oktober 2004 saya tiba di sebuah desa wisata, di sebuah Propinsi di Pulau Jawa. Bersama istri, saya merintis TPA dan kelompok-kelompok pengajian remaja. Tidak lupa pula melibatkan penduduk setempat demi kemajuan kecerdasan dan akhlak anak. Kemajuan yang didapat tidak menggembirakan secara kualitas. Memang cukup banyak anak yang merespon untuk ikut TPA dan banyak orangtua yang sering “memaksa” anaknya agar ikut TPA. Namun –sekali lagi- desa wisata itu memberikan arti tersendiri buat mereka –anak dan orangtua- tentang pendidikan agama.

Januari 2005, saya berinisiatif mengundang orangtua santri TPA untuk mengarahkan dan menjelaskan kembali tujuan didirikan TPA. Ajakan untuk sholat berjamaah dan memakmurkan masjid tidak lupa juga saya singgung. Sekali lagi respon positif dari mereka,

“Bagus deh kalau ada yang serius momong anak kami…” kata mereka kebanyakan.

Momong? Jadi mereka menitipkan anaknya supaya kami momong? Saya dan istri harus berpikir keras untuk memperbaiki persepsi mereka untuk mengikutsertakan anak-anaknya dalam TPA. Melibatkan remaja setempat untuk ikut memikirkan, adalah hal yang sangat sulit. Mereka selalu manut dengan keputusan kami. Salah satu alasannya mungkin karena saya lebih tua dari mereka dan berpengalaman.

“Daripada nggak dipikir-pikir, ya sudah, kita saja yang mikir!” ajak saya kepada istri.

Hampir satu tahun kami di sini. Perkembangan dakwah kami tidak begitu cepat. Namun salah seorang ustadz yang berkunjung ke tempat kami memberi semangat yang luar biasa,

“Lihatlah Nuh, seorang Nabi yang mulia, mengajak umatnya kepada Allah beratus tahun, tapi yang ikut tidak seberapa, bahkan istrinya-pun tidak ikut perkataannya. Juga ada Ibrahim yang dengan tegar dan tegas menentang berhala dalam waktu yang lama juga, tapi ternyata yang ikut cuma istrinya. Kurang mulia apa mereka?”

Benar juga kata beliau. Kenapa kita selalu tidak sabar untuk mendapatkan hasil dari perjuangan kita? Padahal, lebih mulia mana diri kita dibandingkan dengan nabi Nuh, Ibrahim dan para Anbiya serta Wali-wali Allah yang dakwahnya memakan waktu yang jauh lebih lama. Lebih suci mana hati kita dibanding mereka yang selalu minta pertolongan Allah dan yakin akan ketentuan-Nya. Dari teguran halus itu, saya dan istri merasa telah salah langkah karena ingin terburu-buru memetik hasil.

Jadi, apabila anda sudah merasa melebihi kadar ketaqwaan para Anbiya dan wali-wali Allah, barulah da boleh memburu hasil dakwah anda dengan cepat. Bisakah? Sedangkan terburu-buru adalah bagian dari sifat setan.

Na’udzubillah.

Wednesday, August 17, 2005

:: diambil dari blog sorg sahabat...

Ini jalan hidup ku. D'wh bukan kerja tapi kehidupanku. Aku akan mati kalau tidak berdakwah. Ya Allah berilah kekuatan dalam diri hambaMu yang lemah ini. Aku takut ya Allah jika aku mengadapMu dengan segunung dosa yang aku bawa. Ya Allah rasaikanlah kepadaku pelukkan rahmatmu agar sejuk hati ini, agar tenang melangkah bersama orang2 yang menyeru kepadamu siang dan malam.

Aku benci orang yang menggantungkan keberhasilan d'wh dengan wang. Tak ada duit tak boleh berdakwah. Nak menumpuk harta sampai berapa banyak. Biar kita mati sebab berdakwah daripada hati busuk dengan duit yang tidak diinfakkan. Perut berkulat dengan wang yang disimpan.

Monday, August 08, 2005

Salam cuti-cuti malaysia

dari blog ukhti sudarti suparman... http://dahabisdah.blogspot.com (entri ukhti ni sume best2) :)

Masa cuti adalah antara masa yang paling best untuk students.
Free from the burden of assignments and exams. Boleh tidur banyak-banyak, main games, jalan-jalan,melepak,etc.

Sebenarnya, masa cuti bukan je best untuk mereka yang bergelar students, tapi untuk semua orang(Tapi...bukanke sume orang adalah students for life?) Yang bekerja, tentu boleh berehat masa cuti. Recharging the energy, giving a break to the mind and body.

Tapi, cuti-cuti dunia ni, hanya untuk tempoh tertentu jer..kan? Kalau yang students, cuti untuk sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, atau tiga bulan. Lepas tu, kena sambung sekolah balik, buat assignments balik, ambik exams lagi.Yang cuti bekerja, habis cuti kena masuk kerja balik. Mesti cuti tu terasa kejappp ajer...rasa tak puas la pulak kan.

Habis tu, bilanya nak cuti yang tak pernah habis? Tunggu masa pencen kot...? Tapi, lepas pencen aktif la pulak dalam persatuan, tak pun jaga cucu kat rumah. Tak 'cuti' gak tuh....x cuti hingga akhir hayat la nampaknya. (Tapi, bagi yang 'cuti' panjang sangat kat dunia ni, rasa bosan pulak..mana la yg betul ni..?)


Alangkah bestnya kalau kita dapat pulun kerja untuk Allah dalam dunia ni, lepas tu dapat cuti-cuti syurga. Cuti yang memang xde penghujung, pakej percutian yang tak terkata ke-best-annya...


-yg tgh ber'cuti' lepas 'habis' belajar

Friday, August 05, 2005

Zainab al-Ghazali kembali ke rahmatullah

Zainab al-Ghazali kembali ke rahmatullah
Thursday, August 04 @ 12:48:39 MYT


Oleh Iman Muhammad
KAHERAH, 4 Ogos (Hrkh) - Seorang tokoh pendakwah wanita terkenal, Puan Zainab al-Ghazali telah kembali ke rahmatullah pada 3 Ogos 2005 dalam usia 88 tahun setelah bergelumang dalam bidang dakwah selama 53 tahun bersama dengan gerakan al-Ikhwan al-Muslimun, Mesir.

Jenazahnya akan disempurnakan hari ini 4 Ogos 2005 di Masjid Ra’baah Adawiyyah di Nasr City seperti yang dimaklumkan ahli keluarganya yang terdekat.


Beliau merupakan tulang belakang kepada gerakan Islam muslimat di dunia Arab merentasi beberapa buah negara Arab dan Islam sepanjang kerjaya sebagai pendakwah Islam sepenuh masa.

Al-marhumah yang dilahirkan pada 2 Januari 1917 di sebuah perkampungan di wilayah al-Buhairah (utara kota Kaherah), daripada keluarga yang berpegang kuat kepada ajaran Islam, kerana bapanya adalah salah seorang ulama’ al-Azhar yang cukup berpengaruh.

Bapanya yang bertanggungjawab mentarbiahnya dengan ilmu-ilmu agama dan sentiasa berpegang kepada kebenaran, sehingga beliau dipanggil oleh bapanya dengan panggilan Nusaibah Binti Kaab iaitu salah seorang Sahabat wanita di zaman Rasulullah s.a.w.

Selepas kematian bapanya ketika berusia 10 tahun, beliau dibawa ibu dan saudaranya berpintah ke Kaherah bagi meneruskan pengajiannya di situ. Sebagai seorang yang aktif dalam bidang kemasyarakatan, beliau menganggotai sebuah pertubuhan wanita liberal yang dipimpin oleh Huda Syaarawi.

Pandangan pertubuhan berkenaan, sering mendapat kritikan hebat daripada para ‘ulama al-Azhar kerana dikatakan tidak selari dengan Islam walaupun sering mengadakan forum antara kedua-dua belah pihak.

Pandangan serong pertubuhan itu yang disifatkan amat merbahaya kepada umat Islam, akhirnya melarang mana-mana wakilnya menyampaikan ceramah dan sebagainya.

Kesedaran kepada Islam menyerlah dalam diri al-Marhumah

Selepas sekian lama beliau menderita kerana sakit kronik yang boleh menyebabkan kematian, ketika itu beliau bersumpah jika Allah menyembuhkan penyakitnya, beliau berjanji akan meninggalkan pertubuhan wanita yang songsang itu, dan akan menubuhkan satu pertubuhan muslimat yang menumpukan perhatian kepada penyebaran dakwah Islam.

Penyakitnya semakin sembuh, dan beliau mengotakan janjinya untuk menubuhkan pertubuhan muslimat dengan jayanya pada tahun 1936 khusus buat kaum Hawa di seluruh Mesir.

Dari masa ke semasa, pertubuhan muslimat yang diasaskannya telah mengadakan hubungan dengan gerakan al-Ikhwan al-Muslimun pimpinan al-Marhum Syeikh Hasan al-Banna iaitu pada tahun 1948 sebelum beliau mati ditembak.

Sepanjang pengenalan al-Marhumah dengan Syeikh Hasan, dia mencadangkan agar pertubuhan muslimat itu menjadi anggota sayap gerakan al-Ikhwan khusus bagi muslimat dan beliau diminta menerajuinya.

Gerakan al-Ikhwan menerima pelbagai tribulasi hingga ramai di kalangan pimpinannya ditangkap atas arahan Perdana Menteri ketika itu, Mustafa an-Nuhhas, al-Marhumah telah memainkan peranan penting untuk menghubungi isteri-isteri pimpinan yang ditangkap dan membantu mereka dengan bantuan yang diperlukan.

Tekanan demi tekanan yang diterima, hingga beliau diminta oleh Presiden Jamal Abdel Nasir pada ketika itu agar memimpin sayap wanita Parti Sosialis, tetapi beliau menolaknya dengan keras.

Keengganannya untuk menyertai wanita parti pemerintah telah menyebabkan Presiden Jamal mengeluarkan arahan agar pertubuhan muslimat pimpinan al-Marhumah dibekukan, segala bahan penerbitannya dihentikan .

Beliau kemudiannya ditangkap pada Ogos 1965 dan dipenjarakan selama enam tahun dengan pelbagai ujian dan tribulasi.

Beliau ceritakan semuanya dalam bukunya “Aiyam min hayati” yang bermaksud hari-hari dalam hidupku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh al-Marhum Ustaz Mohammad Tahir Daeng Mengati.

Dengan perantaraan dan campur tangan bekas Raja Arab Saudi, Raja Faisal Abdel Aziz, beliau telah dibebaskan di zaman pemerintahan Presiden Anwar Sadat pada Ogos 1971.

Penyebaran Dakwah Islam

Setelah al-Marhumah dibebaskan, beliau memperlihatkan kesungguhannya dalam bidang dakwah hingga membuatnya terpanggil menyebarkan Islam bukan sahaja dalam negara asalnya Mesir, malah ke beberapa buah negara Arab dan Islam.

Beliau juga dikatakan amat aktif dalam bidang penulisan yang dikaitkannya dengan dakwah.

Pada pertengahan tahun lapan puluhan, beliau serta beberapa rombongan muslimat al-Ikhwan telah mengadakan lawatan ke Afghanistan ketika perang sedang berlangsung menghadapi kuasa besar Soviet Union beberapa kali..

Beliau bukan sahaja giat berdakwah dengan lisan menerusi ceramah, pidato, forom dan sebagainya, malah aktif menulis beberapa buah kitab.

Antaranya “Nahwa Baa’thun Jadid” iaitu Kea rah kebangkitan era baru dan “Nazarat fi Kitabillah” iaitu beberapa renungan terhadap kitab Allah.

Beliau berpendapat, bahawa masa depan kepada perkembangan dunia Islam perlu dijana menerusi program muslimat, kerana jatuh bangun sesuatu kebangkitan bermula dengan wanita/muslimat.
- zs

Tuesday, August 02, 2005

Dari Muaz ra. berkata: Rasulullah SAW mengutusku ke Yaman dan beliau besabda, "Kamu akan mendatangi suatu bangsa ahli kitab. Maka ajaklah mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah. Bila mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat 5 waktu sehari semalam. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya adiantara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka hati-hatilah dari mengambil harta mereka. Dan takutlah dari doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada hijab antara doa itu dengan Allah." (HR Muttafaq 'alaihi)

Fawaid

1. Pentingnya dakwah dengan menggunakan periodeisasi dan cara-cara yang terstruktur rapi dalam langkah-langkahnya. Dimulai dari hal-hal yang lebih penting seperti masalah esensi syahadat, kemudian kepada hal-hal berikutnya.

2. Bahwa shalat yang wajib itu hanya 5 kali dalam sehari semalam dan tidak ada kewajiban shalat di luar yang 5 waktu itu.

3. Bahwa zakat itu merupakan kewajiban asasi bagi orang kaya muslim dan harus diserahkan kepada fakir miskin melalui amil zakat.

4. Bahwa doa orang yang dizalimi itu selalu dikabulkan Allah, sehingga kita harus berhati-hati dalam bertindak agar jangan sampai ada orang terzalimi karena tindakan kita.

Friday, July 29, 2005

hakikat insan

Bismillah Ar Rahmaan Ar Raheem

Sebagai seorang manusia, kita perlu mengenal hakikat manusia itu yang sebenarnya... kerana kadang-kadang bila manusia tidak menyedari hakikat ini, mereka hidup didalam keadaan tipu daya syaitan dan musuh Islam yang cuba merosakkan manusia...

Contohnya.. sebuah durian. Hakikat sebuah durian bila dikupas kulitnya, kita akan nampak isi durian yang berwarna kuning, berbiji besar, dan baunya wangi.. tetapi jika pada suatu hari, kita mengupas kulit durian, tiba-tiba isinya berwarna merah, seolah isi buah tembikai... adakah itu dikatakan hakikat sebuah durian.. tentu tidak bukan... jadi begitu juga manusia, hakikat seorang manusia adalah terbukti, jika ia memahami apa ciri-ciri sebenar sebagai seorang insan...

Pertamanya, manusia/insan adalah makluk yang dicipta oleh Khaliknya.. Tiada benda lain yang lebih berkuasa melainkan Allah sahaja. Sebagai makhluk manusia adalah sebenanya di dalam keadaan fitrah.

30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168]

[1168] fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Hakikat seorang insan, fitrahnya ia akan menjadi Allah sebagai tuhannya, tetapi persekitarannya, mungkin ibu-bapanya, kawan-kawannya, guru-guru, dan juga pengaruh dari media, majalah hiburan dan sebagainya, menyebabkan hati manusia ini tertutup dari kebenaran. Jadi oleh sebab itu, sebagai manusia yang menyedari hakikat ini, ia perlu berfikir dan cuba untuk menghalang unsur-unsur yang menutup hatinya daripada mengenal kebenaran yang nyata, dan ia perlu menyedari hatinya perlu dilindungi dari jahiliyyah agar fitrah asalnya tidak tertutup.

Sebagai seorang makhluk juga, ia juga adalah makhluk yang lemah.

4:28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu[286], dan manusia dijadikan bersifat lemah.

[286] yaitu dalam syari'at di antaranya boleh menikahi budak bila Telah cukup syarat-syaratnya.


bersambung....

Thursday, July 28, 2005

Percayalah pada-Nya

dari www.mykonsis.com

Kita sangat memerlukan IMAN. Keimanan yang kita miliki, setiap hari akan dikikis dan dihakis. Keimanan yang kita miliki, setiap masa akan diuji.

Keimanan yang kita punya setiap waktu akan diterpa dengan berbagai masalah dan keadaan hidup.

Tetapi, kita pasti amat memerlukan iman yang kukuh, kita pasti amat memerlukan keyakinan yang tinggi terhadap-Nya juga rasa tawakal yang teratas kepada-Nya.....kerana hanya dengan ini sahajalah kita dapat melalui setiap dugaan kehidupan.

Alangkah indah hikmah nubuwwah, dari Ar-Rasul tercinta kepada seorang kanak-kanak, yang mengajarnya erti sebuah keyakinan, bahawa atas segala sesuatu kita perlu percaya dan mengharap hanya kepada-Nya. Ku ajarkan engkau beberapa kalimat. Peliharalah Allah, nescaya Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah, nescaya kau mendapati-Nya berpihak padamu. Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah, jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan pada Allah. Ketahuilah jika umat manusia berkumpul untuk memberi manfaat padamu dengan sesuatu, nescaya itu tidak akan berguna bagimu kecuali sesuatu yang memang telah Allah tentukan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk menimpakan bahaya padamu, nescaya mereka tidak dapat mendatangkan bahaya padamu kecuali dengan sesuatu yang memang telah Allah tentukan menimpamu. Pena telah diangkat. Lembarannya telah kering.?

Saudaraku,
Betapa indah bila nilai-nilai keimanan itu telah meresap didalam diri kita, telah sebati dalam hati kita. Betapa kita tidak perlu takut, tidak perlu bersedih dan tidak perlu risau dengan gelombang ujian yang didatangkan kepada kita sehari-hari. Kita akan menjadi seorang yang sentiasa optimis, sentiasa positif, seorang yang cekal, sabar dan tabah diatas kehidupan. Syaratnya hanya satu, bahawa kita masih tetap berada dijalan ketaatan kepada-Nya. Itu sahaja.

Saudaraku,
Jaga dan peliharalah iman itu. Tanam dan suburkanlah ia didalam hati kita. Hanya itu yang akan membuat hati kita stabil, hanya itulah yang akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam diri kita. Ikutilah Allah dan percayakanlah segala padanya. Maka, selepas itu tiada yang lain yang akan menyebabkan kita terumbang ambing dalam menempuh kehidupan

Wednesday, July 27, 2005

Friday, July 22, 2005










45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Wednesday, July 20, 2005

Al-Qurtubi menuliskan di dalam tafsirnya (tafsir al-Qurtubi 7/151 ): ..[QS9:41]..

“Ketika JIHAD menjadi kewajipan atas setiap orang, Fardhu ‘Ain, kerana musuh menguasai sejengkal tanah, ataupun sebahagian dari Tanah Islam, maka pada saat itu, menjadi kewajipan atas setiap orang yang berada di tanah itu untuk pergi berperang, maju bertempur menghadapi musuh. Mereka harus memerangi musuh dalam keadaan ringan ataupun berat, muda ataupun tua, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka harus maju berperang baik dengan meminta izin orang tuanya, atau tanpa meminta izin orang tuanya, atau mereka tidak memiliki orang tua lagi.

Tidak seorang pun yang boleh berlambat-lambat di belakang, sekalipun ia pergi hanya untuk menambah jumlah mereka yang telah lebih dulu pergi, sekalipun mereka hanya berdiam di tanah itu dalam keadaan lemah, hingga akhirnya dapat dicapai satu kekuatan yang mampu menahan gerak maju musuh dan mengusir mereka.

Demikian pula halnya, adalah diwajibkan kepada setiap orang yang menyedari betul betapa lemahnya mereka di hadapan musuh, dan diwajibkan kepada setiap orang yang mengetahui bahawa dirinya sesungguhnya dapat bergabung dan memberikan bantuan untuk berperang, untuk pergi dan maju bertempur, kerana sesungguhnya Ummat Muslim adalah satu dalam menghadapi musuh. Begitulah status JIHAD, hingga akhirnya mereka berhasil mengusir musuh yang telah merampas dan menguasai Tanah ISLAM. Maka pada saat itu, Ummat Islam lainnya terbebas dari kewajipan menegakkan JIHAD.”